alexametrics
25 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Sempat Terapung Dua Hari, Lima Nelayan Sarang Ditemukan Selamat

REMBANG, – Pencarian lima nelayan asal Sarang Meduro, Sarang yang hilang melaut selama dua hari, akhirnya ditemukan selamat. Tim gabungan Bazarnas Jepara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang serta Polair dan Kamla kemarin melakukan penjemputan  sejauh 20 mil. Para nelayan ini tak bisa menepi dikarenakan mesin mati.

Dari data yang dihimpun koran ini nelayan asal Sarang dinyatakan hilang melaut hari Selasa lalu (24/8). Jika dihitung kemarin sudah dua hari. Mereka belum pulang di perairan wilayah Desa Bonang, Kecamatan Lasem.

Anak pemilik kapal, Afan membenarkan perahu yang digunakan lima nelayan asal desa Sarang Meduro belum balik hingga Rabu kemarin. Sementara kapal digunakan melaut hari Selasa lalu, berangkat sekitar pukul 03.00 WIB dari Sarang Meduro kemudian ke perairan wilayah Desa Bonang Lasem. Mereka  Antara lain  M. Tamsir, Rofiq (Juru Mudi), Riswan Hadi, Mukti, dan Jumari.


”Pada siang hari biasanya sekitar pukul 13.00 sampai 15.00 WIB sudah pulang ke rumah. Namun sampai saat ini belum pulang. Dari pihak keluarga sehingga melaporkan kejadian,” jelasnya.

Atas kabar ini petugas BPBD langsung melakukan pencarian. Titiknya di Bonang, Lasem. Jawa Pos Radar Kudus ikut memantau di lapangan. Petugas menggunakan kapal karet. Tengah perjalanan ada info sudah ditemukan selamat kapal cantrang.

Baca Juga :  Tiap 15 Menit, Ibunda Tanyakan Kabar Sinta lewat Telepon Suami

Namun belum jelas Rembang atau Juwana. Lalu nama kapal dan jam berapa. Diputuskan BPBD merapat di Kamla Rembang sekira pukul 12.00. Kemudian penyisiran dilanjutkan. Dilakukan dengan petugas gabungan.

Diantaranya Basarnas Pos Jepara 5, Polair Rembang 5, Pos AL Rembang 3, BPBD rembang 7, Balakar Rescue Rembang 2. Garangan Rescue 1, KRI Patrem 6. Serta keluarga dan nelayan sekitar.

Disisir di TPI Tasikagung. Sebab dari beberapa kapal yang bersandar tidak ada kabar. Kemudian tunggu sampai sore. Dilanjutkan penyisiran informasi masuk pukul 16.30 ditemukan. Dibawa merapat di perairan Bonang.

Mereka mengalami kerusakan gardan PDTW 0824 1000G dan berusaha memperbaiki sampai korban terombang ambing. PDTW 0825 1100 G gardan bisa di perbaiki dan langsung balik kanan dan sandar di TPI Bonang

“Mesin gardannya rusak. Pukul 11.00 siang ketemu nelayan lainnya ditarik ke tepi. Jarak 20 mil,” ujar Kasi Logistik BPBD Rembang, Zainal Arifin.

Setelah ada kabar temuan ditindaklanjuti dengan datang Tasikagung cek satu persatu kapal yang sandar dan nihil. “Kita koordinasi terus semua kapal lewat pengurus. Sore hari kita sisir dan akhirnya ditemukan selamat,” imbuhnya.






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG, – Pencarian lima nelayan asal Sarang Meduro, Sarang yang hilang melaut selama dua hari, akhirnya ditemukan selamat. Tim gabungan Bazarnas Jepara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang serta Polair dan Kamla kemarin melakukan penjemputan  sejauh 20 mil. Para nelayan ini tak bisa menepi dikarenakan mesin mati.

Dari data yang dihimpun koran ini nelayan asal Sarang dinyatakan hilang melaut hari Selasa lalu (24/8). Jika dihitung kemarin sudah dua hari. Mereka belum pulang di perairan wilayah Desa Bonang, Kecamatan Lasem.

Anak pemilik kapal, Afan membenarkan perahu yang digunakan lima nelayan asal desa Sarang Meduro belum balik hingga Rabu kemarin. Sementara kapal digunakan melaut hari Selasa lalu, berangkat sekitar pukul 03.00 WIB dari Sarang Meduro kemudian ke perairan wilayah Desa Bonang Lasem. Mereka  Antara lain  M. Tamsir, Rofiq (Juru Mudi), Riswan Hadi, Mukti, dan Jumari.

”Pada siang hari biasanya sekitar pukul 13.00 sampai 15.00 WIB sudah pulang ke rumah. Namun sampai saat ini belum pulang. Dari pihak keluarga sehingga melaporkan kejadian,” jelasnya.

Atas kabar ini petugas BPBD langsung melakukan pencarian. Titiknya di Bonang, Lasem. Jawa Pos Radar Kudus ikut memantau di lapangan. Petugas menggunakan kapal karet. Tengah perjalanan ada info sudah ditemukan selamat kapal cantrang.

Baca Juga :  Sambut Kota Pusaka, Masjid Lasem Dipugar Secara Swadaya

Namun belum jelas Rembang atau Juwana. Lalu nama kapal dan jam berapa. Diputuskan BPBD merapat di Kamla Rembang sekira pukul 12.00. Kemudian penyisiran dilanjutkan. Dilakukan dengan petugas gabungan.

Diantaranya Basarnas Pos Jepara 5, Polair Rembang 5, Pos AL Rembang 3, BPBD rembang 7, Balakar Rescue Rembang 2. Garangan Rescue 1, KRI Patrem 6. Serta keluarga dan nelayan sekitar.

Disisir di TPI Tasikagung. Sebab dari beberapa kapal yang bersandar tidak ada kabar. Kemudian tunggu sampai sore. Dilanjutkan penyisiran informasi masuk pukul 16.30 ditemukan. Dibawa merapat di perairan Bonang.

Mereka mengalami kerusakan gardan PDTW 0824 1000G dan berusaha memperbaiki sampai korban terombang ambing. PDTW 0825 1100 G gardan bisa di perbaiki dan langsung balik kanan dan sandar di TPI Bonang

“Mesin gardannya rusak. Pukul 11.00 siang ketemu nelayan lainnya ditarik ke tepi. Jarak 20 mil,” ujar Kasi Logistik BPBD Rembang, Zainal Arifin.

Setelah ada kabar temuan ditindaklanjuti dengan datang Tasikagung cek satu persatu kapal yang sandar dan nihil. “Kita koordinasi terus semua kapal lewat pengurus. Sore hari kita sisir dan akhirnya ditemukan selamat,” imbuhnya.






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/