alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

PNS Tersangka Korupsi Retribusi Taman Kartini Rembang Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

REMBANG – Polisi belum menahan tersangka dugaan korupsi penggelapan retribusi Taman Rekreasi Pantai Kartini belum ditahan. Padahal kasus ini sudah bergulir sejak awal tahun 2022 lalu. Satreskrim Polres Rembang mengaku proses penyidikan sudah sampai tahap akhir.

Baca Juga : Breaking News! Korsleting Listrik, Rumah Warga Pamotan Rembang Ludes Terbakar

Sebelumnya, kasus ini menyeret satu orang tersangka berinisial MR. Ia merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang. Diduga, tersangka melakukan tindak pidana korupsi retribusi Taman Kartini sejak 2019 hingga 2021. Dengan total kerugian negara sekitar Rp 113 Juta.


Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, seharusnya uang tersebut dimasukkan kepada daerah. Namun, oleh tersangka uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

”Ternyata uang tersebut tidak diserahkan. Tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi. Total kerugian Rp 100 Juta lebih. Sementara, baru satu tersangka,” jelasnya.

Baca Juga :  Belum Jelas, Hasil Survei Jalan Tol di Rembang Masih Abu-Abu

Hingga tahap ini, lanjut AKP Hery Dwi Utomo, pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti uang sesuai dengan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan. Serta sejumlah arsip-arsip penting. ”Barang bukti uang sesuai audit BPKP dan arsip-arsip,” imbuhnya.

Disinggung terkait dengan penahanan tersangka, AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, hingga Senin (20/6) tersangka masih belum ditahan. ”Belum ditahan. (Pemeriksaan) Tahap akhir,” imbuhnya.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, retribusi yang dimaksud memang tidak pernah disetorkan kepada Pemkab Rembang. Selain itu, sebelumnya juga sudah menjadi penemuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).  Kemudian, Pemkab Rembang menyampaikan rekomendasi tersebut. Agar bisa mengembalikan dalam kurun waktu dua bulan. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Polisi belum menahan tersangka dugaan korupsi penggelapan retribusi Taman Rekreasi Pantai Kartini belum ditahan. Padahal kasus ini sudah bergulir sejak awal tahun 2022 lalu. Satreskrim Polres Rembang mengaku proses penyidikan sudah sampai tahap akhir.

Baca Juga : Breaking News! Korsleting Listrik, Rumah Warga Pamotan Rembang Ludes Terbakar

Sebelumnya, kasus ini menyeret satu orang tersangka berinisial MR. Ia merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang. Diduga, tersangka melakukan tindak pidana korupsi retribusi Taman Kartini sejak 2019 hingga 2021. Dengan total kerugian negara sekitar Rp 113 Juta.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, seharusnya uang tersebut dimasukkan kepada daerah. Namun, oleh tersangka uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

”Ternyata uang tersebut tidak diserahkan. Tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi. Total kerugian Rp 100 Juta lebih. Sementara, baru satu tersangka,” jelasnya.

Baca Juga :  Diduga Sayat Tangan Sendiri, Pemandu Lagu Asal Rembang Tewas di Grobogan

Hingga tahap ini, lanjut AKP Hery Dwi Utomo, pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti uang sesuai dengan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan. Serta sejumlah arsip-arsip penting. ”Barang bukti uang sesuai audit BPKP dan arsip-arsip,” imbuhnya.

Disinggung terkait dengan penahanan tersangka, AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, hingga Senin (20/6) tersangka masih belum ditahan. ”Belum ditahan. (Pemeriksaan) Tahap akhir,” imbuhnya.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, retribusi yang dimaksud memang tidak pernah disetorkan kepada Pemkab Rembang. Selain itu, sebelumnya juga sudah menjadi penemuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).  Kemudian, Pemkab Rembang menyampaikan rekomendasi tersebut. Agar bisa mengembalikan dalam kurun waktu dua bulan. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/