alexametrics
29 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan, Jalan dan Lampu Jadi Sorotan

REMBANG – Sejumlah kepala desa di Kecamatan Rembang Kota menyampaikan sejumlah masukan pada Pemkab Rembang saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbangcam) tingkat kecamatan pada Senin (21/2). Adapun usulan itu, diantaranya pelebaran jalan dan penambahan lampu penerangan jalan khususnya di Jalan Desa Sridadi, Kumendung dan Turusgede, Padaran-Pasarbanggi.

Kepala Desa Sridadi Nasuhan menyebutkan Kota Rembang sangat strategis dibidang perekonomian. Apalagi sejak ada pabrik sepatu. Untuk itu semua yang berwenang melihat dan peduli terhadap kondisi infrastruktur desa yang dipimpinnya. Terutama lalu lintas. Bahwa banyak sekali karyawan yang dari arah selatan lewatnya Sridadi. Kebetulan melewati jalan di depan SD.

Saat dirinya diundang rapat komite SD. Kepala sekolah dengan hormat kepada pemerintah supaya bisa menaruh petugas keamanan. Di waktu pukul 06.00 sampai 07.30. dikarenakan saat itu anak-anak sekolah dan karyawan masuk.


“Kami khawatir terjadi kecelakaan dan lain sebagainya. Maka mewakili kepala desa mohon kepada yang terhormat yang punya peran untuk bisa menindaklanjuti tersebut secara cepat. Dan tidak bisa ditunda. Karena karyawan setiap hari masuk. Banyak sekali. Dan anak sekolah juga masuk. Jalanya sempit. Itu sudah termasuk jalan kabupaten dari Padaran sampai Turusgede lewat Sridadi statusnya jalan kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya Sekcam sudah tinjau langsung ke lokasi. Memang diminta. Untuk realita di lapangan memang begitu. Mohon terhormat yang berwenang untuk menindaklanjuti secara cepat. “Karena menyangkut keselamatan anak-anak didik yang ada di wilayah Sridadi,” harapanya langsung ditindaklanjuti tidak pakai semoyo,” tegasnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, PPP Rembang Gelar Vaksinasi Booster

Kepala Desa Pasarbanggi Rasno menambahkan terkait Desa Sridadi, Padaran, Pasarbanggi dengan adanya pabrik sepatu mengundang masyarakat beraktivitas di sana. Secara otomatis. Fasilitas-fasilitas yang harus dipenuhi masyarakat untuk peningkatan ekonomi.

”Kalau Kepala Desa Sridadi mengusulkan pelebaran jalan Sridadi sampai Turus. Kami Pasar Banggi juga mengusulkan untuk Padaran-Pasarbanggi. Karena di sana merupakan akses utama. Untuk akses kesana kemarin melintas menuju pabrik sepatu,” ujarnya.

Kepala Desa Kumendung Dwi Handayani memohon Jalan Sridadi, Kumendung dan Turusgede mohon bisa dipriotitaskan. Karena akses di sana luar biasa setelah ada pabrik berdiri. Apalagi di wilayahnya sudah berdiri Matoh Corner. Ada wisata kuliner Saung Matoh jadi magnit luar biasa.

”Mohon kawasan itu bisa diperlebar dan penerangan jalan dimaksimalkan. Dari rolingan pabrik sepatu juga pagi dan malam,” harapannya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menanggapi masukan dan keinginan kepala desa dalam acara musyawarah perencanaan Musrenbangcam. Kalau dananya cukup akan dilebarkan. Kalau belum cukup 2023 akan dilakukan bertahap.

”Mungkin baru Turusgede-Sridadi, Kabupaten Rembang sampai batas jalan raya. Karena jalan itu sudah ada SK bupati. Tetapi Padaran-Pasarbanggi belum ada SK Bupati. Sehingga kami

akan proses SK Bupatinya tahun ini. Kalau sudah selesai tahun depan akan dilebarkan,” ungkapnya.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Sunarto menanggapi terkait keluhan kepala desa Sridadi terkait padatnya Jalur Sridadi ketika ada pergerakan karyawan pabrik sepatu. Mulai hari Selasa (22/2) ditempatkan petugas di SD tersebut. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Sejumlah kepala desa di Kecamatan Rembang Kota menyampaikan sejumlah masukan pada Pemkab Rembang saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbangcam) tingkat kecamatan pada Senin (21/2). Adapun usulan itu, diantaranya pelebaran jalan dan penambahan lampu penerangan jalan khususnya di Jalan Desa Sridadi, Kumendung dan Turusgede, Padaran-Pasarbanggi.

Kepala Desa Sridadi Nasuhan menyebutkan Kota Rembang sangat strategis dibidang perekonomian. Apalagi sejak ada pabrik sepatu. Untuk itu semua yang berwenang melihat dan peduli terhadap kondisi infrastruktur desa yang dipimpinnya. Terutama lalu lintas. Bahwa banyak sekali karyawan yang dari arah selatan lewatnya Sridadi. Kebetulan melewati jalan di depan SD.

Saat dirinya diundang rapat komite SD. Kepala sekolah dengan hormat kepada pemerintah supaya bisa menaruh petugas keamanan. Di waktu pukul 06.00 sampai 07.30. dikarenakan saat itu anak-anak sekolah dan karyawan masuk.

“Kami khawatir terjadi kecelakaan dan lain sebagainya. Maka mewakili kepala desa mohon kepada yang terhormat yang punya peran untuk bisa menindaklanjuti tersebut secara cepat. Dan tidak bisa ditunda. Karena karyawan setiap hari masuk. Banyak sekali. Dan anak sekolah juga masuk. Jalanya sempit. Itu sudah termasuk jalan kabupaten dari Padaran sampai Turusgede lewat Sridadi statusnya jalan kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya Sekcam sudah tinjau langsung ke lokasi. Memang diminta. Untuk realita di lapangan memang begitu. Mohon terhormat yang berwenang untuk menindaklanjuti secara cepat. “Karena menyangkut keselamatan anak-anak didik yang ada di wilayah Sridadi,” harapanya langsung ditindaklanjuti tidak pakai semoyo,” tegasnya.

Baca Juga :  Viral! ODGJ di Rembang Atraksi di Truk Pertamina, Polisi Amankan Pelaku

Kepala Desa Pasarbanggi Rasno menambahkan terkait Desa Sridadi, Padaran, Pasarbanggi dengan adanya pabrik sepatu mengundang masyarakat beraktivitas di sana. Secara otomatis. Fasilitas-fasilitas yang harus dipenuhi masyarakat untuk peningkatan ekonomi.

”Kalau Kepala Desa Sridadi mengusulkan pelebaran jalan Sridadi sampai Turus. Kami Pasar Banggi juga mengusulkan untuk Padaran-Pasarbanggi. Karena di sana merupakan akses utama. Untuk akses kesana kemarin melintas menuju pabrik sepatu,” ujarnya.

Kepala Desa Kumendung Dwi Handayani memohon Jalan Sridadi, Kumendung dan Turusgede mohon bisa dipriotitaskan. Karena akses di sana luar biasa setelah ada pabrik berdiri. Apalagi di wilayahnya sudah berdiri Matoh Corner. Ada wisata kuliner Saung Matoh jadi magnit luar biasa.

”Mohon kawasan itu bisa diperlebar dan penerangan jalan dimaksimalkan. Dari rolingan pabrik sepatu juga pagi dan malam,” harapannya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menanggapi masukan dan keinginan kepala desa dalam acara musyawarah perencanaan Musrenbangcam. Kalau dananya cukup akan dilebarkan. Kalau belum cukup 2023 akan dilakukan bertahap.

”Mungkin baru Turusgede-Sridadi, Kabupaten Rembang sampai batas jalan raya. Karena jalan itu sudah ada SK bupati. Tetapi Padaran-Pasarbanggi belum ada SK Bupati. Sehingga kami

akan proses SK Bupatinya tahun ini. Kalau sudah selesai tahun depan akan dilebarkan,” ungkapnya.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Sunarto menanggapi terkait keluhan kepala desa Sridadi terkait padatnya Jalur Sridadi ketika ada pergerakan karyawan pabrik sepatu. Mulai hari Selasa (22/2) ditempatkan petugas di SD tersebut. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/