alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Oknum ASN Dinbudpar Jadi Tersangka Korupsi Taman Kartini Rembang

REMBANG – Oknum aparatur sipil negara dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang tersandung kasus korupsi. Penyelewengan ini sebelumnya sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang penggelapan retribusi. Pemkab Rembang sudah memberikan rekomendasi, namun tak digubris.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, saat ini Polres Rembang telah menetapkan satu orang tersangka berinisial MR. Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi penggelapan uang retribusi Taman Rekreasi Pantai Kartini pada Dinbudpar Rembang. Pada tahun anggaran 2019 sampai dengan 2021. Dengan total kerugian negara sekitar Rp 113 Juta.

Menanggapi perkara ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum dan tidak akan ada intervensi dalam perkara ini. Apapun hasil dari proses tersebut, Pemkab akan mengikuti.

Baca Juga :  Asyik! Pariwisata Di Rembang Boleh Dibuka

Hafidz menjelaskan, bahwa retribusi yang dimaksud memang tidak pernah disetorkan kepada Pemkab Rembang. Selain itu, lanjut Hafidz, sebelumnya juga sudah menjadi penemuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kemudian, pihaknya mengaku sudah menyampaikan rekomendasi tersebut. Agar bisa mengembalikan dalam kurun waktu dua bulan.

“Ruang untuk pengembalian sudah ada dua bulan. Tetapi kami surati tidak mau menyelesaikan. Semua rekomendasi sudah kami beri semua,” jelasnya.

Disinggung terkait tindak disiplin kepada ASN yang bersangkutan, Hafidz menegaskan, apabila sudah terbukti, maka akan diberhentikan dengan tidak hormat. “Kalau sudah pidana khusus ya sudah tidak ada ampun,” imbuhnya

Menurutnya, penyelewengan itu bisa terjadi karena sistem dan integritas yang bersangkutan. “Integritas, sistim, budaya harus masuk semua kalau harus masuk kalau tidak ingin ada penyimpangan,” jelasnya. (vah/khim)

REMBANG – Oknum aparatur sipil negara dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang tersandung kasus korupsi. Penyelewengan ini sebelumnya sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang penggelapan retribusi. Pemkab Rembang sudah memberikan rekomendasi, namun tak digubris.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, saat ini Polres Rembang telah menetapkan satu orang tersangka berinisial MR. Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi penggelapan uang retribusi Taman Rekreasi Pantai Kartini pada Dinbudpar Rembang. Pada tahun anggaran 2019 sampai dengan 2021. Dengan total kerugian negara sekitar Rp 113 Juta.

Menanggapi perkara ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum dan tidak akan ada intervensi dalam perkara ini. Apapun hasil dari proses tersebut, Pemkab akan mengikuti.

Baca Juga :  Ini Alasan Polisi Belum Tahan Tersangka Korupsi Retribusi Taman Kartini

Hafidz menjelaskan, bahwa retribusi yang dimaksud memang tidak pernah disetorkan kepada Pemkab Rembang. Selain itu, lanjut Hafidz, sebelumnya juga sudah menjadi penemuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kemudian, pihaknya mengaku sudah menyampaikan rekomendasi tersebut. Agar bisa mengembalikan dalam kurun waktu dua bulan.

“Ruang untuk pengembalian sudah ada dua bulan. Tetapi kami surati tidak mau menyelesaikan. Semua rekomendasi sudah kami beri semua,” jelasnya.

Disinggung terkait tindak disiplin kepada ASN yang bersangkutan, Hafidz menegaskan, apabila sudah terbukti, maka akan diberhentikan dengan tidak hormat. “Kalau sudah pidana khusus ya sudah tidak ada ampun,” imbuhnya

Menurutnya, penyelewengan itu bisa terjadi karena sistem dan integritas yang bersangkutan. “Integritas, sistim, budaya harus masuk semua kalau harus masuk kalau tidak ingin ada penyimpangan,” jelasnya. (vah/khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/