alexametrics
31 C
Kudus
Saturday, June 4, 2022

Pembongkaran Pagar Masjid Lasem Mendapat Penolakan, Ini Reaksi Pemkab

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang siap melakukan diskusi atas aksi penolakan pembongkaran pagar masjid Lasem dan pemanfaatan lahan parkir di kompleks makam oleh Aliansi Masyarakat Santri (Amanat) Lasem ditanggapi Pemkab Rembang. Hal tersebut disampaikan Asisten II Sekda Rembang, Mardi.

”Ada masukan perlu kita tindaklanjuti. Dirembug bareng pihak-pihak terkait. Mencari solusi yang terbaik,” ungkap Mardi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus menanggapi tuntutan dan masukan dari Amanat Lasem.

Mardi menyebutkan memang perlu ada kajian bersama soal Detail Engineering Design (DED). Ketika ada masukan seperti itu nanti akan ditindaklanjuti. Dibahas. Nanti hasilnya seperti apa menunggu.


Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Rembang itu jika tidak menyimpang dari proses penataan Lasem kota pusaka tidak apa-apa. Ia mengakui ada objek-objek perlu pengamanan. Misalnya pagar. Mungkin kalau harus ada disesuaikan. Bagaimana mencerminkan Lasem Kota Pusaka.

”Nanti tetap dibahas. Dengan pihak pelaksana pekerjaan. Dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) juga disampaikan kesana,” imbuhnya.

Tak hanya pagar masjid. Ia pun menyebutkan seputar parkir di kompleks makam juga akan dibicarakan. Masukan-masukan juga diperhatikan. Karena memang salah satu yang masih agak perlu fokus bagaimana mencari kantong parkir pengunjung di Lasem. Sebab tidak boleh parkir di sepanjang jalan. Sementara yang sudah siap adalah di basement pasar. Dan lingkungan masjid.

Baca Juga :  Bupati Rembang: Perbaikan Jalan Alternatif Rembang-Pati Pakai Dana Darurat

“Kalau ada masukan akan diskusikan. Selanjutnya dibahas dengan pelaksananya atau pihak terkait. Dicarikan alternatif-alternatif tempat parkir yang lain,” bebernya.

Ia menambahkan dari pihak desa sudah menyediakan. Dari Sumbergirang, Lasem. Ada tempat yang mungkin bisa digunakan. Sama juga di Karangturi.

“Masih proses terus. Memang masukan perlu. Penataan jangan sampai merugikan atau istilahnya memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Sedapat mungkin meminimalisir. Tapi peruntukan manfaat untuk Lasem dan Rembang secara umum lebih baik,” ungkapnya.

Informasi dari Takmir Masjid Jami Lasem. Renovasi masjid Jami Lasem menjadi bagian terpenting dari proyek pembangunan Lasem Kota Pusaka yang bertujuan membangun kembali ingatan atas sejarah kejayaan Lasem masa lampau.

Soal pembongkaran pagar masjid, apakah dibongkar, dipertahankan atau direnovasi. Sesuai desain awalnya memang dibongkar, agar serasi dengan desain umumnya penataan alun-alun.Namun sejak awal pekerjaan proyek, atas pertimbangan A dan B, sepakat untuk mempertahankan pagar. Tetapi dengan berjalannya waktu, muncul pertimbangan A, B, C dan bahkan D. Akhirnya, muncul desain renovasi pagar masjid yang bertumpu pada harmoni sejarah. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang siap melakukan diskusi atas aksi penolakan pembongkaran pagar masjid Lasem dan pemanfaatan lahan parkir di kompleks makam oleh Aliansi Masyarakat Santri (Amanat) Lasem ditanggapi Pemkab Rembang. Hal tersebut disampaikan Asisten II Sekda Rembang, Mardi.

”Ada masukan perlu kita tindaklanjuti. Dirembug bareng pihak-pihak terkait. Mencari solusi yang terbaik,” ungkap Mardi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus menanggapi tuntutan dan masukan dari Amanat Lasem.

Mardi menyebutkan memang perlu ada kajian bersama soal Detail Engineering Design (DED). Ketika ada masukan seperti itu nanti akan ditindaklanjuti. Dibahas. Nanti hasilnya seperti apa menunggu.

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Rembang itu jika tidak menyimpang dari proses penataan Lasem kota pusaka tidak apa-apa. Ia mengakui ada objek-objek perlu pengamanan. Misalnya pagar. Mungkin kalau harus ada disesuaikan. Bagaimana mencerminkan Lasem Kota Pusaka.

”Nanti tetap dibahas. Dengan pihak pelaksana pekerjaan. Dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) juga disampaikan kesana,” imbuhnya.

Tak hanya pagar masjid. Ia pun menyebutkan seputar parkir di kompleks makam juga akan dibicarakan. Masukan-masukan juga diperhatikan. Karena memang salah satu yang masih agak perlu fokus bagaimana mencari kantong parkir pengunjung di Lasem. Sebab tidak boleh parkir di sepanjang jalan. Sementara yang sudah siap adalah di basement pasar. Dan lingkungan masjid.

Baca Juga :  Sarpras Madrasah di Rembang Ambyar, Warga Curhat ke Medsos

“Kalau ada masukan akan diskusikan. Selanjutnya dibahas dengan pelaksananya atau pihak terkait. Dicarikan alternatif-alternatif tempat parkir yang lain,” bebernya.

Ia menambahkan dari pihak desa sudah menyediakan. Dari Sumbergirang, Lasem. Ada tempat yang mungkin bisa digunakan. Sama juga di Karangturi.

“Masih proses terus. Memang masukan perlu. Penataan jangan sampai merugikan atau istilahnya memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Sedapat mungkin meminimalisir. Tapi peruntukan manfaat untuk Lasem dan Rembang secara umum lebih baik,” ungkapnya.

Informasi dari Takmir Masjid Jami Lasem. Renovasi masjid Jami Lasem menjadi bagian terpenting dari proyek pembangunan Lasem Kota Pusaka yang bertujuan membangun kembali ingatan atas sejarah kejayaan Lasem masa lampau.

Soal pembongkaran pagar masjid, apakah dibongkar, dipertahankan atau direnovasi. Sesuai desain awalnya memang dibongkar, agar serasi dengan desain umumnya penataan alun-alun.Namun sejak awal pekerjaan proyek, atas pertimbangan A dan B, sepakat untuk mempertahankan pagar. Tetapi dengan berjalannya waktu, muncul pertimbangan A, B, C dan bahkan D. Akhirnya, muncul desain renovasi pagar masjid yang bertumpu pada harmoni sejarah. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/