alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Kartu Identitas Anak di Rembang Baru 32 Persen, Dinas: Keterbatasan Alat dan SDM

REMBANG – Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Rembang baru 54.438 anak dari total usia KIA 166.095 atau baru di angka 32 persen dari sasaran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang Suparmin menyebutkan rincian anak yang mengantongi KIA laki-laki sebanyak 28.212 dan perempuan 26.226.

”Persentasenya di angka 32,78 persen. Angka itu terdata pada tanggal 16 Juni. KIA yang diutamakan daftar haji dan masuk sekolah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Berdasarkan wilayahnya yang sudah memiliki KIA Rembang Kota ada 11.453 atau 47,57 persen, Bulu ada 2.947 atau 44,77 persen, Pancur ada 3.021 atau 37.13 persen. Kaliori ada 3.829 atau 36,86 persen, Lasem ada 5.069 atau 36,00 persen, Sumber ada 2.986 atau 33,69 persen.

”Prinsipnya kita kerjakan. Tapi kita ada skala prioritas. Terpenting KK, KTP karena keterbatasan sarpras dan SDM. KIA tidak terlalu urgent. Setiap hari tetap dicicil,” teranganya.

Saat ini Dindukcapil terus menggenjot perekaman E-KTP. Ia mengakui memang tak mudah saat ini. Selain menunggu penerimaan siswa baru. Kedua bulan Oktober ada daftar pemilih tetap dari KPU.

Baca Juga :  Produk Instan Kedaluwarsa Masih Dijual di Sejumlah Toko di Rembang

“Harus merekam pemilih pemula. Per 14 Februari 2024 harus di rekam semua. Dindukcapil saat ini keterbatasan alat dan tenaga. Belum lagi didesak lagi penerimaan mahasiswa baru,” katanya.

Pihaknya pun terus memperbaiki pelayanan dalam pengurusan dokumen kependudukan sekarang dipermudah. Melalui program mengurus dokumen via WhatsApp.

Dengan adanya inovasi ini, pemohon bisa menghemat waktu dan biaya. Tak perlu antre. Ketika hendak mengurus dokumen tinggal mengirimkan pesan ke nomor 0852254884445. Secara otomatis akan diarahkan Customer Service sesuai dengan dokumen yang akan diurus.

Suparmin menambahkan terus menyosialisasikan program tersebut. Ia berharap, masyarakat bisa mengakses sehingga tidak perlu mengantre di kantor. “Di sana (nomor WA) pemohon akan dibantu oleh petugas, sesuai dengan layanan yang diinginkannya,” imbuhnya. (noe/vah/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Rembang baru 54.438 anak dari total usia KIA 166.095 atau baru di angka 32 persen dari sasaran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang Suparmin menyebutkan rincian anak yang mengantongi KIA laki-laki sebanyak 28.212 dan perempuan 26.226.

”Persentasenya di angka 32,78 persen. Angka itu terdata pada tanggal 16 Juni. KIA yang diutamakan daftar haji dan masuk sekolah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Berdasarkan wilayahnya yang sudah memiliki KIA Rembang Kota ada 11.453 atau 47,57 persen, Bulu ada 2.947 atau 44,77 persen, Pancur ada 3.021 atau 37.13 persen. Kaliori ada 3.829 atau 36,86 persen, Lasem ada 5.069 atau 36,00 persen, Sumber ada 2.986 atau 33,69 persen.

”Prinsipnya kita kerjakan. Tapi kita ada skala prioritas. Terpenting KK, KTP karena keterbatasan sarpras dan SDM. KIA tidak terlalu urgent. Setiap hari tetap dicicil,” teranganya.

Saat ini Dindukcapil terus menggenjot perekaman E-KTP. Ia mengakui memang tak mudah saat ini. Selain menunggu penerimaan siswa baru. Kedua bulan Oktober ada daftar pemilih tetap dari KPU.

Baca Juga :  Drainase Tersumbat Sampah, Dua Desa di Rembang Dikepung Banjir

“Harus merekam pemilih pemula. Per 14 Februari 2024 harus di rekam semua. Dindukcapil saat ini keterbatasan alat dan tenaga. Belum lagi didesak lagi penerimaan mahasiswa baru,” katanya.

Pihaknya pun terus memperbaiki pelayanan dalam pengurusan dokumen kependudukan sekarang dipermudah. Melalui program mengurus dokumen via WhatsApp.

Dengan adanya inovasi ini, pemohon bisa menghemat waktu dan biaya. Tak perlu antre. Ketika hendak mengurus dokumen tinggal mengirimkan pesan ke nomor 0852254884445. Secara otomatis akan diarahkan Customer Service sesuai dengan dokumen yang akan diurus.

Suparmin menambahkan terus menyosialisasikan program tersebut. Ia berharap, masyarakat bisa mengakses sehingga tidak perlu mengantre di kantor. “Di sana (nomor WA) pemohon akan dibantu oleh petugas, sesuai dengan layanan yang diinginkannya,” imbuhnya. (noe/vah/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/