alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Buka Rakor PWRI, Wabup Rembang Paparkan Proyek Kota Pusaka Lasem

REMBANG – Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro mohon doa restu sekaligus memaparkan proyek nasional penataan kota pusaka lasem di hadapan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Hal ini ditempuh wabup, karena peran

pensiunan PNS sangat dibutuhkan oleh pemkab. Khususnya dalam upaya membawa visi dan misi Rembang Gemilang.

“PWRI memiliki pengalaman lebih. Sumbangsih pemikiran masih sangat berguna bagi jajaran Pemkab yang tengah berjuang,” ungkap Gus Hanies saat membuka rapat koordinasi PWRI tingkat Pati Raya yang digelar di gedung hijau, kemarin (20/9).


Wabup mengaku sering berdiskusi dengan pengurus PWRI. Ia mengakui para pensiunan PNS semangatnya luar biasa.

”Kebetulan kantor PWRI disamping dengan rumdin wakil bupati. Kami sering bertemu dan berdiskusi. Saya lihat semangat pengabdiannya masih tinggi dan luar biasa,” katanya dalam forum tersebut.

Secara khusus Hanies memaparkan pembangunan secara umum di wilayahnya. Diantaranya proses penataan kota pusaka Lasem. Kota Lasem sebagai kota toleransi dan budaya ini juga searah dengan asas yang dipedomani PWRI, seperti nasionalisme, cinta NKRI, tidak membeda-bedakan.

Baca Juga :  HUT ke-43 SMPN 3 Rembang Dibuka Launching Satgas Prokes

Di samping itu, wabup juga menyebutkan kasus Covid di Rembang di level 2 saat ini tengah berjuang untuk menuju level 1. Ia memohon doa kepada para pengurus PWRI yang hadir agar pemulihan ekonomi di Rembang bisa berjalan dengan baik.

”Saya berharap Rakorwil kali ini menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis bagi organisasi. Baik secara internal maupun eksternal organisasi. Utamanya keputusan yang membawa manfaat bagi pembangunan daerah di kabupaten masing-masing,” imbuhnya.

Plt. Ketua PWRI Rembang Edi Kiswanto menyampaikan selamat datang kepada pengurus PWRI dari kabupaten tetangga. Ditambahkan selama pandemi tidak banyak kegiatan yang digelar oleh organisasinya. Kunjungan ke daerah pun urung dilakukan. Hal itu karena pengurus lebih mengutamakan keselamatan semuanya.

”Ini mengingat usia kita sudah lanjut, sehingga perlu berhati- hati. Namun rutinitas laporan- laporan di tingkat kecamatan tetap kita lakukan,” ungkapnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro mohon doa restu sekaligus memaparkan proyek nasional penataan kota pusaka lasem di hadapan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Hal ini ditempuh wabup, karena peran

pensiunan PNS sangat dibutuhkan oleh pemkab. Khususnya dalam upaya membawa visi dan misi Rembang Gemilang.

“PWRI memiliki pengalaman lebih. Sumbangsih pemikiran masih sangat berguna bagi jajaran Pemkab yang tengah berjuang,” ungkap Gus Hanies saat membuka rapat koordinasi PWRI tingkat Pati Raya yang digelar di gedung hijau, kemarin (20/9).

Wabup mengaku sering berdiskusi dengan pengurus PWRI. Ia mengakui para pensiunan PNS semangatnya luar biasa.

”Kebetulan kantor PWRI disamping dengan rumdin wakil bupati. Kami sering bertemu dan berdiskusi. Saya lihat semangat pengabdiannya masih tinggi dan luar biasa,” katanya dalam forum tersebut.

Secara khusus Hanies memaparkan pembangunan secara umum di wilayahnya. Diantaranya proses penataan kota pusaka Lasem. Kota Lasem sebagai kota toleransi dan budaya ini juga searah dengan asas yang dipedomani PWRI, seperti nasionalisme, cinta NKRI, tidak membeda-bedakan.

Baca Juga :  Polres Rembang Bekuk Sopir Truk Pengangkut 76 Batang Sonokeling

Di samping itu, wabup juga menyebutkan kasus Covid di Rembang di level 2 saat ini tengah berjuang untuk menuju level 1. Ia memohon doa kepada para pengurus PWRI yang hadir agar pemulihan ekonomi di Rembang bisa berjalan dengan baik.

”Saya berharap Rakorwil kali ini menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis bagi organisasi. Baik secara internal maupun eksternal organisasi. Utamanya keputusan yang membawa manfaat bagi pembangunan daerah di kabupaten masing-masing,” imbuhnya.

Plt. Ketua PWRI Rembang Edi Kiswanto menyampaikan selamat datang kepada pengurus PWRI dari kabupaten tetangga. Ditambahkan selama pandemi tidak banyak kegiatan yang digelar oleh organisasinya. Kunjungan ke daerah pun urung dilakukan. Hal itu karena pengurus lebih mengutamakan keselamatan semuanya.

”Ini mengingat usia kita sudah lanjut, sehingga perlu berhati- hati. Namun rutinitas laporan- laporan di tingkat kecamatan tetap kita lakukan,” ungkapnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/