Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingkar Janji, Warga Sale Desak Alkuba Ditutup Permanen

A
Penulis: Ali Mahmudi❯
MENGADU: Warga desa Sale menyerahkan surat kepada Bupati berisi permohonan agar pabrik Alkuba ditutup diserahkan di rumah dinas bupati, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
MENGADU: Warga desa Sale menyerahkan surat kepada Bupati berisi permohonan agar pabrik Alkuba ditutup diserahkan di rumah dinas bupati, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Advertisement

REMBANG – Sabar warga Desa/Kecamatan Sale habis. Mereka mengadu ke Bupati Rembang kemarin, mengeluhkan bau usaha penyamakan kulit UD Kemajuan Alkuba Leather yang tak kunjung tuntas. 

Limbah pabrik itu dituding mencemari sungai, meracuni tanah, dan menebar bau menyengat di permukiman sekitar. Tuntutan warga tegas: tutup pabrik itu, permanen.

Persoalan ini sebenarnya sudah lama bergulir. Pada 20 Agustus 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang menyegel tempat usaha tersebut. 

Advertisement

Saluran pembuangan limbah cair ditutup, garis pengawasan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dipasang mengelilingi kolam limbah.

Tapi warga menilai pengelola pabrik ingkar janji. Sesuai kesepakatan 27 Agustus 2026 lalu, penyedotan limbah dengan truk tangki mestinya rampung paling lambat 30 Agustus. Batas waktu itu terlewati tanpa kejelasan.

Puncaknya, warga melayangkan surat permohonan penutupan pabrik kepada Bupati Rembang. Surat itu diserahkan langsung di aula rumah dinas bupati, kemarin, dan diterima Bupati Harno, didampingi Kepala DLH serta Kepala Satpol PP Rembang.

Advertisement

Bupati Harno mengaku sudah lama mendengar keluhan warga Desa Sale soal bau penyamakan kulit itu. Menurutnya, persoalan tersebut sudah bertahun-tahun mengambang tanpa penyelesaian.

”Keluhan-keluhan ini mudah-mudahan bisa segera dibantu dan dicarikan solusi terbaik oleh Pemda Rembang,” ujarnya kepada wartawan usai menerima perwakilan warga.

Harno menyampaikan, secara umum warga menghendaki agar bau itu hilang. Untuk itu, Satpol PP, DLH, dan bagian perizinan akan diturunkan mengecek langsung persoalan di lapangan.

Ia juga merespons tuntutan penutupan pabrik. Menurutnya, hal itu akan dikaji lebih dulu oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis setelah turun ke lokasi. Semua akan dilaksanakan sesuai prosedur dan tahapan yang berlaku.

Advertisement

Artikel Terkait

Penyamakan Kulit di Sale Disegel DLH Rembang

Penyamakan Kulit di Sale Disegel DLH Rembang

Tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Rembang inspeksi mendadak ke lokasi penyamakan kulit Alkuba Sale, Kamis (20/8). 

Sungai Krinjo Sale Mendadak Berbusa Putih, Warga: Baunya seperti Bangkai

Sungai Krinjo Sale Mendadak Berbusa Putih, Warga: Baunya seperti Bangkai

Sungai di Dusun Krinjo berbau dan berwarna putih peristiwa ini membuat warga resah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer