alexametrics
32 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Tenggelam di Pantai Watu Gajah Rembang, Dua Remaja Selamat, Satu Tewas

REMBANG – Lokasi wisata pantai Watu Gajah, Kragan, yang tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19, membawa petaka. Jumat lalu tiga orang remaja yang berenang di lokasi tersebut tenggelam. Akibat musibah ini seorang tewas dan dua lainnya selamat.

Kades Sumbersari, Kragan, Sakroni membenarkan jika lokasi destinasi Watu Gajah sudah tak aktif. Ketika beroperasi menurutnya selalu diawasi karang taruna. Setelah tak dibuka Pemdes pun tidak bisa mengkondisikan.

Ia mengakui tiap sore banyak warga yang main sekitar bibir pantai. Warga sudah seringkali mengingatkan. Jangan ke tengah-tengah. Saat musibah terjadi kondisi laut memang musim baratan. Kemungkinan ketiganya terseret arus dan tak menguasai.


“Kebetulan musim baratan. Air mengarah ke tepi. Mundur ke utara. Kemungkinan terseret arus,” jelasnya.

Menurut Sakroni kejadian Jumat sore (24/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka merupakan warga desa Labuhan, Kecamatan Sluke.

“Yang tenggelam tiga anak. Dua berhasil ditolong. Dilarikan puskesmas. Satu dicari-cari, selang 30 menit ditemukan sudah meninggal,” jelasnya.

Ia tidak tahu persis kronologi para korban hingga tenggelam di pantai. Sakroni menambahkan ketika mendapat kabar langsung ke lapangan. Posisi datang dua anak sudah dibawa ke puskesmas. Korban Ditemukan oleh orang tuanya sendiri di sekitar lokasi dibantu petugas dan warga sekitar.

Baca Juga :  HUT ke-43 SMPN 3 Rembang Dibuka Launching Satgas Prokes

”Saya dapat kabar. Datang ke lokasi ada Babinsa, Polsek bersamaan. Memastikan dan melakukan pencarian bareng,” jelasnya.

Ia memastikan saat kejadian lokasi destinasi rintisan tersebut, sudah ditutup. Kemungkingkinan korban melewati dekat jembatan dari arah timur.

“Jelasnya disitu sudah jarang buka. Sudah diupayakan dengan kerendahan SDM tidak membawa pengunjung. Akhirnya mundur perlahan,” ujarnya.

“Kami sudah tutup dengan pasang bolder  untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengalaman yang sudah ada di bibir pantai hanya bisa memberikan tulisan dilarang untuk mandi. Karena tidak ada Karang Taruna pengawasan. Desa tidak bisa kondisikan,” imbuhnya.

Terpisah Kapolsek Kragan, Iptu Imam Dian Wiyaja saat dikonfirmasi membenarkan adanya musibah remaja tenggelam di pantai tersebut pekan lalu. Identitas yang meninggal DW, 14, warga Desa Labuhan Kidul. Lalu dua rekan yang selamat V, 14 dan R, 10 warga di alamat yang sama.

”Ada kira-kira 14 orang anak -anak main ke pantai/ laut di Watu gajah Desa Sumbersari, Kecamatan Kragan. Kemudian ada 6 (enam) orang anak mandi di laut, tetapi 3 (tiga) korban tidak bisa berenang. Sehingga tenggelam,” jelasnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Lokasi wisata pantai Watu Gajah, Kragan, yang tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19, membawa petaka. Jumat lalu tiga orang remaja yang berenang di lokasi tersebut tenggelam. Akibat musibah ini seorang tewas dan dua lainnya selamat.

Kades Sumbersari, Kragan, Sakroni membenarkan jika lokasi destinasi Watu Gajah sudah tak aktif. Ketika beroperasi menurutnya selalu diawasi karang taruna. Setelah tak dibuka Pemdes pun tidak bisa mengkondisikan.

Ia mengakui tiap sore banyak warga yang main sekitar bibir pantai. Warga sudah seringkali mengingatkan. Jangan ke tengah-tengah. Saat musibah terjadi kondisi laut memang musim baratan. Kemungkinan ketiganya terseret arus dan tak menguasai.

“Kebetulan musim baratan. Air mengarah ke tepi. Mundur ke utara. Kemungkinan terseret arus,” jelasnya.

Menurut Sakroni kejadian Jumat sore (24/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka merupakan warga desa Labuhan, Kecamatan Sluke.

“Yang tenggelam tiga anak. Dua berhasil ditolong. Dilarikan puskesmas. Satu dicari-cari, selang 30 menit ditemukan sudah meninggal,” jelasnya.

Ia tidak tahu persis kronologi para korban hingga tenggelam di pantai. Sakroni menambahkan ketika mendapat kabar langsung ke lapangan. Posisi datang dua anak sudah dibawa ke puskesmas. Korban Ditemukan oleh orang tuanya sendiri di sekitar lokasi dibantu petugas dan warga sekitar.

Baca Juga :  HUT ke-43 SMPN 3 Rembang Dibuka Launching Satgas Prokes

”Saya dapat kabar. Datang ke lokasi ada Babinsa, Polsek bersamaan. Memastikan dan melakukan pencarian bareng,” jelasnya.

Ia memastikan saat kejadian lokasi destinasi rintisan tersebut, sudah ditutup. Kemungkingkinan korban melewati dekat jembatan dari arah timur.

“Jelasnya disitu sudah jarang buka. Sudah diupayakan dengan kerendahan SDM tidak membawa pengunjung. Akhirnya mundur perlahan,” ujarnya.

“Kami sudah tutup dengan pasang bolder  untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengalaman yang sudah ada di bibir pantai hanya bisa memberikan tulisan dilarang untuk mandi. Karena tidak ada Karang Taruna pengawasan. Desa tidak bisa kondisikan,” imbuhnya.

Terpisah Kapolsek Kragan, Iptu Imam Dian Wiyaja saat dikonfirmasi membenarkan adanya musibah remaja tenggelam di pantai tersebut pekan lalu. Identitas yang meninggal DW, 14, warga Desa Labuhan Kidul. Lalu dua rekan yang selamat V, 14 dan R, 10 warga di alamat yang sama.

”Ada kira-kira 14 orang anak -anak main ke pantai/ laut di Watu gajah Desa Sumbersari, Kecamatan Kragan. Kemudian ada 6 (enam) orang anak mandi di laut, tetapi 3 (tiga) korban tidak bisa berenang. Sehingga tenggelam,” jelasnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/