alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Laka Tambang Ilegal Di Sale Rembang, Polisi Periksa 10 Saksi

REMBANG – Kasus kecelakaan kerja di lokasi penambangan ilegal Kecamatan Sale sudah dua pekan berlalu. Namun hingga kemarin Polres Rembang mengaku belum menetapkan tersangka atas insiden tersebut. Penyidik masih menggali keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dikonfirmasi kemarin, sudah ada 10 saksi yang diperiksa. “10 saksi, ada keterkaitannya. Lokasinya masih di-police line,” katanya.

Disinggung terkait dengan penetapan tersangka, AKP Hery menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti. “Iya masih memperdalam keterangan-keterangan. Belum (penetapan tersangka, Red) masih mengumpulkan alat bukti,” imbuhnya.


Kecelakaan kerja ini terjadi pada 7/9 yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.  Kejadian terjadi sekitar pukul 18.30. Di area tambang tersebut dilakukan aktivitas, saat itu terjadi hujan.

Baca Juga :  Tok! Setiap Desa Wajib Anggarkan 40 Persen Dana Desa untuk BLT

Ada alat berat yang beroperasi. Salah satunya yang digunakan oleh korban. Setelah selesai aktivitas, alat berat tersebut hendak diparkirkan. Karena kondisi hujan dan kurangnya penerangan, alat berat tersebut pun terperosok dari ketinggian sekitar 15 meter.

Beberapa waktu lalu, AKP Hery juga menyampaikan, dari pengumpulan alat bukti nantinya akan mengetahui apakah kejadian ini memenuhi unsur pidana atau tidak. “Memenuhi unsur pidana atau tidak masih kami gali,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya, terkait status perizinan usaha  salah satu tambang yang berada di wilayah kecamatan Sale itu,  Kepala Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan Teguh Yudi Pristiyanto menyampaikan, setelah diperiksa, lokasi tersebut tidak memiliki izin usaha penambangan. Dan, selanjutnya perkara ditangani oleh Polres Rembang.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Kasus kecelakaan kerja di lokasi penambangan ilegal Kecamatan Sale sudah dua pekan berlalu. Namun hingga kemarin Polres Rembang mengaku belum menetapkan tersangka atas insiden tersebut. Penyidik masih menggali keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dikonfirmasi kemarin, sudah ada 10 saksi yang diperiksa. “10 saksi, ada keterkaitannya. Lokasinya masih di-police line,” katanya.

Disinggung terkait dengan penetapan tersangka, AKP Hery menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti. “Iya masih memperdalam keterangan-keterangan. Belum (penetapan tersangka, Red) masih mengumpulkan alat bukti,” imbuhnya.

Kecelakaan kerja ini terjadi pada 7/9 yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.  Kejadian terjadi sekitar pukul 18.30. Di area tambang tersebut dilakukan aktivitas, saat itu terjadi hujan.

Baca Juga :  HUT ke-4, Jawa Pos Radar Kudus Biro Rembang Tumpengan Bareng Loper

Ada alat berat yang beroperasi. Salah satunya yang digunakan oleh korban. Setelah selesai aktivitas, alat berat tersebut hendak diparkirkan. Karena kondisi hujan dan kurangnya penerangan, alat berat tersebut pun terperosok dari ketinggian sekitar 15 meter.

Beberapa waktu lalu, AKP Hery juga menyampaikan, dari pengumpulan alat bukti nantinya akan mengetahui apakah kejadian ini memenuhi unsur pidana atau tidak. “Memenuhi unsur pidana atau tidak masih kami gali,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya, terkait status perizinan usaha  salah satu tambang yang berada di wilayah kecamatan Sale itu,  Kepala Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan Teguh Yudi Pristiyanto menyampaikan, setelah diperiksa, lokasi tersebut tidak memiliki izin usaha penambangan. Dan, selanjutnya perkara ditangani oleh Polres Rembang.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/