alexametrics
25.5 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Jelang Ramadan, Pelaksanaan Tongtongklek di Rembang belum bisa Dipastikan

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang belum bisa memastikan pelaksanaan tradisi Tongtongklek tahun ini. Mengingat, acara rutin setiap Ramadan itu baru bisa digelar apabila capaian vaksinasi dosis II mencapai 70 persen.

Sebelum pandemi, acara ini dikonsep festival. Ada puluhan kelompok yang berpartisipasi. Para peserta itu, menyusuri rute di jalan-jalan protokol Kota Rembang.

Namun, semenjak Covid-19 kegiatan ini ditiadakan. Hingga tahun ini, pemkab belum bisa mengambil kepastian untuk penyelenggaraan acara ini lagi.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Muttaqin menyampaikan, terkait pelaksanaan tongtongklek juga berkaitan dengan kegiatan Syawalan di Taman Kartini.

Hingga saat ini, pihaknya masih bisa menyampaikan secara pasti. Apakah kegiatan tersebut bisa dilaksanakan atau tidak tahun ini. Meski demikian, Dinbudpar Rembang tetap menyiapkan untuk itu.

Baca Juga :  Pengawal Kades Tahunan Rembang Punya Senjata Api Ilegal

”Kami tetap menyiapkan (Tongtonglek dan Syawalan, Red). Manakala nanti sudah memenuhi apa yang disampaikan oleh Menko Marifes, siap digelar,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menggelar acara dalam skala besar. Seperti capaian vaksinasi tahap II yang sampai 70 persen. ”Jika itu tercapai (syarat menggelar acara besar), maka Tongtongklek akan dijalankan. Begitupun Syawalan,” ujarnya.

Dari website resmi https://covid19.rembangkab.go.id, capaian vaksinasi tahap I saat ini berada di angka 87,13 persen. Dari total sasaran 446.632. Sementara untuk vaksinasi tahap II berada mencapai 62,80 persen. Dan, vaksinasi III atau booster baru 6,26 persen. Data tersebut merupakan update sampai dengan 10 Februari lalu. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang belum bisa memastikan pelaksanaan tradisi Tongtongklek tahun ini. Mengingat, acara rutin setiap Ramadan itu baru bisa digelar apabila capaian vaksinasi dosis II mencapai 70 persen.

Sebelum pandemi, acara ini dikonsep festival. Ada puluhan kelompok yang berpartisipasi. Para peserta itu, menyusuri rute di jalan-jalan protokol Kota Rembang.

Namun, semenjak Covid-19 kegiatan ini ditiadakan. Hingga tahun ini, pemkab belum bisa mengambil kepastian untuk penyelenggaraan acara ini lagi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Muttaqin menyampaikan, terkait pelaksanaan tongtongklek juga berkaitan dengan kegiatan Syawalan di Taman Kartini.

Hingga saat ini, pihaknya masih bisa menyampaikan secara pasti. Apakah kegiatan tersebut bisa dilaksanakan atau tidak tahun ini. Meski demikian, Dinbudpar Rembang tetap menyiapkan untuk itu.

Baca Juga :  Desa Sumberjo Rembang Jadi Percontohan Kampung Pancasila

”Kami tetap menyiapkan (Tongtonglek dan Syawalan, Red). Manakala nanti sudah memenuhi apa yang disampaikan oleh Menko Marifes, siap digelar,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menggelar acara dalam skala besar. Seperti capaian vaksinasi tahap II yang sampai 70 persen. ”Jika itu tercapai (syarat menggelar acara besar), maka Tongtongklek akan dijalankan. Begitupun Syawalan,” ujarnya.

Dari website resmi https://covid19.rembangkab.go.id, capaian vaksinasi tahap I saat ini berada di angka 87,13 persen. Dari total sasaran 446.632. Sementara untuk vaksinasi tahap II berada mencapai 62,80 persen. Dan, vaksinasi III atau booster baru 6,26 persen. Data tersebut merupakan update sampai dengan 10 Februari lalu. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/