26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Serap 25 Ribu Tenaga Kerja, Geliat Investasi di Rembang Tembus Rp 1,6 Triliun

REMBANG – Realisasi Investasi Kabupaten Rembang tahun 2022 hasilnya cukup menggembirakan. Data terbaru investasi mencapai Rp 1,6 triliun, dengan serapan tenaga kerja 25.042 tenaga kerja dan menumbuhkan pelaku usaha baru 3.655 pelaku usaha.

Baca Juga : Gasak Aki Kendaraan di Sejumlah SPBU, Warga Kragan Rembang Ini Dibekuk Polisi

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rembang, Imung Tri Wijayanti menyebutkan kinerja investasi dapat dibilang sangat bagus, karena mengingat perolehannya di tengah pandemi Covid-19 dan di tengah perekonomian global yang sedang tidak baik. “Realisasi investasi sebesar Rp 1.654.832.953.562,” ujarnya.


Total investasi yang dibukukan tersebut terbagi dua. Pertama atas realisasi investasi Usaha Mikro Kecil (UMK) sebesar Rp 781.410.757.278 dan Non UMK sebesar Rp 873.422.196.284. “Dengan total potensi serapan tenaga kerja sebanyak 25.042 tenaga kerja.

Hal itu menjadikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Rembang turun sebesar 1,91 persen menjadi 1,76 persen dari 3,67 persen pada tahun 2021,” terangnya.

Kinerja investasi tahun 2022 juga mencatat tumbuhnya pelaku usaha baru sebanyak 3.655 pelaku usaha dengan dominasi pelaku UMK sebanyak 3.635 pelaku usaha dan pelaku Non UMK sebanyak 20 pelaku usaha yang tersebar di 14 kecamatan.

Baca Juga :  Pemkab Jepara Nilai Ada Ketidaksinkronan Data Pemetaan RTRW dengan BPN

Imung menambahkan ada lima besar sektor usaha penyumbang realisasi investasi, sektor industri mineral non logam, sektor Jasa sektor perdagangan dan reparasi, sektor Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki dan sektor konstruksi. (baca grafis)

Sedangkan lima besar sektor usaha yang berpotensi menyerap tenaga kerja paling tinggi adalah pada sektor perdagangan dan reparasi sebanyak 7.082 tenaga kerja, sektor industri barang dari kulit dan alas kaki sebanyak 3.672 tenaga kerja, sektor industri makanan sebanyak 3.421 tenaga kerja, sektor jasa lainnya sebanyak 3.141 tenaga kerja dan sektor konstruksi sebanyak 1.218 tenaga kerja.

“Ini jadi sejarah baru dalam capaian angka pengangguran terbukanya sebesar 1,76 persen dengan peringkat teratas yang memiliki tingkat pengangguran terbuka terkecil di Jawa Tengah,” katanya.

Menurutnya dalam kurun waktu lima tahun terakhir, realisasi investasi di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan hadirnya perusahaan besar yang memberikan dampak ekonomi yang luas di Kabupaten Rembang seperti PT Semen Gresik, PT. Pembangkitan Jawa – Bali, PT Omya Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Kelola Biotech, International, PT Handal Sukses Karya, dan PT Heng Xuan International. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Realisasi Investasi Kabupaten Rembang tahun 2022 hasilnya cukup menggembirakan. Data terbaru investasi mencapai Rp 1,6 triliun, dengan serapan tenaga kerja 25.042 tenaga kerja dan menumbuhkan pelaku usaha baru 3.655 pelaku usaha.

Baca Juga : Gasak Aki Kendaraan di Sejumlah SPBU, Warga Kragan Rembang Ini Dibekuk Polisi

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rembang, Imung Tri Wijayanti menyebutkan kinerja investasi dapat dibilang sangat bagus, karena mengingat perolehannya di tengah pandemi Covid-19 dan di tengah perekonomian global yang sedang tidak baik. “Realisasi investasi sebesar Rp 1.654.832.953.562,” ujarnya.

Total investasi yang dibukukan tersebut terbagi dua. Pertama atas realisasi investasi Usaha Mikro Kecil (UMK) sebesar Rp 781.410.757.278 dan Non UMK sebesar Rp 873.422.196.284. “Dengan total potensi serapan tenaga kerja sebanyak 25.042 tenaga kerja.

Hal itu menjadikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Rembang turun sebesar 1,91 persen menjadi 1,76 persen dari 3,67 persen pada tahun 2021,” terangnya.

Kinerja investasi tahun 2022 juga mencatat tumbuhnya pelaku usaha baru sebanyak 3.655 pelaku usaha dengan dominasi pelaku UMK sebanyak 3.635 pelaku usaha dan pelaku Non UMK sebanyak 20 pelaku usaha yang tersebar di 14 kecamatan.

Baca Juga :  Digelontor Rp 120 Miliar, Jalan Pantura Kaliori-Sarang akan Diperbaiki, Ini Jadwalnya

Imung menambahkan ada lima besar sektor usaha penyumbang realisasi investasi, sektor industri mineral non logam, sektor Jasa sektor perdagangan dan reparasi, sektor Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki dan sektor konstruksi. (baca grafis)

Sedangkan lima besar sektor usaha yang berpotensi menyerap tenaga kerja paling tinggi adalah pada sektor perdagangan dan reparasi sebanyak 7.082 tenaga kerja, sektor industri barang dari kulit dan alas kaki sebanyak 3.672 tenaga kerja, sektor industri makanan sebanyak 3.421 tenaga kerja, sektor jasa lainnya sebanyak 3.141 tenaga kerja dan sektor konstruksi sebanyak 1.218 tenaga kerja.

“Ini jadi sejarah baru dalam capaian angka pengangguran terbukanya sebesar 1,76 persen dengan peringkat teratas yang memiliki tingkat pengangguran terbuka terkecil di Jawa Tengah,” katanya.

Menurutnya dalam kurun waktu lima tahun terakhir, realisasi investasi di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan hadirnya perusahaan besar yang memberikan dampak ekonomi yang luas di Kabupaten Rembang seperti PT Semen Gresik, PT. Pembangkitan Jawa – Bali, PT Omya Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Kelola Biotech, International, PT Handal Sukses Karya, dan PT Heng Xuan International. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru