alexametrics
25.4 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Bupati Rembang Beri Lampu Hijau PTM Sekolah 100 Persen

REMBANG – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mendapat lampu hijau untuk diberlakukan 100 persen. Tak hanya itu, jam belajar jika semula hanya 5 jam, ditambah menjadi 6-7 jam setelah Rembang di level 1. Terkait teknis pelaksanaan diserahkan pada masing-masing sekolah.

Instruksi ini disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menghadiri penyerahan penghargaan predikat adiwiyata Kabupaten yang dipusatkan di SMPN 1 Kragan. Bupati menyampaikan Selasa lalu Rembang ditetapkan Mendagri masuk level I. Sehingga wilayahnya bisa agak longgar.

”Jangan ragu-ragu. Masuk 100 persen. Tambah jam lagi. Jangan hanya 5 jam, tambah 6-7 jam. Diatur. Monggo saja, apakah masuk full satu ruangan 100 persen. Saya yang tanggung jawab,” tegas bupati.


Menurutnya target 6-7 jam harus bisa terpenuhi. Supaya ada penambahan nilai-nilai. Saat ini kondisinya terpuruk sekali. Abdul Hafidz sempat evaluasi bahwa dua tahun ini sedih. Kelas II tidak bisa baca hitung-hitung.

Itu banyak sekali. Belum keluhan orang tua. Maka diminta tambah. Kalau ada apa-apa bupati siap bertanggung jawab. Tentu semua instruksi diikuti. Tetapi level agak longgar, kebijakan daerah akan dilakukan.

”Kalau tidak ada keberanian ya sudah. Nanti kita akan malah terperosok. Jadi ini untuk mengangkat bagaimana kualitas pendidikan di Rembang tidak terperosok, tapi bangkit kembali,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lakukan Mitigasi, BPBD Rembang Tambah Tujuh Desa Tangguh Bencana

Tidak hanya fokus terhadap pendidikan. Tetapi juga kehidupan berjalan dengan baik. Baik dari sisi perekonomian dan sosialnya. Bisa tumbuh semua. Kalau dibatasi akan mengganggu terhadap pertumbuhan dan kualitas.

”Sehingga target pertumbuhan ekonomi meningkat. Kondisi sosial bisa terjalin dengan baik. Inilah target kami, bagaimana saya berupaya ke level I,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Sutrisno menyampaikan rekan-rekan kepala sekolah sudah 100 persen. Tapi 50 persen sif. Berarti anak setiap hari sudah masuk.

”Kalau sudah setiap hari masuk sekolah, tinggal menambah jumlah. Berarti sudah 100 persen langsung,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Memang persiapannya membiasakan setiap hari anak masuk sekolah. Karena masih 5 jam. Nanti kalau ditambah 1 jam artinya sudah masuk 100 persen. Berarti persiapan sudah matang di Kabupaten Rembang.

”Jika ditambah 1 jam pulangnya jam 12.00 siang. Berarti sudah 100 persen. Tidak mungkin shift lagi. Nanti ada instruksi maksimal 6 atau 7 jam otomatis kepala sekolah paham sudah dimasukan 100 persen,” ujarnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mendapat lampu hijau untuk diberlakukan 100 persen. Tak hanya itu, jam belajar jika semula hanya 5 jam, ditambah menjadi 6-7 jam setelah Rembang di level 1. Terkait teknis pelaksanaan diserahkan pada masing-masing sekolah.

Instruksi ini disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menghadiri penyerahan penghargaan predikat adiwiyata Kabupaten yang dipusatkan di SMPN 1 Kragan. Bupati menyampaikan Selasa lalu Rembang ditetapkan Mendagri masuk level I. Sehingga wilayahnya bisa agak longgar.

”Jangan ragu-ragu. Masuk 100 persen. Tambah jam lagi. Jangan hanya 5 jam, tambah 6-7 jam. Diatur. Monggo saja, apakah masuk full satu ruangan 100 persen. Saya yang tanggung jawab,” tegas bupati.

Menurutnya target 6-7 jam harus bisa terpenuhi. Supaya ada penambahan nilai-nilai. Saat ini kondisinya terpuruk sekali. Abdul Hafidz sempat evaluasi bahwa dua tahun ini sedih. Kelas II tidak bisa baca hitung-hitung.

Itu banyak sekali. Belum keluhan orang tua. Maka diminta tambah. Kalau ada apa-apa bupati siap bertanggung jawab. Tentu semua instruksi diikuti. Tetapi level agak longgar, kebijakan daerah akan dilakukan.

”Kalau tidak ada keberanian ya sudah. Nanti kita akan malah terperosok. Jadi ini untuk mengangkat bagaimana kualitas pendidikan di Rembang tidak terperosok, tapi bangkit kembali,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kelola Dana Desa dengan Baik, Diganjar Penghargaan

Tidak hanya fokus terhadap pendidikan. Tetapi juga kehidupan berjalan dengan baik. Baik dari sisi perekonomian dan sosialnya. Bisa tumbuh semua. Kalau dibatasi akan mengganggu terhadap pertumbuhan dan kualitas.

”Sehingga target pertumbuhan ekonomi meningkat. Kondisi sosial bisa terjalin dengan baik. Inilah target kami, bagaimana saya berupaya ke level I,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Sutrisno menyampaikan rekan-rekan kepala sekolah sudah 100 persen. Tapi 50 persen sif. Berarti anak setiap hari sudah masuk.

”Kalau sudah setiap hari masuk sekolah, tinggal menambah jumlah. Berarti sudah 100 persen langsung,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Memang persiapannya membiasakan setiap hari anak masuk sekolah. Karena masih 5 jam. Nanti kalau ditambah 1 jam artinya sudah masuk 100 persen. Berarti persiapan sudah matang di Kabupaten Rembang.

”Jika ditambah 1 jam pulangnya jam 12.00 siang. Berarti sudah 100 persen. Tidak mungkin shift lagi. Nanti ada instruksi maksimal 6 atau 7 jam otomatis kepala sekolah paham sudah dimasukan 100 persen,” ujarnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/