alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

HUT Lasem Masuk Plot Anggaran Perubahan, Ini Alasannya

REMBANG – Penyusunan naskah akademik terkait hari jadi Kota Lasem besar kemungkinan bisa selesai tahun ini. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang telah menganggarkan untuk program tersebut.

Dalam pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan sekitar bulan Juli lalu, ada empat momentum sejarah yang bisa menjadi alternatif pilihan penentuan hari jadi Lasem.

Pertama, sejarah penanaman banjar lasem pada 1882. Kedua, Batara Sapta Prabu, atau Piagam Singosari, yang berisi tentang penobatan 11 negara agung pada 1351.
Ketiga, berdirinya Kadipaten Islam Lasem pada 1469 Masehi. Dan keempat, Kadipaten Lasem Tejo Kusuman era Mbah Srimpet 1585.


Dalam pertemuan tersebut, juga muncul rencana penyusunan naskah akademik. Saat ini, DPRD Rembang telah menyiapkan anggaran untuk itu.Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Rembang Puji Santoso.

Baca Juga :  Sampai Lasem, Obor PeSoNas 2022 Sambangi Tempat Bersejarah

Ia menyampaikan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang terkait anggaran untuk melakukan kajian akademik dalam penetapan hari jadi Lasem.

Pihaknya menyatakan, saat ini sudah menyiapkan anggaran melalui anggaran pokok pikiran yang digeser dari APBD Induk ke APBD Perubahan. ”Kurang lebih Rp 45 Juta – Rp 50 Juta,” katanya.

Sehingga diharapkan, ke depan bisa konsen dengan kajian tersebut. Ia berharap, seluruh masyarakat bisa menerima hasil kajian ahli nantinya. Pihaknya berharap, pada November semuanya sudah rampung. ”Terlambatnya pertengahan Desember,” katanya.

Jika selesai kajian tersebut, setelah itu bisa dilakukan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) terkait hari jadi kota Lasem. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Penyusunan naskah akademik terkait hari jadi Kota Lasem besar kemungkinan bisa selesai tahun ini. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang telah menganggarkan untuk program tersebut.

Dalam pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan sekitar bulan Juli lalu, ada empat momentum sejarah yang bisa menjadi alternatif pilihan penentuan hari jadi Lasem.

Pertama, sejarah penanaman banjar lasem pada 1882. Kedua, Batara Sapta Prabu, atau Piagam Singosari, yang berisi tentang penobatan 11 negara agung pada 1351.
Ketiga, berdirinya Kadipaten Islam Lasem pada 1469 Masehi. Dan keempat, Kadipaten Lasem Tejo Kusuman era Mbah Srimpet 1585.

Dalam pertemuan tersebut, juga muncul rencana penyusunan naskah akademik. Saat ini, DPRD Rembang telah menyiapkan anggaran untuk itu.Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Rembang Puji Santoso.

Baca Juga :  Terungkap! Pembunuh Ibu-Anak di Tol Semarang Ternyata Warga Lasem Rembang

Ia menyampaikan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang terkait anggaran untuk melakukan kajian akademik dalam penetapan hari jadi Lasem.

Pihaknya menyatakan, saat ini sudah menyiapkan anggaran melalui anggaran pokok pikiran yang digeser dari APBD Induk ke APBD Perubahan. ”Kurang lebih Rp 45 Juta – Rp 50 Juta,” katanya.

Sehingga diharapkan, ke depan bisa konsen dengan kajian tersebut. Ia berharap, seluruh masyarakat bisa menerima hasil kajian ahli nantinya. Pihaknya berharap, pada November semuanya sudah rampung. ”Terlambatnya pertengahan Desember,” katanya.

Jika selesai kajian tersebut, setelah itu bisa dilakukan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) terkait hari jadi kota Lasem. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru