alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Kejari Usut Dugaan Korupsi di Gegersimo dan Sridadi Rembang

REMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang sedang memasukkan dua desa dalam list pemeriksaan Pidana Khusus (Pidsus). Satu desa sudah disidangkan terkait dugaan tindak pidana korupsi, satu lagi sedang tahap penyelidikan.

Desa pertama adalah Gegersimo, Kecamatan Pamotan. Yang beberapa waktu lalu telah ditetapkan empat orang tersangka. Mereka terlibat dalam dugaan tipikor pembangunan embung di Desa Gegersimo. “Dari perkembang menjadi empat tersangka. Saat ini sedang disidangkan tahap pemeriksaan saksi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Wisnu M Wibowo.

Dari perhitungan Inspektorat, lanjut Wisnu, perkara ini mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 107 Juta.


“Perhitungan dari inspektorat,” imbuhnya.

Selain dugaan korupsi pembangunan embung Gegersimo, saat ini pihaknya juga melaksanakan penyelidikan penyelidikan terkait dengan rehabilitasi jembatan di Desa Sridadi, Kecamtan Kota Rembang. Wisnu menyampaikan, pihaknya sedang sedang memintakan bantuan pemeriksaan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang. Hingga kemarin (21/9) masih belum ada penetapan tersangka dalam penyelidikan ini

Baca Juga :  Kasus Investasi Bodong di Rembang, Korban: Awalnya Amanah, Delapan Bulan Terakhir Menghilang

“Saya belum bisa sampaikan karena konteksnya penyelidikan. Nanti kalau naik ke penyidikan baru kami rilis,” katanya.

“Di samping itu kami juga bekerja sama dengan inspektorat untuk menentukan jumlah kerugian negara,” menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, dari data capaian Pidsus Kejari Rembang dari Bulan Januari sampai dengan September ditemukan korupsi sekitar Rp 980 Juta. Diantaranya ada tindak pidana korupsi kegiatan penyimpangan simpan pinjam perempuan Desa Ketangi tahun anggaran 2015-2016 yang dilakukan oleh dua terpidana. Kasus ini menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 370 juta. Ada dua terpidana sudah dijebloskan ke penjara.

Selain itu juga ada perkara di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, terkait pengelolaan uang ketersediaan di DKK Rembang tahun anggaran 2018. Hal itu diketahui saat penutupan kas akhir 2018 ditemukan adanya sisa kelebihan kas sebesar Rp 275 juta. Ada satu PNS telah dipidana 4 tahun penjara. Kasus ini menimbulkan kerugian negara Rp 276 Juta. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang sedang memasukkan dua desa dalam list pemeriksaan Pidana Khusus (Pidsus). Satu desa sudah disidangkan terkait dugaan tindak pidana korupsi, satu lagi sedang tahap penyelidikan.

Desa pertama adalah Gegersimo, Kecamatan Pamotan. Yang beberapa waktu lalu telah ditetapkan empat orang tersangka. Mereka terlibat dalam dugaan tipikor pembangunan embung di Desa Gegersimo. “Dari perkembang menjadi empat tersangka. Saat ini sedang disidangkan tahap pemeriksaan saksi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Wisnu M Wibowo.

Dari perhitungan Inspektorat, lanjut Wisnu, perkara ini mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 107 Juta.

“Perhitungan dari inspektorat,” imbuhnya.

Selain dugaan korupsi pembangunan embung Gegersimo, saat ini pihaknya juga melaksanakan penyelidikan penyelidikan terkait dengan rehabilitasi jembatan di Desa Sridadi, Kecamtan Kota Rembang. Wisnu menyampaikan, pihaknya sedang sedang memintakan bantuan pemeriksaan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang. Hingga kemarin (21/9) masih belum ada penetapan tersangka dalam penyelidikan ini

Baca Juga :  Distribusi Bansos Rembang: Tak Perlu Gesek, Lima Menit Uang Bisa Cair

“Saya belum bisa sampaikan karena konteksnya penyelidikan. Nanti kalau naik ke penyidikan baru kami rilis,” katanya.

“Di samping itu kami juga bekerja sama dengan inspektorat untuk menentukan jumlah kerugian negara,” menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, dari data capaian Pidsus Kejari Rembang dari Bulan Januari sampai dengan September ditemukan korupsi sekitar Rp 980 Juta. Diantaranya ada tindak pidana korupsi kegiatan penyimpangan simpan pinjam perempuan Desa Ketangi tahun anggaran 2015-2016 yang dilakukan oleh dua terpidana. Kasus ini menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 370 juta. Ada dua terpidana sudah dijebloskan ke penjara.

Selain itu juga ada perkara di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, terkait pengelolaan uang ketersediaan di DKK Rembang tahun anggaran 2018. Hal itu diketahui saat penutupan kas akhir 2018 ditemukan adanya sisa kelebihan kas sebesar Rp 275 juta. Ada satu PNS telah dipidana 4 tahun penjara. Kasus ini menimbulkan kerugian negara Rp 276 Juta. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/