alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Penularan PMK di Rembang Nyaris 100 Persen, Dua Pasar Hewan Ditutup

REMBANG – Pemkab Rembang langsung ancang-ancang sikapi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak yang hamper 100 persen penyebarannya. Yakni dengan menutup sementara dua pasar hewan. Di pasar hewan Kragan dan Pamotan. Dampak penutupan pengelola merugi sekira Rp 2 juta seharinya.

Penutupan pasar hewan berlaku dua kali pasaran. Di pasar hewan Kragan dan Pamotan. Dampak meningkatnya ternak positif hampir 100 persen. Rabu lalu (25/5) surat edaran resmi dikeluarkan dari Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DINDAGKOPUKM), Kabupaten Rembang

Isinya surat edaran nomor 800/541/2022 tentang penutupan sementara pasar hewan Pamotan dan Kragan. Dalam rangka pencegahan penyakit PMK pada hewan ternak (utamanya sapi) dan untuk menhindari lebih luas.


Sehubungan dengan itu off total. Dilaksanakan Sabtu 28 Mei dan 4 Juni (dua kali pasaran) untuk pasar hewan Kragan. Adapun pasar hewan Pamotan berlaku Selasa tanggal 31 Mei dan 7 Juni 2022 (dua kali pasaran).

Kepala DINDAGKOPUKM, Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz saat dikonfirmasi membenarkan penutupan sementara dua pasar hewan di Rembang timur. Berlaku hari Sabtu esok  (28/5) untuk Kragan dan Pamotan hari Selasa mendatang (31/5).

Baca Juga :  Masuk Pondok, Gasak Ponsel dan Uang Santri

”Untuk pencegahan. Penyebaran PMK pada sapi. Hasil evaluasi dari hari ke hari ada peningkatan penyebaran,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus (26/5).

Mulai Sabtu pasar Kragan, Selasa depan pasar depan pasar Pamotan. Berlanjut lagi pasar Kragan dan pamotan dihari pasaran yang sama. Mobilitas Off total. Sambil melihat perkembangan lebih lanjut perkembangan PMK.

Kabid Pasar dan Pedagang Kaki Lima, Setyo Budi Utomo menambahkan di pasar Pamotan ada petugas sekitar 6 orang. Didalam ada tiga, luar dua, dibantu hansip wilayah Pamotan serta Perhubungan dan Kepolisian.

Dampak tidak beroperasi pasar hewan jelas merugi dipendapatan. Hitunganya di pasar hewan Pamotan pendapatan sehari Rp 1.350.000 sampai Rp 1,5 juta tiap pasaran. Sementara di pasar Kragan minim sekali, penurunan sekitar Rp 400 ribuan. Hitunganya per ekor. (noe/lid)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Pemkab Rembang langsung ancang-ancang sikapi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak yang hamper 100 persen penyebarannya. Yakni dengan menutup sementara dua pasar hewan. Di pasar hewan Kragan dan Pamotan. Dampak penutupan pengelola merugi sekira Rp 2 juta seharinya.

Penutupan pasar hewan berlaku dua kali pasaran. Di pasar hewan Kragan dan Pamotan. Dampak meningkatnya ternak positif hampir 100 persen. Rabu lalu (25/5) surat edaran resmi dikeluarkan dari Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DINDAGKOPUKM), Kabupaten Rembang

Isinya surat edaran nomor 800/541/2022 tentang penutupan sementara pasar hewan Pamotan dan Kragan. Dalam rangka pencegahan penyakit PMK pada hewan ternak (utamanya sapi) dan untuk menhindari lebih luas.

Sehubungan dengan itu off total. Dilaksanakan Sabtu 28 Mei dan 4 Juni (dua kali pasaran) untuk pasar hewan Kragan. Adapun pasar hewan Pamotan berlaku Selasa tanggal 31 Mei dan 7 Juni 2022 (dua kali pasaran).

Kepala DINDAGKOPUKM, Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz saat dikonfirmasi membenarkan penutupan sementara dua pasar hewan di Rembang timur. Berlaku hari Sabtu esok  (28/5) untuk Kragan dan Pamotan hari Selasa mendatang (31/5).

Baca Juga :  Inovasi Telponi UPT Puskesmas Sluke Bawa Rembang Masuk Tahap Penilaian II

”Untuk pencegahan. Penyebaran PMK pada sapi. Hasil evaluasi dari hari ke hari ada peningkatan penyebaran,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus (26/5).

Mulai Sabtu pasar Kragan, Selasa depan pasar depan pasar Pamotan. Berlanjut lagi pasar Kragan dan pamotan dihari pasaran yang sama. Mobilitas Off total. Sambil melihat perkembangan lebih lanjut perkembangan PMK.

Kabid Pasar dan Pedagang Kaki Lima, Setyo Budi Utomo menambahkan di pasar Pamotan ada petugas sekitar 6 orang. Didalam ada tiga, luar dua, dibantu hansip wilayah Pamotan serta Perhubungan dan Kepolisian.

Dampak tidak beroperasi pasar hewan jelas merugi dipendapatan. Hitunganya di pasar hewan Pamotan pendapatan sehari Rp 1.350.000 sampai Rp 1,5 juta tiap pasaran. Sementara di pasar Kragan minim sekali, penurunan sekitar Rp 400 ribuan. Hitunganya per ekor. (noe/lid)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/