alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Kasus PMK Turun, Pemkab Rembang Godok Aturan Khusus Pembukaan Kembali Pasar Hewan

REMBANG – Penurunan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Rembang ditindak lanjuti dengan rencana pengoperasian kembali pasar hewan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggodok pembukaan pasar hewan dengan Standard Operating Procedure (SOP) khusus.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan menyampaikan, pihaknya sudah rutin berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mengah (Dindahkop UKM) Rembang terkait dengan potensi pembukaan.

Saat ini, angka PMK dinilai sudah stabil. Hanya saja, angka vaksinasi masih rendah. Sekitar dua persen. Sehingga mengkhawatirkan apabila aktivitas lalu lintas hewan dibuka kembali.


”Kami berembuk mungkin menunggu vaksinasi tambah. Harapan kami 50 persen, tapi butuh waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Sambil menunggu itu, saat ini sedang akan dirembuk mekanisme pembukaan pasar hewan dengan SOP khusus. Supaya bisa mengurangi potensi penularan. Ia mengatakan, saat ini tidak ada ketentuan tertulis terkait prosedur pembukaan pasar hewan.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing UMKM, PLN UPT Semarang Jalin MoU dengan Pemkab Rembang

Dengan tingginya vaksinasi, Agus menjelaskan, bisa memberi kepastian ternak yang sudah kebal PMK. Sehingga jika di lalu lintas bisa mengurangi potensi penularan. ”Kami membuka alternative membuka pasar hewan dengan SOP Khusus. Yang itu harus disepakati dengan banyak pihak. Kami usulkan ke satgas kabupaten untuk bisa membahas itu,” katanya.

Sementara itu, tahapan vaksinasi PMK akan terus berlanjut. Melihat jumlah kasus, saat ini angka PMK di Rembang mengalami penurunan drastis. Beberapa waktu lalu sempat tembus sampai sekitar 5 ribuan, sekarang berada di angka sekitar 1.200-an.

”Sudah sembuh 3 ribu lebih. Hariannya tetap ada tambahan, cuma lebih terkendali. Tidak seperti dulu, saat ekstrem,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar akhir Mei kemarin diterbitkan edaran terkait penutupan sementara pasar hewan Kragan dan Pamotan. Mengingat saat itu terjadi lonjakan kasus PMK. Peningkatan penyebaran kasus selanjutnya dievaluasi secara berkala. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Penurunan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Rembang ditindak lanjuti dengan rencana pengoperasian kembali pasar hewan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggodok pembukaan pasar hewan dengan Standard Operating Procedure (SOP) khusus.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan menyampaikan, pihaknya sudah rutin berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mengah (Dindahkop UKM) Rembang terkait dengan potensi pembukaan.

Saat ini, angka PMK dinilai sudah stabil. Hanya saja, angka vaksinasi masih rendah. Sekitar dua persen. Sehingga mengkhawatirkan apabila aktivitas lalu lintas hewan dibuka kembali.

”Kami berembuk mungkin menunggu vaksinasi tambah. Harapan kami 50 persen, tapi butuh waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Sambil menunggu itu, saat ini sedang akan dirembuk mekanisme pembukaan pasar hewan dengan SOP khusus. Supaya bisa mengurangi potensi penularan. Ia mengatakan, saat ini tidak ada ketentuan tertulis terkait prosedur pembukaan pasar hewan.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Harbot Terguling di Sluke Rembang, Begini Kronologinya

Dengan tingginya vaksinasi, Agus menjelaskan, bisa memberi kepastian ternak yang sudah kebal PMK. Sehingga jika di lalu lintas bisa mengurangi potensi penularan. ”Kami membuka alternative membuka pasar hewan dengan SOP Khusus. Yang itu harus disepakati dengan banyak pihak. Kami usulkan ke satgas kabupaten untuk bisa membahas itu,” katanya.

Sementara itu, tahapan vaksinasi PMK akan terus berlanjut. Melihat jumlah kasus, saat ini angka PMK di Rembang mengalami penurunan drastis. Beberapa waktu lalu sempat tembus sampai sekitar 5 ribuan, sekarang berada di angka sekitar 1.200-an.

”Sudah sembuh 3 ribu lebih. Hariannya tetap ada tambahan, cuma lebih terkendali. Tidak seperti dulu, saat ekstrem,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar akhir Mei kemarin diterbitkan edaran terkait penutupan sementara pasar hewan Kragan dan Pamotan. Mengingat saat itu terjadi lonjakan kasus PMK. Peningkatan penyebaran kasus selanjutnya dievaluasi secara berkala. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru