alexametrics
27.9 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

BRI Cabang Rembang Bagikan Grand Prize Mobil untuk 2 Nasabah lewat Panen Hadiah Simpedes

REMBANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Rembang menggelar Panen Hadiah Simpedes (PHS) di Fave Hotel Rembang, Rabu (22/6). Acara yang dimeriahkan penyanyi dangdut Lala Widi tersebut, berlangsung semarak dengan berbagai doorprize menarik yang diberikan kepada para nasabah.

Tak tanggung-tanggung, hadiah grand prize satu unit mobil All New Ertiga GL LTD M/T dan New Carry PU FD juga diberikan langsung kepada nasabah. Masing-masing satu unit mobil Ertiga yang diperoleh Ali Muzni dari Unit Kerja Kaliori. Sementara, grand prize Suzuky Carry diperoleh Gemi dari Unit Kerja Sulang.

Selain itu, hadiah menarik lainnya yakni 2 unit sepeda motor Yamaha Free Go S ABS, 6 unit sepeda motor Yamaha MIOS S serta 18 unit televise LED 43 INCG 43N5001 juga diberikan kepada para nasabah yang beruntung.


Dengan mengangkat tema Dampoawang (Disiplin, Insan Berlian Rembang dalam Produktifitas, Kolaborasi Menuju Jawara dan Pemenang) nampak semua yang hadir  menikmati acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut.

Pimpinan BRI Kanca Rembang, Ahmad Muflihin Taiyeb menuturkan, Panen Hadiah Simpedes merupakan program rutin sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang ikut mendorong kegiatan bisnis di masing-masing desanya.

”Kalau mereka semakin banyak bertransaksi di payment sistem BRI otomatis memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan hadiah. Oleh karenanya, kami manfaatkan hal tersebut untuk mendekatkan diri dengan nasabah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lanjut Muflihin, potensi bisnis yang melimpah di Kota Garam garam seperti nelayan tangkap, olahan daging ikan, batik menjadi sektor potensial yang dirasa mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya mengaku berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat guna mewujudkan tujuan tersebut.

Baca Juga :  Jadi Tuan Rumah, KJB Juara II Jambore Pokdarwis Jateng

“Dengan banyaknya potensi yang ada di Kabupaten Rembang, sayang kiranya jika tidak dimaksimalkan. Ke depan kami ingin menggarap dan mendampingi masyarakat. Khususnya dengan potensi-potensi yang ada,” komitmennya.

Sementara itu, terkait micro finance terdapat empat hal yang sekarang menjadi concern BRI ke depan. Yakni, proses pendampingan, ekosistem, digitalisasi dan UMKM naik kelas. Selain itu, pihaknya kini juga mencoba mengangkat kembali ekosistem-ekosistem yang ada. Dengan menyambungkan hubungan antara supplier, distributor hingga user. Menurutnya, ketika sudah tersambung sampai user, ekosistem sudah muncul.

”Tentunya ekosistem tidak bisa hadir tanpa adanya digitalisasi. Kami di Rembang hadir dibeberapa tempat,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga berkomitmen membuat ekosisem digitalisasi pasar dengan pasar.id. Kemudian, digitalisasi garda terdepan dengan super Apps Brimo (BRI mobile banking). Bahkan, dari kota hingga desa semua ada. Dengan melibatkan pedagang, petambak hingga petani.

Menurutnya, setelah digitalisasi terbentuk maka akan menimbulkan efek domino seperti kemudahan bertransaksi yang kemudian mendongkrak perekonomian.

“Digitalisasi memudahkan supplier, distributor dan user, petani, petambak untuk bisa memasarkan produknya. Kami juga ada klasrer usahaku. Ini sarana memasarkan produk lokal yang ada dipasarkan ke luar, ujung-ujungnya ada UMKM entrepreneur, EXPO tentu dilakukan kurasi. Nantinya, jika transaksi sudah bagus maka akan naik kelas. Setelah itu didampingi lagi,” paparnya.

Lanjut Muflihin, pemberdayaan UMKM setelah pandemi haruslah segera dibangun agar semua sektor dapat cepat bangkit. Dan perekonomian negara dapat kembali normal. ”Mudah-mudahan Rembang bisa menjadi salah satu Kabupaten mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional,” harapnya. (noe/khim) 






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Rembang menggelar Panen Hadiah Simpedes (PHS) di Fave Hotel Rembang, Rabu (22/6). Acara yang dimeriahkan penyanyi dangdut Lala Widi tersebut, berlangsung semarak dengan berbagai doorprize menarik yang diberikan kepada para nasabah.

Tak tanggung-tanggung, hadiah grand prize satu unit mobil All New Ertiga GL LTD M/T dan New Carry PU FD juga diberikan langsung kepada nasabah. Masing-masing satu unit mobil Ertiga yang diperoleh Ali Muzni dari Unit Kerja Kaliori. Sementara, grand prize Suzuky Carry diperoleh Gemi dari Unit Kerja Sulang.

Selain itu, hadiah menarik lainnya yakni 2 unit sepeda motor Yamaha Free Go S ABS, 6 unit sepeda motor Yamaha MIOS S serta 18 unit televise LED 43 INCG 43N5001 juga diberikan kepada para nasabah yang beruntung.

Dengan mengangkat tema Dampoawang (Disiplin, Insan Berlian Rembang dalam Produktifitas, Kolaborasi Menuju Jawara dan Pemenang) nampak semua yang hadir  menikmati acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut.

Pimpinan BRI Kanca Rembang, Ahmad Muflihin Taiyeb menuturkan, Panen Hadiah Simpedes merupakan program rutin sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang ikut mendorong kegiatan bisnis di masing-masing desanya.

”Kalau mereka semakin banyak bertransaksi di payment sistem BRI otomatis memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan hadiah. Oleh karenanya, kami manfaatkan hal tersebut untuk mendekatkan diri dengan nasabah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lanjut Muflihin, potensi bisnis yang melimpah di Kota Garam garam seperti nelayan tangkap, olahan daging ikan, batik menjadi sektor potensial yang dirasa mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya mengaku berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat guna mewujudkan tujuan tersebut.

Baca Juga :  Temani Ganjar Blusukan di Rembang, Sepuluh Mahasiswa-Pelajar: Gak Nyangka

“Dengan banyaknya potensi yang ada di Kabupaten Rembang, sayang kiranya jika tidak dimaksimalkan. Ke depan kami ingin menggarap dan mendampingi masyarakat. Khususnya dengan potensi-potensi yang ada,” komitmennya.

Sementara itu, terkait micro finance terdapat empat hal yang sekarang menjadi concern BRI ke depan. Yakni, proses pendampingan, ekosistem, digitalisasi dan UMKM naik kelas. Selain itu, pihaknya kini juga mencoba mengangkat kembali ekosistem-ekosistem yang ada. Dengan menyambungkan hubungan antara supplier, distributor hingga user. Menurutnya, ketika sudah tersambung sampai user, ekosistem sudah muncul.

”Tentunya ekosistem tidak bisa hadir tanpa adanya digitalisasi. Kami di Rembang hadir dibeberapa tempat,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga berkomitmen membuat ekosisem digitalisasi pasar dengan pasar.id. Kemudian, digitalisasi garda terdepan dengan super Apps Brimo (BRI mobile banking). Bahkan, dari kota hingga desa semua ada. Dengan melibatkan pedagang, petambak hingga petani.

Menurutnya, setelah digitalisasi terbentuk maka akan menimbulkan efek domino seperti kemudahan bertransaksi yang kemudian mendongkrak perekonomian.

“Digitalisasi memudahkan supplier, distributor dan user, petani, petambak untuk bisa memasarkan produknya. Kami juga ada klasrer usahaku. Ini sarana memasarkan produk lokal yang ada dipasarkan ke luar, ujung-ujungnya ada UMKM entrepreneur, EXPO tentu dilakukan kurasi. Nantinya, jika transaksi sudah bagus maka akan naik kelas. Setelah itu didampingi lagi,” paparnya.

Lanjut Muflihin, pemberdayaan UMKM setelah pandemi haruslah segera dibangun agar semua sektor dapat cepat bangkit. Dan perekonomian negara dapat kembali normal. ”Mudah-mudahan Rembang bisa menjadi salah satu Kabupaten mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional,” harapnya. (noe/khim) 






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/