alexametrics
32.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

26 Mahasiswa Diantaranya telah Lulus

Genjot Pendidikan, Pemkab Rembang Biayai 244 Mahasiswa Kuliah Gratis

REMBANG – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen penuh memajukan pendidikan bagi putra-putri daerahnya. Hal itu terlihat, dari program yang telah direalisasikan. Diantaranya, pemberian beasiswa prestasi kepada 244 mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Forum Anak Beasiswa Kabupaten Rembang (Rembang FABs). Bahkan, 26 Mahasiswa telah lulus dari perguruan tinggi masing-masing.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menuturkan program ini sudah jalan hampir 5 tahun. Bahkan, setiap tahunnya ada sekira 50-60 orang yang diakomodir. Sudah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora).

Baca Juga : Sukseskan Program Gaspol-12, Dindikpora Rembang Gandeng 200 Mahasiswa FABs


”Jadi warga dari kalangan menengah ke bawah, berprestasi akan dibiayai perguruan tinggi manapun. Asal tidak jurusan Kedokteran. Itu jadi visinya,” ujarnya.

Sementara sekretaris Dindikpora, Achmad Sholchan menambahkan sesuai instruksi Bupati Rembang, sejak tahun 2017 sampai dengan 2021, Pemkab Rembang telah menyekolahkan 244 mahasiswa berprestasi.

“Dari berbagai perguruan tinggi negeri se-Indonesia. Se-pulau Jawa. Lalu, sejak 2021 ditambah dengan perguruan tinggi swasta. Jadi, yang berprestasi tidak hanya diterima perguruan tinggi negeri. Tapi juga sudah akomodir di perguruan tinggi swasta. Hingga sekarang yang lulus sudah 26 orang,” terangnya.

Baca Juga :  Kwarcab Rembang Sabet Juara III Pramuka Peduli Award

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat dan kepala desa menagih janji soal beasiswa kuliah di universitas negeri secara gratis. Mereka minta OPD teknis terjun ke lapangan secara masif menyosialisasikan hingga mekanismenya.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang Kota, Sudarto di acara Musrenbangcam di Rembang. Pihaknya menyoroti seputar pendidikan. Khususnya terkait janji bupati.

”Saya ingat janji bupati. Bahwa kalau ada masyarakat yang memang pintar dan sekolah di universitas Negeri akan dibiayai Kabupaten. Ini ditagih oleh masyarakat. Oleh kepala desa. Itu cara pelaksanaannya monggo nanti bupati bisa terjunkan kepada masyarakat mungkin bagi kepala desa,” ujarnya. (noe/ali)

REMBANG – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen penuh memajukan pendidikan bagi putra-putri daerahnya. Hal itu terlihat, dari program yang telah direalisasikan. Diantaranya, pemberian beasiswa prestasi kepada 244 mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Forum Anak Beasiswa Kabupaten Rembang (Rembang FABs). Bahkan, 26 Mahasiswa telah lulus dari perguruan tinggi masing-masing.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menuturkan program ini sudah jalan hampir 5 tahun. Bahkan, setiap tahunnya ada sekira 50-60 orang yang diakomodir. Sudah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora).

Baca Juga : Sukseskan Program Gaspol-12, Dindikpora Rembang Gandeng 200 Mahasiswa FABs

”Jadi warga dari kalangan menengah ke bawah, berprestasi akan dibiayai perguruan tinggi manapun. Asal tidak jurusan Kedokteran. Itu jadi visinya,” ujarnya.

Sementara sekretaris Dindikpora, Achmad Sholchan menambahkan sesuai instruksi Bupati Rembang, sejak tahun 2017 sampai dengan 2021, Pemkab Rembang telah menyekolahkan 244 mahasiswa berprestasi.

“Dari berbagai perguruan tinggi negeri se-Indonesia. Se-pulau Jawa. Lalu, sejak 2021 ditambah dengan perguruan tinggi swasta. Jadi, yang berprestasi tidak hanya diterima perguruan tinggi negeri. Tapi juga sudah akomodir di perguruan tinggi swasta. Hingga sekarang yang lulus sudah 26 orang,” terangnya.

Baca Juga :  Sambang Sedulur Sikep, Semen Gresik Bantu Bibit hingga Nyengkuyung Gapura

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat dan kepala desa menagih janji soal beasiswa kuliah di universitas negeri secara gratis. Mereka minta OPD teknis terjun ke lapangan secara masif menyosialisasikan hingga mekanismenya.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang Kota, Sudarto di acara Musrenbangcam di Rembang. Pihaknya menyoroti seputar pendidikan. Khususnya terkait janji bupati.

”Saya ingat janji bupati. Bahwa kalau ada masyarakat yang memang pintar dan sekolah di universitas Negeri akan dibiayai Kabupaten. Ini ditagih oleh masyarakat. Oleh kepala desa. Itu cara pelaksanaannya monggo nanti bupati bisa terjunkan kepada masyarakat mungkin bagi kepala desa,” ujarnya. (noe/ali)

Most Read

Artikel Terbaru

/