25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Pedagang Kreatif Lasem Rembang Iuran Bangun Sendiri Saluran Air, Ini Tanggapan Dinas

REMBANG – Saluran pembuangan air untuk dagangan basah masih belum terbangun di semua kios di Pasar Kreatif Lasem, Rembang. Para pedagang harus iuran untuk membangun sendiri.

Di Pasar Kreatif sendiri memiliki sekitar 143 kios. 25 di antaranya diperuntukkan untuk dagangan basah. Namun, belum semuanya dilengkapi saluran air.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Dindagkop UKM) Rembang  Mahfudz menyampaikan, dari pengerjaan proyek memang tidak membangun saluran air untuk kios dagangan basah.


Sebab, kata Mahfudz, sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dari proyek tersebut. Sehingga, pembangunan saluran air pada kios-kios lainnya memang tidak masuk dalam penganggaran. Mahfudz, menjelaskan dari 25 los basah hanya tersedia 15 saluran.

Baca Juga :  Ngopi Gayeng dan Diskusi Dana Bagi Hasil Cukai Rp 29 Miliar, Bupati: 2023 Rembang Padhang Jingglang

”Itu (pembangunan saluran di 10 kios, Red) tidak masuk penganggaran mereka. Jadi dari 25 los basah itu hanya tersedia 15 yang ada saluran PDAM nya, kran airnya, ada pembuangan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Mahfudz, sudah ada solusi untuk masalah itu. Untuk pembangunan aliran air, saat ini sudah diatasi dengan kerja sama antara pedagang basah dan pemborong. Para pedagang iuran, selanjutnya pemborong membantu untuk melaksankan pembangunan.

”Sudah, kemarin diatasi dengan kerja sama pedagang basah urunan. Kemudian pemborong membantu untuk membuatkan jaringan pembuangan,” katanya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Saluran pembuangan air untuk dagangan basah masih belum terbangun di semua kios di Pasar Kreatif Lasem, Rembang. Para pedagang harus iuran untuk membangun sendiri.

Di Pasar Kreatif sendiri memiliki sekitar 143 kios. 25 di antaranya diperuntukkan untuk dagangan basah. Namun, belum semuanya dilengkapi saluran air.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Dindagkop UKM) Rembang  Mahfudz menyampaikan, dari pengerjaan proyek memang tidak membangun saluran air untuk kios dagangan basah.

Sebab, kata Mahfudz, sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dari proyek tersebut. Sehingga, pembangunan saluran air pada kios-kios lainnya memang tidak masuk dalam penganggaran. Mahfudz, menjelaskan dari 25 los basah hanya tersedia 15 saluran.

Baca Juga :  Jalan Pati-Rembang Macet Parah, Pengendara Diimbau Cari Jalan Alternatif

”Itu (pembangunan saluran di 10 kios, Red) tidak masuk penganggaran mereka. Jadi dari 25 los basah itu hanya tersedia 15 yang ada saluran PDAM nya, kran airnya, ada pembuangan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Mahfudz, sudah ada solusi untuk masalah itu. Untuk pembangunan aliran air, saat ini sudah diatasi dengan kerja sama antara pedagang basah dan pemborong. Para pedagang iuran, selanjutnya pemborong membantu untuk melaksankan pembangunan.

”Sudah, kemarin diatasi dengan kerja sama pedagang basah urunan. Kemudian pemborong membantu untuk membuatkan jaringan pembuangan,” katanya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/