25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Terkenal Angker, Pohon Trembesi di Pancur Rembang Ini Pantang Ditebang

REMBANG – Di Karasjajar, Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang memiliki spot yang ikonik. Yakni pohon trembesi dengan ukuran besar. Di sisi lain, lokasi ini juga memiliki cerita, jika ada yang sampai menebang bagian pohon ini, rumah yang bersangkutan akan terkena musibah.

Lokasi pohon itu dekat di area persawahan. Di sekitar juga ada rumah dan tempat produksi kerajinan batik tulis lasem. Akar pohon itu sampai nampak di permukaan tanah. Bercabang ke segala penjuru. Begitu juga dengan ranting-rantingnya. Menjalar sampai hampir menyentuh tanah.

Di dekat pohon juga ada punden yang terdapat makam. Saat Jawa Pos Radar Kudus di lokasi baru-baru ini, ada beberapa warga yang bersantai berbincang-bincang. Dari pernyataan mereka, tidak ada yang mengetahui persis usia pohin ini. Yang jelas sudah ratusan tahun.


Mereka juga mengatakan soal cerita yang sudah mengakar di masyarakat. Yakni warga sekitar tidak ada yang berani memotong atau menebang bagian pohon. Sebab, konon pernah ada yang mencoba, kemudian terkena musibah.

Salah satu warga kemudian memanggil Mbah Ihyas, untuk bercerita. Mbah Ihsan, salah satu tokoh yang dituakan. Pria berusia sekitar 70 tahun itu mengatakan, warga sekitaran sini memang tidak berani untuk menebang ranting atau bagian pohon ini. Konon, sesuai cerita yang berkembang, dulu ada yang berani melakukan itu kemudian rumah yang bersangkutan roboh, sehingga sampai sekarang warga pun tidak berani untuk mengambil kayu tersebut.

Baca Juga :  Antrean Cetak KTP di Rembang Tembus 1.535 Pemohon, Begini Masalahnya

“Rumahnya seperti dipindah,” katanya.

RIMBUN: Daun Pohon Trembesi di Karasjajar nampak hijau dan subur. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Saat ini pohon itu dibiarkan. Meskipun ranting sampai bercabang hingga hampir menyentuh tanah. Namun jika kayu yang sudah jatuh dengan sendirinya boleh diambil. Mbah Ihsan mengenang masa kecilnya. Kata dia, dulu sewaktu masih anak-anak pohon ini belum sebesar sekarang. Dia masih terkenang bisa bermain sepak bola yang dibuat dari dami di lokasi tersebut.

Ranting-ranting saat itu juga belum sampai menjulur. Selain Trembesi, ada juga sebutan lain untuk pohon ini seperti Meh atau Salobin. “Lain daerah beda penyebutan,” katanya.

Sampai sekarang, pohon ini tumbuh subur. Jika kemarau sempat gugur, namun seiring bergantinya musim daunnya kembali rimbun.

Selain soal pantangan memotong bagian pohon, ada juga cerita lain yang berkembang di masyarakat. Di dalam pohon itu, kata Mbah Ihsan, merupakan lemari yang berisi pusaka.

“Lemari, lemari itu isinya gaman,” ujarnya. (vah/mal)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Di Karasjajar, Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang memiliki spot yang ikonik. Yakni pohon trembesi dengan ukuran besar. Di sisi lain, lokasi ini juga memiliki cerita, jika ada yang sampai menebang bagian pohon ini, rumah yang bersangkutan akan terkena musibah.

Lokasi pohon itu dekat di area persawahan. Di sekitar juga ada rumah dan tempat produksi kerajinan batik tulis lasem. Akar pohon itu sampai nampak di permukaan tanah. Bercabang ke segala penjuru. Begitu juga dengan ranting-rantingnya. Menjalar sampai hampir menyentuh tanah.

Di dekat pohon juga ada punden yang terdapat makam. Saat Jawa Pos Radar Kudus di lokasi baru-baru ini, ada beberapa warga yang bersantai berbincang-bincang. Dari pernyataan mereka, tidak ada yang mengetahui persis usia pohin ini. Yang jelas sudah ratusan tahun.

Mereka juga mengatakan soal cerita yang sudah mengakar di masyarakat. Yakni warga sekitar tidak ada yang berani memotong atau menebang bagian pohon. Sebab, konon pernah ada yang mencoba, kemudian terkena musibah.

Salah satu warga kemudian memanggil Mbah Ihyas, untuk bercerita. Mbah Ihsan, salah satu tokoh yang dituakan. Pria berusia sekitar 70 tahun itu mengatakan, warga sekitaran sini memang tidak berani untuk menebang ranting atau bagian pohon ini. Konon, sesuai cerita yang berkembang, dulu ada yang berani melakukan itu kemudian rumah yang bersangkutan roboh, sehingga sampai sekarang warga pun tidak berani untuk mengambil kayu tersebut.

Baca Juga :  Brio Janda Asal Kragan Rembang Digondol Brimob Gadungan, Polisi: Kenal di Medsos

“Rumahnya seperti dipindah,” katanya.

RIMBUN: Daun Pohon Trembesi di Karasjajar nampak hijau dan subur. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Saat ini pohon itu dibiarkan. Meskipun ranting sampai bercabang hingga hampir menyentuh tanah. Namun jika kayu yang sudah jatuh dengan sendirinya boleh diambil. Mbah Ihsan mengenang masa kecilnya. Kata dia, dulu sewaktu masih anak-anak pohon ini belum sebesar sekarang. Dia masih terkenang bisa bermain sepak bola yang dibuat dari dami di lokasi tersebut.

Ranting-ranting saat itu juga belum sampai menjulur. Selain Trembesi, ada juga sebutan lain untuk pohon ini seperti Meh atau Salobin. “Lain daerah beda penyebutan,” katanya.

Sampai sekarang, pohon ini tumbuh subur. Jika kemarau sempat gugur, namun seiring bergantinya musim daunnya kembali rimbun.

Selain soal pantangan memotong bagian pohon, ada juga cerita lain yang berkembang di masyarakat. Di dalam pohon itu, kata Mbah Ihsan, merupakan lemari yang berisi pusaka.

“Lemari, lemari itu isinya gaman,” ujarnya. (vah/mal)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/