alexametrics
25.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Rembang: Perbaikan Jalan Alternatif Rembang-Pati Pakai Dana Darurat

REMBANG – Kerusakan jalan alternatif di Rembang akan ditangani melalui dana atau anggaran darurat. Hal itu ditegaskan Bupati Rembang Abdul Hafidz merespon kerusakan jalan alternatif akibat cuaca dan dilalui kendaraan berat pengalihan arus proyek di Batangan Pati.

Hafidz mengaku telah mendapatkan laporan kerusakan jalan di Kecamatan Sumber. Soal  mekanisme penanganan secara permanen. Bupati menyebutkan butuh proses lelang sehingga memang butuh waktu. Untuk itu pihaknya berharap warga bisa bersabar sementara waktu ini.

”Tidak bisa cepat. Pertama, kita menggunakan uang negara ada pertanggung jawabannya. Kalau masih masa hujan ada lubang diperbaiki, besok hancur lagi. Nanti bagaimana pertanggungjawaban kita?. Sehingga di dalam melaksanakan kegiatan benar-benar sesuai ketentuan yang ada. Untuk yang kita lakukan darurat dulu. Seperti di Sumber. Begitupun sama jalan. Kalau permen tidak boleh, harus ada proses perencanaan,” terangnya.


Sementara, soal penanganan banjir di Sumber. Bupati mengklaim telah melayangkan surat pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk diadakan normalisasi. “Sudah dikirimkan. Dengan kondisi dan kejadian yang ada. Perlu ada perhatian khusus. Nanti membawa dampak terhadap kesengsaraan masyarakat jika tidak ada normalisasi,” imbuhnya.

Sementara Camat Sumber Wiyayanti tidak menampik beberapa jalan kabupaten di Kecamatan Sumber sudah rusak. Jalan tersebut menjadi jalan alternatif Rembang-Pati. Dengan melintasi beberapa desa.

Baca Juga :  Pantura Lasem Makan Korban Lagi, Motor Supra Disundul Truk Trailer

”Dari timur lewatnya dari Dresi, Kedungasem, Sekarsari, belok kanan Jatihadi, Jaken. Karena masih musim penghujan untuk Jasem tambah parah. Lalu Jatihadi ada jembatan. Karena hujan hampir ambrol. Sudah ditangani darurat sehingga bisa dilewati,” imbuhnya

Senada, Camat Kaliori Yanto menyebutkan kondisi jalan di wilayahnya juga banyak yang rusak, lantaran dilalui kendaraan dari pantura. “Seperti Desa Maguan. Tetapi saat ini karena longsor dibatasi. Untuk truk kecil baik kosong dan muatan ringan masih bisa. Sedangkan selebihnya masih banyak jalur tikus. Sebelah selatan Tambakagung. Lewatnya Bancang-Batangan. Kaliori masih dekat. Kira-kira 1 km dari masjid besar Kaliori ke Selatan. Kendaraan pribadi masih bisa,” jelasnya.

Ada lagi jalur tikus dukuh Kaligung, Meteseh. Kendaraan dibatasi hanya kendaraan pribadi. Karena disitu ada pembatas kanan dan kiri. Sepanjang bisa masuk dipersilahkan. Baratnya tembus di Kuniran dari dukuh Pencil.

”Kondisinya aman. Di tiga tempat kecuali di Maguan karena ada longsor. Makanya dibatasi khusus di Maguan. Semua jalan yang dipakai tidak ada ditutup. Di Maguan hanya membatasi kendaraan tertentu yang dulunya truck parkir bisa lewat,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Kerusakan jalan alternatif di Rembang akan ditangani melalui dana atau anggaran darurat. Hal itu ditegaskan Bupati Rembang Abdul Hafidz merespon kerusakan jalan alternatif akibat cuaca dan dilalui kendaraan berat pengalihan arus proyek di Batangan Pati.

Hafidz mengaku telah mendapatkan laporan kerusakan jalan di Kecamatan Sumber. Soal  mekanisme penanganan secara permanen. Bupati menyebutkan butuh proses lelang sehingga memang butuh waktu. Untuk itu pihaknya berharap warga bisa bersabar sementara waktu ini.

”Tidak bisa cepat. Pertama, kita menggunakan uang negara ada pertanggung jawabannya. Kalau masih masa hujan ada lubang diperbaiki, besok hancur lagi. Nanti bagaimana pertanggungjawaban kita?. Sehingga di dalam melaksanakan kegiatan benar-benar sesuai ketentuan yang ada. Untuk yang kita lakukan darurat dulu. Seperti di Sumber. Begitupun sama jalan. Kalau permen tidak boleh, harus ada proses perencanaan,” terangnya.

Sementara, soal penanganan banjir di Sumber. Bupati mengklaim telah melayangkan surat pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk diadakan normalisasi. “Sudah dikirimkan. Dengan kondisi dan kejadian yang ada. Perlu ada perhatian khusus. Nanti membawa dampak terhadap kesengsaraan masyarakat jika tidak ada normalisasi,” imbuhnya.

Sementara Camat Sumber Wiyayanti tidak menampik beberapa jalan kabupaten di Kecamatan Sumber sudah rusak. Jalan tersebut menjadi jalan alternatif Rembang-Pati. Dengan melintasi beberapa desa.

Baca Juga :  Pramuka Rembang Siap Genjot Vaksinasi untuk Pelajar

”Dari timur lewatnya dari Dresi, Kedungasem, Sekarsari, belok kanan Jatihadi, Jaken. Karena masih musim penghujan untuk Jasem tambah parah. Lalu Jatihadi ada jembatan. Karena hujan hampir ambrol. Sudah ditangani darurat sehingga bisa dilewati,” imbuhnya

Senada, Camat Kaliori Yanto menyebutkan kondisi jalan di wilayahnya juga banyak yang rusak, lantaran dilalui kendaraan dari pantura. “Seperti Desa Maguan. Tetapi saat ini karena longsor dibatasi. Untuk truk kecil baik kosong dan muatan ringan masih bisa. Sedangkan selebihnya masih banyak jalur tikus. Sebelah selatan Tambakagung. Lewatnya Bancang-Batangan. Kaliori masih dekat. Kira-kira 1 km dari masjid besar Kaliori ke Selatan. Kendaraan pribadi masih bisa,” jelasnya.

Ada lagi jalur tikus dukuh Kaligung, Meteseh. Kendaraan dibatasi hanya kendaraan pribadi. Karena disitu ada pembatas kanan dan kiri. Sepanjang bisa masuk dipersilahkan. Baratnya tembus di Kuniran dari dukuh Pencil.

”Kondisinya aman. Di tiga tempat kecuali di Maguan karena ada longsor. Makanya dibatasi khusus di Maguan. Semua jalan yang dipakai tidak ada ditutup. Di Maguan hanya membatasi kendaraan tertentu yang dulunya truck parkir bisa lewat,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/