alexametrics
26.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Kerugian Kasus Tambang di Sale Rembang Capai Rp 6 Miliar

REMBANG – Polres Rembang sedang menyelidiki kasus penyerobotan lahan tambang di Desa Tahunan, Sale. Berdasarkan laporan, kerugian PT SSGM sebagai pemilih lahan mencapai Rp 6 miliar.

Terkait dengan kasus ini, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya menerima pelaporan pencurian dengan pemberatan berupa penyerobotan tanah pertambangan. Selanjutnya diduga ada pemanfaatan atas tanah tersebut.

Dari tindakan ini, diduga kerugian berdasarkan laporan ditaksir sekitar Rp 6 miliar. Terhitung dari Juni sampai September.


”Laporannya, tanah dia disrobot atau pencurian dengan pemberatan. Karena itu daerah tambang kemudian dikeruk. Kerugiannya selama Juni samapi September kerugian tanah yang dikeruk itu Rp 6 miliar. Tapi ini masih lidik. Apakah kepemilikannya betul sah. Ini proses,” ujarnya.

Hingga kemarin, pihaknya sudah meminta keterangan para saksi. Total yang dipanggil 10 saksi. Di antaranya ada dari Energi Sum Berdaya Mineral (ESDM) Migas dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). ”Sementara masih dalam penyelidikan. Sementara belum (penetapan tersangka),” katanya.

Baca Juga :  Hujan Deras, Jembatan Penghubung Tiga Desa di Sale Rembang Ambrol

Diberitakan sebelumnya, saat melakukan penyelidikan perkara ini, Polisi juga menemukan adanya dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi. Saat ini sudah ditetapkan ada dua orang sebagai tersangka. Seharusnya, dalam kegiatan industri tidak diperbolehkan menggunakan solar bersubsidi.

Penyelewengan itu sudah berlangsung mulai awal Juni sampai dengan September lalu. Perkiraan tersangka sudah menggunakan sekitar 12 ribu liter.

Dua orang tersangka tadi berinisial R dan S. Mereka merupakan warga Kecamatan Sale, Rembang. Si S berperan sebagai pembeli solar. Sedangkan R sebagai pengguna solar. Sejumlah jeriken berisi solar sudah diamankan di Mapolres Rembang. Solar-solar tersebut akan dijadikan sebagai barang bukti. (lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Polres Rembang sedang menyelidiki kasus penyerobotan lahan tambang di Desa Tahunan, Sale. Berdasarkan laporan, kerugian PT SSGM sebagai pemilih lahan mencapai Rp 6 miliar.

Terkait dengan kasus ini, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya menerima pelaporan pencurian dengan pemberatan berupa penyerobotan tanah pertambangan. Selanjutnya diduga ada pemanfaatan atas tanah tersebut.

Dari tindakan ini, diduga kerugian berdasarkan laporan ditaksir sekitar Rp 6 miliar. Terhitung dari Juni sampai September.

”Laporannya, tanah dia disrobot atau pencurian dengan pemberatan. Karena itu daerah tambang kemudian dikeruk. Kerugiannya selama Juni samapi September kerugian tanah yang dikeruk itu Rp 6 miliar. Tapi ini masih lidik. Apakah kepemilikannya betul sah. Ini proses,” ujarnya.

Hingga kemarin, pihaknya sudah meminta keterangan para saksi. Total yang dipanggil 10 saksi. Di antaranya ada dari Energi Sum Berdaya Mineral (ESDM) Migas dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). ”Sementara masih dalam penyelidikan. Sementara belum (penetapan tersangka),” katanya.

Baca Juga :  Cegah Pemalsuan Akta Kematian, Dindukcapil Rembang Bentuk Tim Khusus

Diberitakan sebelumnya, saat melakukan penyelidikan perkara ini, Polisi juga menemukan adanya dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi. Saat ini sudah ditetapkan ada dua orang sebagai tersangka. Seharusnya, dalam kegiatan industri tidak diperbolehkan menggunakan solar bersubsidi.

Penyelewengan itu sudah berlangsung mulai awal Juni sampai dengan September lalu. Perkiraan tersangka sudah menggunakan sekitar 12 ribu liter.

Dua orang tersangka tadi berinisial R dan S. Mereka merupakan warga Kecamatan Sale, Rembang. Si S berperan sebagai pembeli solar. Sedangkan R sebagai pengguna solar. Sejumlah jeriken berisi solar sudah diamankan di Mapolres Rembang. Solar-solar tersebut akan dijadikan sebagai barang bukti. (lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/