alexametrics
25.5 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

BKD Rembang Tak Buka Pelayanan Tatap Muka

REMBANG, – Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang tidak menerima pelayanan tatap muka. Untuk konsultasi sementara waktu dibuka secara online. Kebijakan ini ditempuh untuk keselamatan para pegawai.

Kepala BKD Rembang Suparmin menyebutkan banyak pelayanan yang sudah online. Namun tetap saja ada yang datang di kantor, karena kurang marem. Namun untuk sementara karena ada beberapa pegawai yang terpapar Covid-19 pelayanan dibuka secara online. “Konsultasi hingga bawa berkas sementara kami tutup. Tidak menerima tamu dan ada layanan tatap muka. Jadi hanya online,” tegasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (22/6).

Suparmin menyebutkan pihaknya sudah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Mikro (PPKM). Pegawai yang masuk juga sudah 25 persen. Namun masih saja kebobolan. Saat ini BKD Rembang ada enam orang terpapar Covid-19, dua orang keluarganya. Jadi delapan. Pihaknya tak bisa mendeteksi sebab banyak tamu tidak mengetahui dari mana, apakah membawa virus atau tidak. Sehingga kebijakan menjaga keselamatan karyawan ini  diterapkan sampai batas waktu yang ditentukan.


“Sepanjang sudah normal kembali tatap muka. Jadi sifatnya menyesuaikan kondisi wilayah dan edaran PPKM. Kami sebenarnya sudah menerapkan PPKM kemarin-kemarin. Cuma teman-teman banyak yang terpapar,” ujarnya.

Baca Juga :  Adik Gus Baha' Jabat Ketua PPP Remban

Ia mengakui puluhan orang biasanya datang ke BKD Rembang. Terakhir kenaikan pangkat, bisa tanpa berkas. Namun banyak juga yang berkonsultasi. Misalnya perceraian, harus dipanggil dahulu. Staf pensiun, Taspen, THT (tabungan hari tua), karis (kartu istri) dan Karsu (kartu suami) dan sebagainya.

“Berkala maupun mutasi, promosi banyak yang datang ke BKD. Hal seperti itu mau tidak mau masih memungkinkan tatap muka. Dalam sehari saja tidak kurang puluhan orang datang ke kantor setempat. Jika kenaikan pangkat periode sudah pasti. Oktober dan April, satu bulan sebelumnya banyak persyaratan dipenuhi. Ada izin belajar, tugas belajar, pensiun. Hal semacam itu masih memungkinkan tatap muka. Sedangkan jumlahnya puluhan orang,” terangnya.

Terkait antisipasi sebenarnya BKD sudah menerapkan sesuai standar. Tidak ada tamu yang masuk ke bidang masing-masing. Misalnya mengurus pensiun atau kenaikan pangkat sudah ada petugas yang bisa ditemui.

“Jadi sejak Covid-19 tidak ada tamu yang boleh masuk. Cuma masih ada yang terpapar, sehingga harus ekstra lagi. Apalagi berkas juga sudah dipanasi. Menggunakan alat khusus, dengan temperatur sampai 60 derajat. Ternyata masih saja jebol,” imbuhnya.






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG, – Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang tidak menerima pelayanan tatap muka. Untuk konsultasi sementara waktu dibuka secara online. Kebijakan ini ditempuh untuk keselamatan para pegawai.

Kepala BKD Rembang Suparmin menyebutkan banyak pelayanan yang sudah online. Namun tetap saja ada yang datang di kantor, karena kurang marem. Namun untuk sementara karena ada beberapa pegawai yang terpapar Covid-19 pelayanan dibuka secara online. “Konsultasi hingga bawa berkas sementara kami tutup. Tidak menerima tamu dan ada layanan tatap muka. Jadi hanya online,” tegasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (22/6).

Suparmin menyebutkan pihaknya sudah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Mikro (PPKM). Pegawai yang masuk juga sudah 25 persen. Namun masih saja kebobolan. Saat ini BKD Rembang ada enam orang terpapar Covid-19, dua orang keluarganya. Jadi delapan. Pihaknya tak bisa mendeteksi sebab banyak tamu tidak mengetahui dari mana, apakah membawa virus atau tidak. Sehingga kebijakan menjaga keselamatan karyawan ini  diterapkan sampai batas waktu yang ditentukan.

“Sepanjang sudah normal kembali tatap muka. Jadi sifatnya menyesuaikan kondisi wilayah dan edaran PPKM. Kami sebenarnya sudah menerapkan PPKM kemarin-kemarin. Cuma teman-teman banyak yang terpapar,” ujarnya.

Baca Juga :  Jateng Zona Resiko Sedang di Jateng Tinggal Tiga Daerah, Sisanya Rendah

Ia mengakui puluhan orang biasanya datang ke BKD Rembang. Terakhir kenaikan pangkat, bisa tanpa berkas. Namun banyak juga yang berkonsultasi. Misalnya perceraian, harus dipanggil dahulu. Staf pensiun, Taspen, THT (tabungan hari tua), karis (kartu istri) dan Karsu (kartu suami) dan sebagainya.

“Berkala maupun mutasi, promosi banyak yang datang ke BKD. Hal seperti itu mau tidak mau masih memungkinkan tatap muka. Dalam sehari saja tidak kurang puluhan orang datang ke kantor setempat. Jika kenaikan pangkat periode sudah pasti. Oktober dan April, satu bulan sebelumnya banyak persyaratan dipenuhi. Ada izin belajar, tugas belajar, pensiun. Hal semacam itu masih memungkinkan tatap muka. Sedangkan jumlahnya puluhan orang,” terangnya.

Terkait antisipasi sebenarnya BKD sudah menerapkan sesuai standar. Tidak ada tamu yang masuk ke bidang masing-masing. Misalnya mengurus pensiun atau kenaikan pangkat sudah ada petugas yang bisa ditemui.

“Jadi sejak Covid-19 tidak ada tamu yang boleh masuk. Cuma masih ada yang terpapar, sehingga harus ekstra lagi. Apalagi berkas juga sudah dipanasi. Menggunakan alat khusus, dengan temperatur sampai 60 derajat. Ternyata masih saja jebol,” imbuhnya.






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/