alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Percepatan Smart City, Pemkab Rembang Akomidasi Enam Program

REMBANG – Program Kota Pintar (Smart City) Rembang akan mengakomodasi enam program percepatan (quick wins). Mulai gaya hidup hingga penataan lingkungan.
Masterplan atas salah satu program unggulan ini telah dibahas selama dua hari, Kamis-Jumat (23-24/6) kemarin. Dalam pelaksanaan bimbingan teknis itu, peserta diminta untuk membuat satu dari enam program percepatan tersebut.

Diantaranya, Smart Governance, yakni tata kelola pemerintahan cerdas bertujuan meningkatan kinerja pelayanan publik, birokrasi pemerintah, dan efisiensi kebijakan publik. Kedua, adalah Smart Branding atau pencitraan daerah untuk membangun daya saing usaha, ekosistem pariwisata, hingga penataan wajah Daerah Kota.

Selanjutnya Smart Ekonomi, untuk meningkatkan penataan industri primer, sekunder, dan tersier. Yang keempat adalah smart living, yakni gaya hidup modern yang mengintegrasikan teknologi IoT sehari-hari. Kelima, smart society yang merupakan kemampuan pemerintah daerah dalam mewujudkan ekosistem sosio-teknis (sosial-virtual) masyarakat yang humanis, produktif, dinamis, komunikatif, dan interaktif dengan literasi digital.

Baca Juga :  Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, PLN Tanam 6500 Bibit Pohon

Program percepatan yang terakhir, adalah pengelolaan tata kelola lingkungan atau smart environment. Dalam pembangunan kota harus menggunakan cara cerdas dengan memperhatikan faktor lingkungan hidup. Untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik, bertanggung-jawab, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro menyampaikan, Rembang menjadi salah satu dari 50 kabupaten/kota yang mendapat pendampingan smart city dari Kementerian. Ia menilai, perkembangan teknologi harus kita hadapi. Segala sesuatu berubah dengan cepat. Sehingga perlu beradaptasi. ”Jika tidak bisa mengikuti arus, kita akan selalu ketinggalan,” katanya.

Pihaknya akan memulai smart city dari pemerintahan. Selanjutnya diharapkan menjalar ke masyarakat. ”Bagian dari pemerintah ini harus tahu lebih dahulu, tahu caranya lebih dahulu. Nanti baru masyarakat kami ajak ke dalam arus smart city ini,” imbuhnya. (vah/him)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Program Kota Pintar (Smart City) Rembang akan mengakomodasi enam program percepatan (quick wins). Mulai gaya hidup hingga penataan lingkungan.
Masterplan atas salah satu program unggulan ini telah dibahas selama dua hari, Kamis-Jumat (23-24/6) kemarin. Dalam pelaksanaan bimbingan teknis itu, peserta diminta untuk membuat satu dari enam program percepatan tersebut.

Diantaranya, Smart Governance, yakni tata kelola pemerintahan cerdas bertujuan meningkatan kinerja pelayanan publik, birokrasi pemerintah, dan efisiensi kebijakan publik. Kedua, adalah Smart Branding atau pencitraan daerah untuk membangun daya saing usaha, ekosistem pariwisata, hingga penataan wajah Daerah Kota.

Selanjutnya Smart Ekonomi, untuk meningkatkan penataan industri primer, sekunder, dan tersier. Yang keempat adalah smart living, yakni gaya hidup modern yang mengintegrasikan teknologi IoT sehari-hari. Kelima, smart society yang merupakan kemampuan pemerintah daerah dalam mewujudkan ekosistem sosio-teknis (sosial-virtual) masyarakat yang humanis, produktif, dinamis, komunikatif, dan interaktif dengan literasi digital.

Baca Juga :  Kunjungi Rembang, Ganjar Genjot Lima Ribu Bantuan RTLH

Program percepatan yang terakhir, adalah pengelolaan tata kelola lingkungan atau smart environment. Dalam pembangunan kota harus menggunakan cara cerdas dengan memperhatikan faktor lingkungan hidup. Untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik, bertanggung-jawab, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro menyampaikan, Rembang menjadi salah satu dari 50 kabupaten/kota yang mendapat pendampingan smart city dari Kementerian. Ia menilai, perkembangan teknologi harus kita hadapi. Segala sesuatu berubah dengan cepat. Sehingga perlu beradaptasi. ”Jika tidak bisa mengikuti arus, kita akan selalu ketinggalan,” katanya.

Pihaknya akan memulai smart city dari pemerintahan. Selanjutnya diharapkan menjalar ke masyarakat. ”Bagian dari pemerintah ini harus tahu lebih dahulu, tahu caranya lebih dahulu. Nanti baru masyarakat kami ajak ke dalam arus smart city ini,” imbuhnya. (vah/him)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/