alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Pertimbangan Keamanan, Festival Thong-Thonglek di Rembang Dikaji Ulang

REMBANG – Pelaksanaan festival thong-thonglek tahun 2022 di Rembang bakal dikaji ulang. Senin (25/4) dinas terkait belum berani mengambil keputusan, baik dari teknis keamanan hingga pelaksanaan. Padahal, jika melihat dari jadwal pelaksanaan. Festival khas Rembang itu tinggal menunggu hitungan hari.

Baca Juga : Razia Balap Liar, Polres Rembang Amankan 39 Kendaraan Roda Dua

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang belum berani berkomentar banyak terkait hal tersebut. Jelasnya, mengenai persiapan dan pelaksanaan masih dimatangkan. Nantinya, hasil rapat akan disampaikan apakah akan ditunda atau tetap dilaksanakan.


Kepala Dinbudpar Rembang, Mutaqin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus hingga H-2 belum berani memastikan. Terutama terkait pelaksanaan festival thong-thonglek pada 27-28 April 2022 itu. Termasuk ketika dimintai tanggapan seputar aksi tawuran apakah menjadi pertimbangan.

”Belum berani matur. Kami menunggu arahan dulu. Masih diproses, termasuk jadi atau tidak pelaksanaannya.” terangnya.

Baca Juga :  Keluarga Pelapor Kecewa Terdakwa Pencuri Kayu Dituntut 2 Bulan Penjara

Terpisah, Kabid Kebudayaan Dinbudpar Rembang Sulistiyowati saat dikonfirmasi hingga Senin (25/4) terkait peserta yang mendaftar telah ada 15 grup. Dimana rencana awalnya dibagi dua tahap. Hari pertama ada sembilan grup. Hari kedua ada enam grup yang akan pentas.

”Sudah rapat PPKM di ruang Sekda. Keputusan seperti apa nantinya masih dibahas. Sementara ini, untuk pesertanya sudah ada 15 grup,” imbuhnya.

Sebelumnya, rencana pengkajian itu mencuat menyusul adanya insiden tawuran antar pemuda saat sahur pada Minggu (24/4) dini hari kemarin. Dimana insiden yang terjadi di sebelah barat simpang Jaeni itu diketahui bermula saat parade sound system dan diiringi thong-thonglek.

Sementara itu, terkait insiden tawuran tersebut. Wakil Bupati Rembang, M Hanies Cholil Barro’ meminta pihak kepolisian untuk memberikan pengamanan yang lebih. Agar suasana tetap kondusif. Terlebih masih dalam suasana Ramadan. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Pelaksanaan festival thong-thonglek tahun 2022 di Rembang bakal dikaji ulang. Senin (25/4) dinas terkait belum berani mengambil keputusan, baik dari teknis keamanan hingga pelaksanaan. Padahal, jika melihat dari jadwal pelaksanaan. Festival khas Rembang itu tinggal menunggu hitungan hari.

Baca Juga : Razia Balap Liar, Polres Rembang Amankan 39 Kendaraan Roda Dua

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang belum berani berkomentar banyak terkait hal tersebut. Jelasnya, mengenai persiapan dan pelaksanaan masih dimatangkan. Nantinya, hasil rapat akan disampaikan apakah akan ditunda atau tetap dilaksanakan.

Kepala Dinbudpar Rembang, Mutaqin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus hingga H-2 belum berani memastikan. Terutama terkait pelaksanaan festival thong-thonglek pada 27-28 April 2022 itu. Termasuk ketika dimintai tanggapan seputar aksi tawuran apakah menjadi pertimbangan.

”Belum berani matur. Kami menunggu arahan dulu. Masih diproses, termasuk jadi atau tidak pelaksanaannya.” terangnya.

Baca Juga :  Keluarga Pelapor Kecewa Terdakwa Pencuri Kayu Dituntut 2 Bulan Penjara

Terpisah, Kabid Kebudayaan Dinbudpar Rembang Sulistiyowati saat dikonfirmasi hingga Senin (25/4) terkait peserta yang mendaftar telah ada 15 grup. Dimana rencana awalnya dibagi dua tahap. Hari pertama ada sembilan grup. Hari kedua ada enam grup yang akan pentas.

”Sudah rapat PPKM di ruang Sekda. Keputusan seperti apa nantinya masih dibahas. Sementara ini, untuk pesertanya sudah ada 15 grup,” imbuhnya.

Sebelumnya, rencana pengkajian itu mencuat menyusul adanya insiden tawuran antar pemuda saat sahur pada Minggu (24/4) dini hari kemarin. Dimana insiden yang terjadi di sebelah barat simpang Jaeni itu diketahui bermula saat parade sound system dan diiringi thong-thonglek.

Sementara itu, terkait insiden tawuran tersebut. Wakil Bupati Rembang, M Hanies Cholil Barro’ meminta pihak kepolisian untuk memberikan pengamanan yang lebih. Agar suasana tetap kondusif. Terlebih masih dalam suasana Ramadan. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/