Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MBG Banyak Keluhan, PGRI Rembang Soroti Kinerja Pengawasan

A
Penulis: Ali Mahmudi❯

Isti Chomawati Ketua PGRI Kabupaten Rembang
Isti Chomawati Ketua PGRI Kabupaten Rembang


Advertisement

REMBANG – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang yang dinilai selama Ramadan menuai sorotan masyarakat.

Bukannya dilaporkan ke instansi pengawas resmi, keluhan terkait kualitas makanan yang buruk justru membanjiri organisasi profesi guru, PGRI.

Isti Chomawati Ketua PGRI Kabupaten Rembang mengungkapkan keprihatinannya karena laporan ketidaklayakan makanan justru lebih banyak masuk melalui jalur organisasi mereka.

Advertisement

Salah satu laporan yang menjadi sorotan adalah temuan makanan yang tidak layak di sebuah TK di Kecamatan Lasem.

"Kenapa laporan malah masuk ke PGRI, bukan ke Dindikpora?," ujar Isti, mempertanyakan efektivitas saluran komunikasi resmi yang disediakan pemerintah untuk program ini.

Kondisi ini dianggap sebagai indikasi lemahnya pengawasan dari Satgas MBG Kabupaten dan Satgas internal Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dindikpora).

Advertisement

PGRI menilai keberadaan Person in Charge (PIC) yang seharusnya menangani masalah teknis MBG tidak berfungsi maksimal dalam mendeteksi masalah sejak dini.

Isti menegaskan bahwa indikasi kekacauan program ini sebenarnya sudah ramai dibahas di grup-grup besar, namun tindakan nyata dari pihak berwenang di lapangan masih sangat minim.

PGRI menekankan bahwa mereka terpaksa mengambil peran lebih aktif karena masalah ini menyangkut keselamatan jiwa anak didik. 

Berkaca pada pengalaman masa lalu saat menangani kasus keracunan di Kragan dan masalah konsumsi di SMP 5 Rembang, penanganan lapangan seharusnya dilakukan secara cepat dan totalitas tanpa menunggu laporan formal yang birokratis.

"Ini urusannya nyawa. Kami dari PGRI tidak bisa menerima kalau kondisi di bawah seperti ini terus," tambah Isti.

Sebagai jembatan aspirasi bagi orang tua siswa dan guru, PGRI Kabupaten Rembang mendesak Satgas MBG untuk segera melakukan gerakan nyata dan bersinergi dengan semua pihak terkait.

Mereka meminta agar sistem pengawasan diperbaiki agar laporan keluhan di masa depan bisa langsung tertangani oleh dinas terkait, sehingga program unggulan pemerintah ini dapat berjalan sesuai tujuan mulianya untuk memperbaiki gizi anak. (ali)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Korban Pencabulan Ayah Tiri di Rembang Segera Melahirkan, Keluarga Pasrah Pelaku Belum Ditangkap

Korban Pencabulan Ayah Tiri di Rembang Segera Melahirkan, Keluarga Pasrah Pelaku Belum Ditangkap

Siswi 11 tahun korban pencabulan ayah tiri di Kabupaten Rembang bakal melahirkan Rabu pekan depan (22/10/2026). Namun, hingga kini terduga pelaku berinisial T belum ditangkap.

Polisi Buru Terduga Pencabulan Anak 11 Tahun di Rembang, Keluarga Kecewa Pelaku Tak Beritikad Baik

Polisi Buru Terduga Pencabulan Anak 11 Tahun di Rembang, Keluarga Kecewa Pelaku Tak Beritikad Baik

T ayah tiri korban dugaan pencabulan masih diburu keberadaanya. Polisi hingga kemarin belum menetapkan terduga sebagai tersangka

Dinsos Rembang Dampingi Siswi Korban Pencabulan, Disepakati Lanjut Sekolah dan Adopsi Bayi

Dinsos Rembang Dampingi Siswi Korban Pencabulan, Disepakati Lanjut Sekolah dan Adopsi Bayi

Tim UPT PPA Dinsos dan PPKB Kabupaten Rembang telah melakukan asesmen terhadap korban dugaan kasus pencabulan hingga hamil.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer