alexametrics
25 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BRI Cabang Rembang Gagas Pendampingan Ekosistem Pedesaan dan Pasar

REMBANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Rembang gelar Panen Hadiah Simpedes (PHS) di hotel Fave Rembang, Rabu (22/6). Acara berlangsung semarak. Selain bertabur hadiah, acara itu juga dihibur bintang tamu penyanyi dangdut nasional Lala Widi.

Dalam acara itu terungkap jika BRI Rembang mendorong pertumbuhan ekonomi regional di sisi timur Jawa Tengah dengan membuat program pendampingan dalam bentuk mendorong peningkatan transaksi di ekosistem pedesaan dan eksosistem pasar.

Dua hadiah grand prize berupa satu unit mobil All New Ertiga GL LTD M/T dan New Carry PU FD. Hadiah undian grand prize satu unit mobil Ertiga diperoleh, Ali Muzni dari Unit Kerja Kaliori. Sementara grand prize Suzuky Carry diperoleh Gemi, Unit Kerja Sulang.


Selain dua unit mobil tersebut, hadiah PHS lainnya yakni berupa dua unit sepeda motor Yamaha Free Go S ABS, enam unit sepeda motor Yamaha MIOS S dan 18 unit televise LED 43 INCG 43N5001.

Rabu (22/6), panitia mengenakan ikat kepala dari kain batik dan jas warna cokelat. Mengangkat tema Dampoawang (kepanjangan dari Disiplin, Insan Berlian Rembang dalam Produktivitas dan Kolaborasi Menuju Jawara dan Pemenang). Kemudian tagline-nya culture activity (kegiatan budaya) BRI. Semua program pendampingan dimunculkan kearifan lokal.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Rembang Ahmad Muflihin Taiyeb menyampaikan, PHS merupakan program tahunan dari BRI. Dilaksanakan dua kali setahun. Artinya BRI memberikan penghargaan kepada masyarakat terkait berkegiatan bisnis di masing-masing desanya.

”Kalau mereka semakin banyak bertransaksi di payment sistem BRI otomatis memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan hadiah. Kami manfaatkan mendekatkan diri nasabah dengan BRI,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia juga melihat banyak potensi bisnis di Rembang yang bisa digarap. Kabupaten Rembang memiliki garis pantai cukup panjang 60 Km lebih. Sepanjang pantai banyak bisnis lautan dan sejenisnya yang bisa digarap. Di antaranya garam, nelayan tangkap, olahan daging ikan, batik dan seterusnya. Belum ke arah selatan ada potensi batu kapur, batu cadas, gula aren, serta ekosistem tembakau dan lainnya.

”BRI menegaskan sekian banyak potensi di Kabupaten Rembang, sayang kiranya kalau tidak kami maksimalkan. Ke depan kami ingin menggarap dan mendampingi masyarakat. Khususnya ekosistem-ekosistem yang ada,” komitmennya.

Baca Juga :  Tak Kunjung Rampung, Proyek Mal Pelayanan Publik Rembang Didenda Rp 380 Juta

BRI Kanca Rembang sudah membawa pengembangan garam. Selama 8-9 bulan ke depan elaborasi ekosistem-ekosistem yang ada. Menurutnya PHS pada Juni atau semester dua tahun 2021 sebagai tombak bersejarah masyarakat Rembang. ”BRI senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat,” penekanannya.

Lanjut Pinca menyapaikan terkait mikro finance. Ada empat hal, proses pendampingan, ekosistem, digitalisasasi, dan UMKM naik kelas. Empat peran itu BRI senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat melakukan pendampingan.

Kedua mencoba mengangkat kembali ekosistem-ekosistem yang ada. Dengan cara menyambungkan antara supplier dengan distributor. Ketika sudah tersambung sampai user, ekosistem sudah muncul.

”Tentunya ekosistem tidak bisa hadir tanpa adanya digitalisasi. Kami di Rembang hadir di beberapa tempat,” imbuhnya.

Digitalisasi pertama ekosistem pasar. Ada di pasar.id. Kemudian, digitalisasi garda terdepan super Apps Brimo (BRI mobile banking, red). Sampai perkotaan sampai ke desa semua ada. Kemudian pedagang hingga petani juga ada.

Tentu tidak mudah. Perlu pendampingan, literasi dan edukasi. Setiap panen hadiah PHS selalu hadir melakukan edukasi kepada masrakat. Digitalisasi itu hal atau barang yang tidak bisa dihindarkan, pasti mutlak terjadi. Tinggal mau memanfaatkan atau tidak.
Setelah digitalisasi terbentuk transaksi akan lancar. Otomatis bisa menabung dan seterusnya. Karena yang dikejar bukan hanya menabung saja, tetapi bagaimana mendorong transaksi tanpa uang tunai sehingga mengurangi begal, uang tunai atau rusak.

“Digitalisasi memudahkan distributor, supplier dan user, petani, petambak untuk bisa memasarkan produknya. Kita juga ada kluster usahaku. Ini sarana memasarkan produk lokal yang ada dipasarkan ke luar, ujung-ujungnya ada UMKM entrepreneur, EXPO tentu dilakukan kurasi. Ujungnya kalau transaksi sudah bagus berti akan naik kelas. Setelah itu didampingi lagi,” optimistisnya.

Ketika siklus sudah jalan menurut Pinca titik keberhasilan BRI sebagai pihak-pihak yang peduli UMKM. BRI sebagai pemerhati UMKM, BRI senantiasa menjadi garda terdepan. Menjadi corong pemerintah untuk mendukung program pemerintah.

Dalam pemberdayaan UMKM. Khususnya pemberdayaan UMKM pascapandemi. Harus bangun, cepat bangkit dan menuju pertumbuhan ekonomi ke 5,7 persen. ”Mudah-mudahan Rembang bisa menjadi salah satu kabupaten mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional,” harapnya. (adv)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Rembang gelar Panen Hadiah Simpedes (PHS) di hotel Fave Rembang, Rabu (22/6). Acara berlangsung semarak. Selain bertabur hadiah, acara itu juga dihibur bintang tamu penyanyi dangdut nasional Lala Widi.

Dalam acara itu terungkap jika BRI Rembang mendorong pertumbuhan ekonomi regional di sisi timur Jawa Tengah dengan membuat program pendampingan dalam bentuk mendorong peningkatan transaksi di ekosistem pedesaan dan eksosistem pasar.

Dua hadiah grand prize berupa satu unit mobil All New Ertiga GL LTD M/T dan New Carry PU FD. Hadiah undian grand prize satu unit mobil Ertiga diperoleh, Ali Muzni dari Unit Kerja Kaliori. Sementara grand prize Suzuky Carry diperoleh Gemi, Unit Kerja Sulang.

Selain dua unit mobil tersebut, hadiah PHS lainnya yakni berupa dua unit sepeda motor Yamaha Free Go S ABS, enam unit sepeda motor Yamaha MIOS S dan 18 unit televise LED 43 INCG 43N5001.

Rabu (22/6), panitia mengenakan ikat kepala dari kain batik dan jas warna cokelat. Mengangkat tema Dampoawang (kepanjangan dari Disiplin, Insan Berlian Rembang dalam Produktivitas dan Kolaborasi Menuju Jawara dan Pemenang). Kemudian tagline-nya culture activity (kegiatan budaya) BRI. Semua program pendampingan dimunculkan kearifan lokal.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Rembang Ahmad Muflihin Taiyeb menyampaikan, PHS merupakan program tahunan dari BRI. Dilaksanakan dua kali setahun. Artinya BRI memberikan penghargaan kepada masyarakat terkait berkegiatan bisnis di masing-masing desanya.

”Kalau mereka semakin banyak bertransaksi di payment sistem BRI otomatis memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan hadiah. Kami manfaatkan mendekatkan diri nasabah dengan BRI,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia juga melihat banyak potensi bisnis di Rembang yang bisa digarap. Kabupaten Rembang memiliki garis pantai cukup panjang 60 Km lebih. Sepanjang pantai banyak bisnis lautan dan sejenisnya yang bisa digarap. Di antaranya garam, nelayan tangkap, olahan daging ikan, batik dan seterusnya. Belum ke arah selatan ada potensi batu kapur, batu cadas, gula aren, serta ekosistem tembakau dan lainnya.

”BRI menegaskan sekian banyak potensi di Kabupaten Rembang, sayang kiranya kalau tidak kami maksimalkan. Ke depan kami ingin menggarap dan mendampingi masyarakat. Khususnya ekosistem-ekosistem yang ada,” komitmennya.

Baca Juga :  Jalankan Instruksi AHY, Harmusa-DPC PD Rembang Gelar Vaksinasi Gratis

BRI Kanca Rembang sudah membawa pengembangan garam. Selama 8-9 bulan ke depan elaborasi ekosistem-ekosistem yang ada. Menurutnya PHS pada Juni atau semester dua tahun 2021 sebagai tombak bersejarah masyarakat Rembang. ”BRI senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat,” penekanannya.

Lanjut Pinca menyapaikan terkait mikro finance. Ada empat hal, proses pendampingan, ekosistem, digitalisasasi, dan UMKM naik kelas. Empat peran itu BRI senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat melakukan pendampingan.

Kedua mencoba mengangkat kembali ekosistem-ekosistem yang ada. Dengan cara menyambungkan antara supplier dengan distributor. Ketika sudah tersambung sampai user, ekosistem sudah muncul.

”Tentunya ekosistem tidak bisa hadir tanpa adanya digitalisasi. Kami di Rembang hadir di beberapa tempat,” imbuhnya.

Digitalisasi pertama ekosistem pasar. Ada di pasar.id. Kemudian, digitalisasi garda terdepan super Apps Brimo (BRI mobile banking, red). Sampai perkotaan sampai ke desa semua ada. Kemudian pedagang hingga petani juga ada.

Tentu tidak mudah. Perlu pendampingan, literasi dan edukasi. Setiap panen hadiah PHS selalu hadir melakukan edukasi kepada masrakat. Digitalisasi itu hal atau barang yang tidak bisa dihindarkan, pasti mutlak terjadi. Tinggal mau memanfaatkan atau tidak.
Setelah digitalisasi terbentuk transaksi akan lancar. Otomatis bisa menabung dan seterusnya. Karena yang dikejar bukan hanya menabung saja, tetapi bagaimana mendorong transaksi tanpa uang tunai sehingga mengurangi begal, uang tunai atau rusak.

“Digitalisasi memudahkan distributor, supplier dan user, petani, petambak untuk bisa memasarkan produknya. Kita juga ada kluster usahaku. Ini sarana memasarkan produk lokal yang ada dipasarkan ke luar, ujung-ujungnya ada UMKM entrepreneur, EXPO tentu dilakukan kurasi. Ujungnya kalau transaksi sudah bagus berti akan naik kelas. Setelah itu didampingi lagi,” optimistisnya.

Ketika siklus sudah jalan menurut Pinca titik keberhasilan BRI sebagai pihak-pihak yang peduli UMKM. BRI sebagai pemerhati UMKM, BRI senantiasa menjadi garda terdepan. Menjadi corong pemerintah untuk mendukung program pemerintah.

Dalam pemberdayaan UMKM. Khususnya pemberdayaan UMKM pascapandemi. Harus bangun, cepat bangkit dan menuju pertumbuhan ekonomi ke 5,7 persen. ”Mudah-mudahan Rembang bisa menjadi salah satu kabupaten mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional,” harapnya. (adv)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/