Dugaan Keracunan MBG di Rembang, Dinkes Minta SPPG Benahi Pengolahan dan Distribusi

REMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang terus menindaklanjuti dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan tenaga pendidik setelah menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembenahan disiplin penjamah makanan hingga pengaturan waktu distribusi menjadi salah satu perhatian utama dalam evaluasi yang dilakukan.
Kepala Dinkes Rembang dr. Ali Syafi’i melalui Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga, Al-Furqon, menjelaskan pihaknya telah melakukan investigasi terhadap dugaan diare massal tersebut.
Gangguan kesehatan dilaporkan terjadi di empat sekolah, yakni SMPN 5 Rembang, SD Nawawiyah, SMP Islam An-Nawawiyah, serta Sekolah Luar Biasa (SLB) Rembang.
Sejumlah siswa, guru, tenaga tata usaha hingga kepala sekolah dilaporkan mengalami diare.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Dinkes Rembang mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko 3 Rembang yang menjadi salah satu lokasi penyedia makanan MBG untuk sekolah-sekolah tersebut.
Dalam pemeriksaan di dapur SPPG, petugas menggali berbagai tahapan pengolahan makanan.
Pemeriksaan mencakup tenaga yang terlibat, bahan makanan yang digunakan, proses memasak, pengemasan, hingga mekanisme pengangkutan makanan menuju sekolah penerima.
Tim juga mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil investigasi lapangan kemudian dibahas melalui evaluasi internal Dinkes Rembang.
Al-Furqon mengatakan hasil evaluasi tersebut telah disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.



