alexametrics
29.5 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Viral !!! Sexy Dancer di Hotel Rembang Bermodus Pesta Ultah

REMBANG – Video pesta dengan sexy dancer beredar melalui pesan berantai WhatsApp . Diduga, lokasinya di salah satu hotel di Rembang. Awal pemeriksaan pukul 21.00 Kamis (23/12) pesta itu adalah ulang tahun. Tetapi setelah Satpol PP pergi, ada gelaran sexy dancer.

Hari ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan kegiatan itu.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Rembang Teguh Maryadi mengungkapkan, sebelum ada pesta sexy dancer, pihaknya  sempat mendatangi lokasi.


Saat datang pertama sekitar pukul 21.00 itu, pihaknya menilai juga sudah ada penerapan prokes dari pihak hotel.  ”Waktu itu tipis-tipis (kegiatan musik biasa, Red) tapi sampai malam kok dilanjut seperti itu. Saya juga kaget,” ujarnya.

Saat itu, kata Teguh, kegiatan masih sebatas musik biasa. Dari rekaman video yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, nampak ada pesta dengan musik dan sejumlah perempuan dengan busana minim. ”Itu malam. Ternyata malamnya dilanjut,” tambahnya.

Setelah Satpol PP menyambangi pesta itu, lanjut Teguh, pihaknya melanjutkan giat di area Sarang. Setelah dari Sarang, ketika kembali ke lokasi, ternyata pesta itu sudah selesai. Informasi awal yang ia terima, pesta dengan sexy dancer itu diperkirakan dimulai sekitar pukul 23.00-00.00.

Baca Juga :  70 Posisi Kepala Sekolah di Rembang Kosong

Teguh menyampaikan, pesta itu merupakan acara ulang tahun. Informasi awal yang ia himpun, mayoritas merupakan warga luar Rembang. Rencana, hari ini Satpol PP akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Mereka bisa dijerat tentang regulasi miras, maupun pakaian seksi.

”Kalau bicara Perda kan ada aturan-nya. Nanti mengarahnya (sanksi) denda. Minimal kami periksa dulu. Kami peringatkan membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Apabila masih melakukan lagi, lanjut Teguh, akan dilakukan upaya penghentian paksa. “(Sanksi) denda itu banyak. Bisa tentang miras, pakaian seksi bisa kami kenakan,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya mengaku sudah mengantongi alat bukti berupa video. ”Denda maksimal Rp 1 Juta. Kalau denda administrasi bisa kami suruh membelikan masker. Untuk dibagikan ke masyarakat umun,” jelasnya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Video pesta dengan sexy dancer beredar melalui pesan berantai WhatsApp . Diduga, lokasinya di salah satu hotel di Rembang. Awal pemeriksaan pukul 21.00 Kamis (23/12) pesta itu adalah ulang tahun. Tetapi setelah Satpol PP pergi, ada gelaran sexy dancer.

Hari ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan kegiatan itu.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Rembang Teguh Maryadi mengungkapkan, sebelum ada pesta sexy dancer, pihaknya  sempat mendatangi lokasi.

Saat datang pertama sekitar pukul 21.00 itu, pihaknya menilai juga sudah ada penerapan prokes dari pihak hotel.  ”Waktu itu tipis-tipis (kegiatan musik biasa, Red) tapi sampai malam kok dilanjut seperti itu. Saya juga kaget,” ujarnya.

Saat itu, kata Teguh, kegiatan masih sebatas musik biasa. Dari rekaman video yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, nampak ada pesta dengan musik dan sejumlah perempuan dengan busana minim. ”Itu malam. Ternyata malamnya dilanjut,” tambahnya.

Setelah Satpol PP menyambangi pesta itu, lanjut Teguh, pihaknya melanjutkan giat di area Sarang. Setelah dari Sarang, ketika kembali ke lokasi, ternyata pesta itu sudah selesai. Informasi awal yang ia terima, pesta dengan sexy dancer itu diperkirakan dimulai sekitar pukul 23.00-00.00.

Baca Juga :  Uji Coba Operasional, PT Hema Klaim Tak Ganggu Bongkar Muat

Teguh menyampaikan, pesta itu merupakan acara ulang tahun. Informasi awal yang ia himpun, mayoritas merupakan warga luar Rembang. Rencana, hari ini Satpol PP akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Mereka bisa dijerat tentang regulasi miras, maupun pakaian seksi.

”Kalau bicara Perda kan ada aturan-nya. Nanti mengarahnya (sanksi) denda. Minimal kami periksa dulu. Kami peringatkan membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Apabila masih melakukan lagi, lanjut Teguh, akan dilakukan upaya penghentian paksa. “(Sanksi) denda itu banyak. Bisa tentang miras, pakaian seksi bisa kami kenakan,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya mengaku sudah mengantongi alat bukti berupa video. ”Denda maksimal Rp 1 Juta. Kalau denda administrasi bisa kami suruh membelikan masker. Untuk dibagikan ke masyarakat umun,” jelasnya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/