alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Diverifikasi, Jenis Bantuan untuk Anak Yatim Piatu Malah Tak Jelas

REMBANG – Tim Kementerian Sosial (Kemensos) datang langsung ke Rembang. Selama empat hari, mereka melakukan verifikasi data anak yatim yang diusulkan untuk menerima bantuan.

Kemensos telah meminta daerah untuk mengirimkan data anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19. Sehubungan dengan anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19, maka Dinas terkait diminta untuk mengirimkan data. Data tersebut selanjutnya akan digunakan untuk memberikan dukungan.

Kemarin, kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang Nasaton Rofiq menyampaikan, sudah ada dua orang tim verifikator. Mereka telah bergerak di kecamatan Pamotan, Kragan, dan Rembang.


Sebelumnya Dinsos PPKB Rembang telah mengirimkan data dari kepada Kemensos sejumlah 387 anak. Yang selanjutnya akan diverifikasi terkait kondisi real di lapangan oleh tim verifikator. “Kami dikasih waktu empat hari. Jumat data masuk di kementrian,” katanya.

Disinggung rencana kuota  bantuan anak yatim yang akan diberikan kepada Rembang, pihaknya masih belum mengetahui pasti. Sebab, kata Nasaton, dalam ketentuan tertulis anak yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Perayaan Imlek di Kelenteng Cu An Kiong Rembang Berlangsung Khidmat

“Tidak mengatakan bagi yang mampu dan tidak mampu. Teman-teman ini door to door,” katanya.

Terkait, jenis bantuan yang akan didapat nanti, pihak Dinsos juga belum mengetahui pasti. Rofiq mengaku hanya diminta untuk mengirimkan data. “Dari kementerian kami belum tahu bentuknya apa. Yang jelas diberi bantuan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pemkab Rembang juha sudah menganggarkan bantuan untuk anak yatim sekitar Rp 1,1 Miliar. Dan, beberapa waktu lalu sudah disalurkan kepada 2.686 anak, 64 anak diantaranya orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19. Data tersebut diverifikasi sekitar Juni lalu.

Setiap tahun, pemerintah menganggarkan untuk penyaluran bantuan kepada anak yatim. Masing-masing anak mendapatkan Rp 400 ribu. Dengan ketentuan, dari keluarga kurang mampu dan maksimal berusia 15 tahun. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Tim Kementerian Sosial (Kemensos) datang langsung ke Rembang. Selama empat hari, mereka melakukan verifikasi data anak yatim yang diusulkan untuk menerima bantuan.

Kemensos telah meminta daerah untuk mengirimkan data anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19. Sehubungan dengan anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19, maka Dinas terkait diminta untuk mengirimkan data. Data tersebut selanjutnya akan digunakan untuk memberikan dukungan.

Kemarin, kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang Nasaton Rofiq menyampaikan, sudah ada dua orang tim verifikator. Mereka telah bergerak di kecamatan Pamotan, Kragan, dan Rembang.

Sebelumnya Dinsos PPKB Rembang telah mengirimkan data dari kepada Kemensos sejumlah 387 anak. Yang selanjutnya akan diverifikasi terkait kondisi real di lapangan oleh tim verifikator. “Kami dikasih waktu empat hari. Jumat data masuk di kementrian,” katanya.

Disinggung rencana kuota  bantuan anak yatim yang akan diberikan kepada Rembang, pihaknya masih belum mengetahui pasti. Sebab, kata Nasaton, dalam ketentuan tertulis anak yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Eks Direktur BUMD Rembang Tersangka Korupsi, Pemkab Hormati Proses Hukum

“Tidak mengatakan bagi yang mampu dan tidak mampu. Teman-teman ini door to door,” katanya.

Terkait, jenis bantuan yang akan didapat nanti, pihak Dinsos juga belum mengetahui pasti. Rofiq mengaku hanya diminta untuk mengirimkan data. “Dari kementerian kami belum tahu bentuknya apa. Yang jelas diberi bantuan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pemkab Rembang juha sudah menganggarkan bantuan untuk anak yatim sekitar Rp 1,1 Miliar. Dan, beberapa waktu lalu sudah disalurkan kepada 2.686 anak, 64 anak diantaranya orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19. Data tersebut diverifikasi sekitar Juni lalu.

Setiap tahun, pemerintah menganggarkan untuk penyaluran bantuan kepada anak yatim. Masing-masing anak mendapatkan Rp 400 ribu. Dengan ketentuan, dari keluarga kurang mampu dan maksimal berusia 15 tahun. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/