alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Bupati Rembang Berikan Penghargaan Adiwiyata Kepada 12 Sekolah

REMBANG – Tarian Bhakti Sasono (peduli lingkungan) dan hadrah mengiringi kedatangan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat penyerahan penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten. Ada 12 sekolah mulai SD, SMP dan MTs yang menerimanya.

Selain mendapatkan piala dan piagam penghargaan. Sekolah juga mendapat uang pembinaan. Juara I Rp 200 juta, juara II Rp 175 juta, juara III Rp 150 juta dan lainnya Rp 125 juta. Uang itu untuk mendukung pembelajaran di sekolah masing-masing. Kemarin piala dan penghargaan diberikan langsung Bupati Rembang. Lokasinya dipusatkan di aula SMPN 1 Kragan. Jalankan prokes.

Pengumuman hasil penilaian sekolah Adiwiyata dan pelaksana terbaik sekolah adiwiyata disampaikan. Antara lain untuk sekolah Adiwiyata kabupaten, SDN  2 Wonokerto (Sale), SMPN 1 Sarang, SMPN 1 Sulang, MTs Negeri 4 Rembang (Sumber).


Berikutnya SDN 1 Dadapan (Sedan), MTs Negeri 1 Rembang (Lasem), SMPN 1 Kragan, SMPN 1 Sedan, SMPN 1 Sumber. SDN 1 Sulang, SMPN 3 Pamotan, SDN 1 Babaktulung (Sarang)

Pelaksana terbaik kategori SD diraih SDN 1 Dadapan, Sedan. Kategori SMP diraih SMPN 1 Kragan.  Kategori MTs diraih MTs Negeri 4 Rembang, Kecamatan Sumber. Sementara video profil SMPN 1 Sulang. Selain itu juga ada penghargaan tim terbaik.

Baca Juga :  Cegah Pemalsuan Akta Kematian, Dindukcapil Rembang Bentuk Tim Khusus

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan Adiwiyata mempunyai makna luas dan punya manfaat banyak. Salah satunya bagaimana anak didik, guru, karyawan bisa betah di sekolah.

”Keasrian, kebersihan, kenyamanan, rindang. Ini menjadi bagian dari standar menuju adiwiyata,” keterangan kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Secara pribadi Bupati cukup bangga dan senang. Ketika sekolah sudah bermunculan adiwiyata. Ini bukan kompetisi. Ini program yang dinilai terus setiap tahun. Agar benar-benar sekolah ramah lingkungan.

Punya kontribusi anak didik, guru, karyawan. Salah satunya suplay oksigen dari lingkungan. Kalau oksigen cukup , kecerdasan, ketahanan, ingatan pasti akan  muncul. Itulah esensi dari program Adiwiyata.

”Seputar reward itu merupakan nilai kecil. Sebagai bentuk apresiasi, semangati, support. Biar yang lain bermunculan,” imbuhannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyampaikan program Adiwiyata sangat menarik. Menantang. Ternyata memberikan kontribusi baik untuk lingkungan.

”Kami ingin ciptakan lingkungan yang asri. Teduh. Damai. Sehingga menambah motivasi anak belajar. Tambah kadar oksigen dari anak-anak kita. Nanti tentu diharapkan kesehatan meningkat,” imbunya. (noe/ali)

 






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Tarian Bhakti Sasono (peduli lingkungan) dan hadrah mengiringi kedatangan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat penyerahan penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten. Ada 12 sekolah mulai SD, SMP dan MTs yang menerimanya.

Selain mendapatkan piala dan piagam penghargaan. Sekolah juga mendapat uang pembinaan. Juara I Rp 200 juta, juara II Rp 175 juta, juara III Rp 150 juta dan lainnya Rp 125 juta. Uang itu untuk mendukung pembelajaran di sekolah masing-masing. Kemarin piala dan penghargaan diberikan langsung Bupati Rembang. Lokasinya dipusatkan di aula SMPN 1 Kragan. Jalankan prokes.

Pengumuman hasil penilaian sekolah Adiwiyata dan pelaksana terbaik sekolah adiwiyata disampaikan. Antara lain untuk sekolah Adiwiyata kabupaten, SDN  2 Wonokerto (Sale), SMPN 1 Sarang, SMPN 1 Sulang, MTs Negeri 4 Rembang (Sumber).

Berikutnya SDN 1 Dadapan (Sedan), MTs Negeri 1 Rembang (Lasem), SMPN 1 Kragan, SMPN 1 Sedan, SMPN 1 Sumber. SDN 1 Sulang, SMPN 3 Pamotan, SDN 1 Babaktulung (Sarang)

Pelaksana terbaik kategori SD diraih SDN 1 Dadapan, Sedan. Kategori SMP diraih SMPN 1 Kragan.  Kategori MTs diraih MTs Negeri 4 Rembang, Kecamatan Sumber. Sementara video profil SMPN 1 Sulang. Selain itu juga ada penghargaan tim terbaik.

Baca Juga :  Sukses Berdayakan UMKM, PT Semen Gresik Terima PWI Jateng Award

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan Adiwiyata mempunyai makna luas dan punya manfaat banyak. Salah satunya bagaimana anak didik, guru, karyawan bisa betah di sekolah.

”Keasrian, kebersihan, kenyamanan, rindang. Ini menjadi bagian dari standar menuju adiwiyata,” keterangan kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Secara pribadi Bupati cukup bangga dan senang. Ketika sekolah sudah bermunculan adiwiyata. Ini bukan kompetisi. Ini program yang dinilai terus setiap tahun. Agar benar-benar sekolah ramah lingkungan.

Punya kontribusi anak didik, guru, karyawan. Salah satunya suplay oksigen dari lingkungan. Kalau oksigen cukup , kecerdasan, ketahanan, ingatan pasti akan  muncul. Itulah esensi dari program Adiwiyata.

”Seputar reward itu merupakan nilai kecil. Sebagai bentuk apresiasi, semangati, support. Biar yang lain bermunculan,” imbuhannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyampaikan program Adiwiyata sangat menarik. Menantang. Ternyata memberikan kontribusi baik untuk lingkungan.

”Kami ingin ciptakan lingkungan yang asri. Teduh. Damai. Sehingga menambah motivasi anak belajar. Tambah kadar oksigen dari anak-anak kita. Nanti tentu diharapkan kesehatan meningkat,” imbunya. (noe/ali)

 






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/