alexametrics
31.3 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Kawanan Kera Liar “Teror” Warga Pamotan, Diduga dari Hutan Gambiran yang Gundul

REMBANG – Kawanan kera liar masuki pemukiman warga Dukuh Karangantik, Desa Pamotan, Kecamatan Rembang, Selasa (21/6). Meski jumlahnya tak banyak, namun sejumlah warga mengaku was-was.

Baca Juga : Tiga Nelayan Asal Rembang Ditangkap Nelayan Tayu, Begini Masalahnya

Kepala Desa Pamotan, A. Maskhur Rukhani membenarkan jika kera liar belakangan ini memasuki pemukiman warganya. Menurutnya, kera-kera itu turun untuk mencari makan.


“Terakhir diketahui warga hari Senin (20/6) sore. Kemungkinan hutan sekitar gundul. Jadi kera liar itu turun untuk mencari makan. Biasanya pas kemarau seperti ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Meski begitu, kawanan kera tersebut diketahui tidak sampai merusak fasilitas rumah warga. Namun, hanya mencari makan dengan memanjat pohon milik warga.

Baca Juga :  Harno Bertekad Kembalikan Kejayaan Partai Demokrat di Rembang

”Pihak pemdes berinisiatif menelepon pemadam kebakaran (damkar) meminta bantuan mengamankan kera- kera liar tersebut dengan memasang perangkap khusus,” imbuhnya.

Terpisah, BPBD Rembang bidang Damkar Rembang Teguh Wiwoho saat dikonfirmasi membenarkan sudah menerima laporan terkait kera liar yang turun di pemukiman warga. Pihaknya pun lalu menindaklanjuti aduan tersebut.

”Kita sudah lakukan assessment. Hampir sebulan lebih informasi dari warga terkait hal tersebut. Kera-kera itu makan buah-buahan milik warga, seperti pepaya dll.,” terangnya.

Ia mengaku kurang tahu pasti dari mana kera liar itu turun. “Dugaan kami dari hutan Gambiran, Pamotan. Saat ini hutan Gambiran mulai kantor Pegadaian ke selatan sudah gundul, butuh penghijauan,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Kawanan kera liar masuki pemukiman warga Dukuh Karangantik, Desa Pamotan, Kecamatan Rembang, Selasa (21/6). Meski jumlahnya tak banyak, namun sejumlah warga mengaku was-was.

Baca Juga : Tiga Nelayan Asal Rembang Ditangkap Nelayan Tayu, Begini Masalahnya

Kepala Desa Pamotan, A. Maskhur Rukhani membenarkan jika kera liar belakangan ini memasuki pemukiman warganya. Menurutnya, kera-kera itu turun untuk mencari makan.

“Terakhir diketahui warga hari Senin (20/6) sore. Kemungkinan hutan sekitar gundul. Jadi kera liar itu turun untuk mencari makan. Biasanya pas kemarau seperti ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Meski begitu, kawanan kera tersebut diketahui tidak sampai merusak fasilitas rumah warga. Namun, hanya mencari makan dengan memanjat pohon milik warga.

Baca Juga :  Pemda Rembang Tak Punya Kewenangan Pengangkatan CPNS

”Pihak pemdes berinisiatif menelepon pemadam kebakaran (damkar) meminta bantuan mengamankan kera- kera liar tersebut dengan memasang perangkap khusus,” imbuhnya.

Terpisah, BPBD Rembang bidang Damkar Rembang Teguh Wiwoho saat dikonfirmasi membenarkan sudah menerima laporan terkait kera liar yang turun di pemukiman warga. Pihaknya pun lalu menindaklanjuti aduan tersebut.

”Kita sudah lakukan assessment. Hampir sebulan lebih informasi dari warga terkait hal tersebut. Kera-kera itu makan buah-buahan milik warga, seperti pepaya dll.,” terangnya.

Ia mengaku kurang tahu pasti dari mana kera liar itu turun. “Dugaan kami dari hutan Gambiran, Pamotan. Saat ini hutan Gambiran mulai kantor Pegadaian ke selatan sudah gundul, butuh penghijauan,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/