alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Jelang Pengisian Perangkat Desa di Rembang, Layanan SKCK Meningkat

REMBANG – Animo masyarakat kota garam untuk mengikuti perangkat desa terbilang tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya permintaan legalisir kependudukan. Termasuk rekom pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polsek.

Tercatat dalam pekan ini hampir 200 orang pemohon/hari yang mengurus di kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) setempat. Grafiknya meningkat pesat. Jika dibandingkan hari-hari normal.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus dilapangan, petugas Dindukcapil memproses sekira 150-an pemohon. Hal itu nampak sejak hari Senin-Selasa-Rabu dan Kamis. Baru berangsur menurun hari jumat. Sebab hanya sampai pukul 10.00.


Legalisir dua, akta kelahiran dan kartu keluarga (KK). Setiap orang bisa sampai 10 berkas dalam satu kepengurusan. Untuk mengurai antrean didirikan bilik khusus. Ada yang sifatnya penerimaaan dan pengambilan berkas.

Bilik ditempatkan diluar. Persisnya diareal tengah kantor. Sehingga tidak menggangu aktifitas pendaftaran. Begitupun selesai diproses pemohon langsung pulang. Dan itu bisa ditunggu dalam hitungan menit.

Beberapa momet khusus permintaan legalisir melonjak. Baik saat ada proses rekrutmen TNI-Polri maupun pengisian perangkat desa.

”Kita fokuskan bilik khusus. Pertama supaya lebih terfokus. Menghindari kerumunan dan petugas di front office tidak terlalu kewalahan legalisir melalui pendaftaran ini dan itu,” kata plt Kepala Dindukcapil Rembang, Lasmin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Masyarakat lebih senang berada diluar. Selain karena kondisi pandemi, sehingga pelayanan harus dibuat demikian. Sehingga semua terlayani dengan baik.

”Legalisir sesuai Permendagri nomor 108 tahun 2019 untuk dokumen yang sudah tanda tangan  eletronik dan KTP elektronik tidak dilegalisir. Kevalidanya sudah melebihi dari legalisir yang ada,” penekananya.

Baca Juga :  Anggota Kodim Rembang Digembleng Kemampuan Teritorial dan Intelter

Supaya tidak lama menunggu sistem dibenahi. Terkait tanda tangan didelegasikan pejabat terkait, sehingga sekali ada pemohonan bisa diproses. Sehingga begitu datang langsung bisa menerima berkas yang dibutuhkan. Supaya tidak terlalu jenuh menunggu.

Sebagai gambaran legalisir yang mengurus sampai ratusan. Yang menjadi masalah terkadang yang bisa dilegalisir adalah akta lahiran Rembang. sebab memiliki dokumenya. Tetapi untuk diluar daerah mustinya yang legalisir penerbit.

Namun Dinducapil lewat surat edaran Dirjen untuk memudahkan masyarakat legalisir terbuat luar daerah bisa diproses tempat domisili. Dengan catatan setelah mendapatkan rekomendasi keabsahan dari penerbit.

”Rekomendasi bisa dilakukan mungkin keluarga bisa disana memintakan surat. Lalu dikirimkan lewat digital via WA. Paling penting akta tercatat. Kalau tidak bisa diambill strategi lewat grup pencapil nusantara,” imbuhnya.

Terpisah Kapolsek Rembang Kota, AKP Didik Dwi Susanto membenarkan pembuatan SKCK juga mengalami peningkatan signifikan. Cukup ramai saat ada pengisian perangkat desa, sebab waktunya hampir bersamaan.

”Kalau hari biasa dibawah 10 pemohon, mungkin yang ingin kerja di pabrik atau perusahaan. Kalau perangkat sampai dibawah 30 pemohon yang minta rekom ke Polres. Pelayanan Senin sampai Jumat,” katanya.

Memang perangkat desa yang melamar belum tentu satu desa. Misalnya Padaran bisa mendaftar dari luar. Makanya SKCK dari Polsek memberikan rekom untuk di Polres. Karena pelamarnya beragam daerah. (him)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Animo masyarakat kota garam untuk mengikuti perangkat desa terbilang tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya permintaan legalisir kependudukan. Termasuk rekom pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polsek.

Tercatat dalam pekan ini hampir 200 orang pemohon/hari yang mengurus di kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) setempat. Grafiknya meningkat pesat. Jika dibandingkan hari-hari normal.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus dilapangan, petugas Dindukcapil memproses sekira 150-an pemohon. Hal itu nampak sejak hari Senin-Selasa-Rabu dan Kamis. Baru berangsur menurun hari jumat. Sebab hanya sampai pukul 10.00.

Legalisir dua, akta kelahiran dan kartu keluarga (KK). Setiap orang bisa sampai 10 berkas dalam satu kepengurusan. Untuk mengurai antrean didirikan bilik khusus. Ada yang sifatnya penerimaaan dan pengambilan berkas.

Bilik ditempatkan diluar. Persisnya diareal tengah kantor. Sehingga tidak menggangu aktifitas pendaftaran. Begitupun selesai diproses pemohon langsung pulang. Dan itu bisa ditunggu dalam hitungan menit.

Beberapa momet khusus permintaan legalisir melonjak. Baik saat ada proses rekrutmen TNI-Polri maupun pengisian perangkat desa.

”Kita fokuskan bilik khusus. Pertama supaya lebih terfokus. Menghindari kerumunan dan petugas di front office tidak terlalu kewalahan legalisir melalui pendaftaran ini dan itu,” kata plt Kepala Dindukcapil Rembang, Lasmin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Masyarakat lebih senang berada diluar. Selain karena kondisi pandemi, sehingga pelayanan harus dibuat demikian. Sehingga semua terlayani dengan baik.

”Legalisir sesuai Permendagri nomor 108 tahun 2019 untuk dokumen yang sudah tanda tangan  eletronik dan KTP elektronik tidak dilegalisir. Kevalidanya sudah melebihi dari legalisir yang ada,” penekananya.

Baca Juga :  Bupati Rembang Berharap Raperda Miras Digarap Serius

Supaya tidak lama menunggu sistem dibenahi. Terkait tanda tangan didelegasikan pejabat terkait, sehingga sekali ada pemohonan bisa diproses. Sehingga begitu datang langsung bisa menerima berkas yang dibutuhkan. Supaya tidak terlalu jenuh menunggu.

Sebagai gambaran legalisir yang mengurus sampai ratusan. Yang menjadi masalah terkadang yang bisa dilegalisir adalah akta lahiran Rembang. sebab memiliki dokumenya. Tetapi untuk diluar daerah mustinya yang legalisir penerbit.

Namun Dinducapil lewat surat edaran Dirjen untuk memudahkan masyarakat legalisir terbuat luar daerah bisa diproses tempat domisili. Dengan catatan setelah mendapatkan rekomendasi keabsahan dari penerbit.

”Rekomendasi bisa dilakukan mungkin keluarga bisa disana memintakan surat. Lalu dikirimkan lewat digital via WA. Paling penting akta tercatat. Kalau tidak bisa diambill strategi lewat grup pencapil nusantara,” imbuhnya.

Terpisah Kapolsek Rembang Kota, AKP Didik Dwi Susanto membenarkan pembuatan SKCK juga mengalami peningkatan signifikan. Cukup ramai saat ada pengisian perangkat desa, sebab waktunya hampir bersamaan.

”Kalau hari biasa dibawah 10 pemohon, mungkin yang ingin kerja di pabrik atau perusahaan. Kalau perangkat sampai dibawah 30 pemohon yang minta rekom ke Polres. Pelayanan Senin sampai Jumat,” katanya.

Memang perangkat desa yang melamar belum tentu satu desa. Misalnya Padaran bisa mendaftar dari luar. Makanya SKCK dari Polsek memberikan rekom untuk di Polres. Karena pelamarnya beragam daerah. (him)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/