alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Alasan Pemkab Rembang Belum Bisa Pastikan Pembebasan Tanah Jalan Lingkar

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang belum bisa membebaskan tanah untuk pembangunan jalan lingkar. Langkah tersebut akan diambil apabila ada kepastian dari pemerintah pusat terkait dengan pelaksanaan kontruksi.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz. Ia menyampaikan saat ini belum bisa memberikan kepastian terkait pembangunan jalan lingkar. Hal tersebut dikarenakan adanya kesepakatan sementara. Pemkab Rembang diminta menanggung pembebasan tanah.

Meskipun, saat ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk itu. Pemkab Rembang menyiapkan pinjaman daerah. Dan sudah disetujui oleh DPRD.


Diberitakan sebelumnya pembiayaan daerah sejumlah Rp 200 Miliar itu akan digunakan untuk membiayai pengadaan tanah jalan lingkar, pengadaan tanah untuk embung, pengadaan tanah untuk Pasar Hewan Pamotan, LPJU, serta peningkatan dan pelebaran jalan.

Baca Juga :  Bupati Rembang Klaim Tak Ada Kelangkaan Minyak Goreng, Ini Alasannya

”Belum bisa memastikan. Karena pembebasan tanah ditanggung oleh Pemkab,” katanya.

Namun, Hafidz melanjutkan, dalam pelaksanaan pembebasan lahan untuk jalan lingkar nanti pihaknya akan menunggu ketentuan dari pemerintah pusat. Terkait kepastian kontruksi. ”Jangan-jangan kami bebaskan, nanti tidak dibangun. Kan kami menjadi masalah nanti. Kami menunggu kesepakatan,” imbujnya.

Rencananya, pembangunan jalan ini akan memakan panjang 24,8 kilometer. Ada yang melalui area tambak dan sawah. Pemkab telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk itu. Dan, sudah ada Design Engineering Detail (DED). Dari perhitungan, diperkirakan proyek yang sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 tahu  2019 ini akan menelan anggaran sekitar Rp 600 Miliar. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang belum bisa membebaskan tanah untuk pembangunan jalan lingkar. Langkah tersebut akan diambil apabila ada kepastian dari pemerintah pusat terkait dengan pelaksanaan kontruksi.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz. Ia menyampaikan saat ini belum bisa memberikan kepastian terkait pembangunan jalan lingkar. Hal tersebut dikarenakan adanya kesepakatan sementara. Pemkab Rembang diminta menanggung pembebasan tanah.

Meskipun, saat ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk itu. Pemkab Rembang menyiapkan pinjaman daerah. Dan sudah disetujui oleh DPRD.

Diberitakan sebelumnya pembiayaan daerah sejumlah Rp 200 Miliar itu akan digunakan untuk membiayai pengadaan tanah jalan lingkar, pengadaan tanah untuk embung, pengadaan tanah untuk Pasar Hewan Pamotan, LPJU, serta peningkatan dan pelebaran jalan.

Baca Juga :  Indikasi Prostitusi Online, Petugas Dapati Pasangan SMA

”Belum bisa memastikan. Karena pembebasan tanah ditanggung oleh Pemkab,” katanya.

Namun, Hafidz melanjutkan, dalam pelaksanaan pembebasan lahan untuk jalan lingkar nanti pihaknya akan menunggu ketentuan dari pemerintah pusat. Terkait kepastian kontruksi. ”Jangan-jangan kami bebaskan, nanti tidak dibangun. Kan kami menjadi masalah nanti. Kami menunggu kesepakatan,” imbujnya.

Rencananya, pembangunan jalan ini akan memakan panjang 24,8 kilometer. Ada yang melalui area tambak dan sawah. Pemkab telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk itu. Dan, sudah ada Design Engineering Detail (DED). Dari perhitungan, diperkirakan proyek yang sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 tahu  2019 ini akan menelan anggaran sekitar Rp 600 Miliar. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/