alexametrics
32.7 C
Kudus
Wednesday, August 10, 2022

Kasus Landai, Dua Kecamatan di Rembang Ini Jadi Prioritas Vaksinasi PMK, Mana Saja?

REMBANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang menyasar daerah dengan kasus PMK rendah untuk pelaksanaan vaksinasi. Dari 14 kecamatan, wilayah Sluke dan Lasem dinilai masih dalam kategori landai.

Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan menyampaikan pemerintah pusat telah memeriksa kesiapan di lapangan terkait sumber daya manusia dan sarana prasarana (sarpras) penunjang di Rembang untuk pelaksanaan vaksinasi PMK. Diharapkan Pemkab sudah siap ketika vaksin didroping. Sehingga bisa melaksanakan program itu.

Meski demikian, terkait kuota vaksin yang akan diterima, hingga kemarin Dintanpan Rembang masih belum mendapatkan informasi tersebut. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.


Disinggung terkait pendataan sasaran sapi yang akan divaksinasi, hingga kemarin, Dintanpan juga belum memiliki data tersebut. Namun, Agus melanjutkan, kategori prioritas sapi yang akan divaksin harus sehat. Sehingga, dalam pelaksanaannya nanti, Pemkab akan menyasar daerah dengan kasus PMK yang masih landai.

Baca Juga :  Semen Gresik Sukses Zero Accident dan Konfirmasi Covid-19

”Yang sudah pasti agak bersih Sluke, Lasem. Tertinggi kasus Rembang kota,” jelasnya.

Pihaknya akan mengerahkan volunteer satu dokter hewan dan tiga orang yang sedang melaksanakan PKL.

Prioritas vaksinasi PMK akan menyasar sapi-sapi dalam kondisi sehat. Sementara, ternak-ternak yang sudah bergejala atau terkonfirmasi harus menunggu enam bulan ke depan untuk divaksinasi.

Vaksinasi pada sapi itu akan diberikan dua dosis. Pemberian dosis kedua akan dilakukan setelah enam bulan pasca suntikan dosis pertama.

Melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang, yang diterbitkan dalam Kabupaten Rembang dalam angka, pada 2021, Rembang memiliki populasi sapi sejumlah 147. 494. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang menyasar daerah dengan kasus PMK rendah untuk pelaksanaan vaksinasi. Dari 14 kecamatan, wilayah Sluke dan Lasem dinilai masih dalam kategori landai.

Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan menyampaikan pemerintah pusat telah memeriksa kesiapan di lapangan terkait sumber daya manusia dan sarana prasarana (sarpras) penunjang di Rembang untuk pelaksanaan vaksinasi PMK. Diharapkan Pemkab sudah siap ketika vaksin didroping. Sehingga bisa melaksanakan program itu.

Meski demikian, terkait kuota vaksin yang akan diterima, hingga kemarin Dintanpan Rembang masih belum mendapatkan informasi tersebut. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

Disinggung terkait pendataan sasaran sapi yang akan divaksinasi, hingga kemarin, Dintanpan juga belum memiliki data tersebut. Namun, Agus melanjutkan, kategori prioritas sapi yang akan divaksin harus sehat. Sehingga, dalam pelaksanaannya nanti, Pemkab akan menyasar daerah dengan kasus PMK yang masih landai.

Baca Juga :  Gara-Gara Berpakaian Sexy, Pemandu Lagu di Rembang Kena Semprit Satpol PP

”Yang sudah pasti agak bersih Sluke, Lasem. Tertinggi kasus Rembang kota,” jelasnya.

Pihaknya akan mengerahkan volunteer satu dokter hewan dan tiga orang yang sedang melaksanakan PKL.

Prioritas vaksinasi PMK akan menyasar sapi-sapi dalam kondisi sehat. Sementara, ternak-ternak yang sudah bergejala atau terkonfirmasi harus menunggu enam bulan ke depan untuk divaksinasi.

Vaksinasi pada sapi itu akan diberikan dua dosis. Pemberian dosis kedua akan dilakukan setelah enam bulan pasca suntikan dosis pertama.

Melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang, yang diterbitkan dalam Kabupaten Rembang dalam angka, pada 2021, Rembang memiliki populasi sapi sejumlah 147. 494. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/