Panen Raya Tembakau di Rembang, Bupati Harno Minta PT Sadhana Kasih Harga Terbaik

REMBANG – Bupati Rembang Harno meminta mitra memberikan harga terbaik untuk tembakau petani. Hal itu disampaikan saat panen raya di Desa Jatihadi, Sumber, Rabu (21/10).
"Harapannya petani bersemangat. Tembakau komoditas penting di Rembang," ujarnya.
Panen raya itu sekaligus konsolidasi Pemkab melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan), Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), dan mitra PT Sadhana.
Kepala Dintanpan Agus Iwan Haswanto menyebut luas lahan tembakau naik dari 7.400 menjadi 7.900 hektare. Produksi ikut naik, namun kualitas berpotensi turun akibat panas ekstrem.
"Penjemuran terlalu lama justru merusak kualitas. Mitra terus mendampingi agar kualitas terjaga," katanya.
Tiga desa terluas yakni Sukorejo 247,64 hektare (ha), Randuagung 227,75 ha, dan Sidomulyo 172,82 ha.
Petani masih terkendala air, sebagian harus mendatangkan tangki untuk penyiraman. Dintanpan telah menyalurkan bantuan pupuk ZA, cultivator, perajang tembakau, dan roda tiga.
Harno menegaskan komitmen Pemkab mendukung petani.
Pada Hari Jadi Rembang, Pemkab mengajukan 287 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) ke kementerian dan telah disetujui. “Rembang juga mendapat 12 unit combine harvester yang sudah disalurkan ke kecamatan,” ujarnya.
Kelompok tani yang belum menerima diminta mengajukan lewat Dintanpan, penyuluh, atau camat agar penyaluran tahun depan lebih merata. Harno juga mendorong penambahan embung untuk mengatasi krisis air. (noe/ali)



