alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Distribusi Bansos Rembang: Tak Perlu Gesek, Lima Menit Uang Bisa Cair

REMBANG – Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) reguler 2022 di Kecamatan Rembang sumringah setelah menerima uang Rp 600 ribu pada Selasa (22/2). Kini pencarian lebih mudah. Tak perlu gesek. Penerima hanya menyerahkan undangan dari POS dan identitas. Uang bantuan bulan Januari-Maret bisa cair tidak sampai lima menit.

Pencarian hari pertama kemarin total Rp  225.600 juta diserahkan kepada 376 penerima di Kecamatan Rembang. Sementara se-kabupaten ada 30.660 ribu di tahap awal. Dari jumlah keseluruhan yang berhak menerima 68 ribuan.

Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro hadir langsung meresmikan penyerahan BPNT regular 2022. Menyerahkan simbolis uang tunai dari program pusat tersebut. Melihat langsung proses penyaluran. Kemudian tanya jawab kepada penerima.


”Lebih suka diberikan dalam bentuk tunai uang begini atau sembako?” tanya Gus Wabup kepada KPM.

”Enak (dalam bentuk) arto, pak. Bisa milih belanja sendiri,” sahut KPM salah satu warga Pulo Rembang mengaku biasanya dapat sembako. Ini dalam bentuk tunai. Usai cair untuk dibelikan kebutuhan rumah tangga. Ada beras, minyak dan telur.

Saiklas’e, sak Angsale pak. Sing penting pikantok. Niki mpun Alhamdulillah angsal. Niki langsung nampi Rp 600 ribu,” pengakuan Suparni, warga Randu-Pulo.

Gus Wabup usai pantauan hari pertama masih ditemukan selang-surut. Ada yang bawa KTP, tapi tidak bawa KK. Lalu ada yang bawa KK namun namanya tidak ada. Namun dia menyampaikan cukup menggembirakan para penerima.

Baca Juga :  Mahfudz MD Sowan ke Ponpes Leteh Rembang, Gus Mus: Ngobrol Perang Rusia

”Sedikit saya tanya secara acak. Lebih senang terima tunai dari pada sembako seperti sebelum-sebelumnya. Semoga bisa berjalan dengan baik, lancar. Dan masyarakat yang berhak menerima tidak merasa dirugikan. Puas dengan pelayanan PT Pos,” ungkapnya.

Gus Wabup juga berpesan untuk penyaluran selanjutnya. Mestinya lebih rapi. Saat launching sudah cukup rapi. Di kasih nomor urut sesuai kedatangan dan sebagainya. Kenyamanan penerima khususnya di luar harapannya ada ruang atau kursi tunggu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang Subhan didampingi Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Pemberdayaan Sosial, Etty Apriliana menyampaikan mekanisme penyaluran dengan tunai, lewat kantor Pos. Dulu sembako lewat e-Warong dengan Himbara.

”Sama Rp 200 ribu per bulan. Ini dibagikan selama tiga bulan. Setiap orang menerima Rp 600 ribu. Teknis pembayaran cukup bawa kartu undangan dari kantor Pos sama KTP. Yang lansia rentan dan difabel nanti kantor Pos akan door to door mengantar tanpa surat keterangan kepala desa,” jelasnya.

Ani Widyarningrum Kepala Kantor POS Cabang Rembang menyampaikan petugas Pos yang dikerahkan ada empat orang.  Waktunya 14 hari. Pembayaran utama diberi waktu sekitar 7 hari mulai tanggal 20 Februari.

”Karena perlu persiapan segala macam jadi tanggal 22 Februari. Sejauh ini lancar. Semua desa berkoordinasi dengam baik. Di tahap pertama ada 30.660 penerima. Ada kelanjutan lagi,” imbuhnya. (noe/ali)

 






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) reguler 2022 di Kecamatan Rembang sumringah setelah menerima uang Rp 600 ribu pada Selasa (22/2). Kini pencarian lebih mudah. Tak perlu gesek. Penerima hanya menyerahkan undangan dari POS dan identitas. Uang bantuan bulan Januari-Maret bisa cair tidak sampai lima menit.

Pencarian hari pertama kemarin total Rp  225.600 juta diserahkan kepada 376 penerima di Kecamatan Rembang. Sementara se-kabupaten ada 30.660 ribu di tahap awal. Dari jumlah keseluruhan yang berhak menerima 68 ribuan.

Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro hadir langsung meresmikan penyerahan BPNT regular 2022. Menyerahkan simbolis uang tunai dari program pusat tersebut. Melihat langsung proses penyaluran. Kemudian tanya jawab kepada penerima.

”Lebih suka diberikan dalam bentuk tunai uang begini atau sembako?” tanya Gus Wabup kepada KPM.

”Enak (dalam bentuk) arto, pak. Bisa milih belanja sendiri,” sahut KPM salah satu warga Pulo Rembang mengaku biasanya dapat sembako. Ini dalam bentuk tunai. Usai cair untuk dibelikan kebutuhan rumah tangga. Ada beras, minyak dan telur.

Saiklas’e, sak Angsale pak. Sing penting pikantok. Niki mpun Alhamdulillah angsal. Niki langsung nampi Rp 600 ribu,” pengakuan Suparni, warga Randu-Pulo.

Gus Wabup usai pantauan hari pertama masih ditemukan selang-surut. Ada yang bawa KTP, tapi tidak bawa KK. Lalu ada yang bawa KK namun namanya tidak ada. Namun dia menyampaikan cukup menggembirakan para penerima.

Baca Juga :  Bappenas Survei Abrasi Tiga Kecamatan di Rembang

”Sedikit saya tanya secara acak. Lebih senang terima tunai dari pada sembako seperti sebelum-sebelumnya. Semoga bisa berjalan dengan baik, lancar. Dan masyarakat yang berhak menerima tidak merasa dirugikan. Puas dengan pelayanan PT Pos,” ungkapnya.

Gus Wabup juga berpesan untuk penyaluran selanjutnya. Mestinya lebih rapi. Saat launching sudah cukup rapi. Di kasih nomor urut sesuai kedatangan dan sebagainya. Kenyamanan penerima khususnya di luar harapannya ada ruang atau kursi tunggu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang Subhan didampingi Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Pemberdayaan Sosial, Etty Apriliana menyampaikan mekanisme penyaluran dengan tunai, lewat kantor Pos. Dulu sembako lewat e-Warong dengan Himbara.

”Sama Rp 200 ribu per bulan. Ini dibagikan selama tiga bulan. Setiap orang menerima Rp 600 ribu. Teknis pembayaran cukup bawa kartu undangan dari kantor Pos sama KTP. Yang lansia rentan dan difabel nanti kantor Pos akan door to door mengantar tanpa surat keterangan kepala desa,” jelasnya.

Ani Widyarningrum Kepala Kantor POS Cabang Rembang menyampaikan petugas Pos yang dikerahkan ada empat orang.  Waktunya 14 hari. Pembayaran utama diberi waktu sekitar 7 hari mulai tanggal 20 Februari.

”Karena perlu persiapan segala macam jadi tanggal 22 Februari. Sejauh ini lancar. Semua desa berkoordinasi dengam baik. Di tahap pertama ada 30.660 penerima. Ada kelanjutan lagi,” imbuhnya. (noe/ali)

 






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/