alexametrics
26.4 C
Kudus
Tuesday, June 21, 2022

Dibuka Marching Band, Empat Ponpes di Rembang Bersaing di Liga Santri 2022

REMBANG – Piala Kasad Liga Santri PSSI tahun 2022 di Kabupaten Rembang mulai bergulir di Stadion Krida Rembang, Senin (20/6). Liga yang dibuka dengan pertunjukan marching band Al-Anwar itu diikuti 4 tim dari 4 pondok pesantren di Rembang.

Pada pertandingan pembuka tersaji pertandingan kesebelasan Al Barkah melawan Roudlotut Tolibin yang berakhir dengan skor imbang 0-0. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan Al-Anwar FC melawan Alhamdulillah FC.

Pada pertandingan sesi kedua, Alhamdulillah FC pesta gol di gawang Al-Anwar FC dengan skor 5-1. Selanjutnya ke empat tim asal Rembang akan berhadapan dengan tim santri dari Kabupaten Blora dan Pati untuk bersaing menunjukkan siapa tim terbaik yang berhak lolos ke tahap selanjutnya.


Kabupaten Rembang ditunjuk menjadi tuan rumah pada pertandingan selanjutnya yang rencananya diikuti oleh 11 tim dari 3 Kabupaten. Dengan rincian Kabupaten Blora mengeluarkan 3 tim, Kabupaten Pati 4 tim dan Rembang 4 tim.

Sehingga hasil pertandingan kali ini tidak berpengaruh untuk pertandingan selanjutnya. Karena 4 tim Rembang merupakan tim terbaik yang lolos dari hasil seleksi 4 wilayah Rembang yang digelar beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Perizinan Kapal di Rembang Dibatasi, Dewan Sidak Kantor Pelabuhan

Dandim 0720 Rembang, Letkol Kav Donan Wahyu Sejati saat pembukaan liga tersebut menyampaikan, tujuan utama diselenggarakannya liga santri adalah untuk mencari bibit unggul pemain sepak bola asli Rembang yang nantinya bisa membawa nama baik daerah di kanca sepak bola nasional.

“Tujuan utama adalah bagaimana kita mencari bibit-bibit unggul yang nantinya bisa membawa harum nama Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bahkan sampai ke tingkat Indonesia, itu harapannya,” kata Letkol Kav Donan.

Untuk itu dirinya berpesan kepada seluruh pemain yang latar belakangnya adalah santri agar dapat bermain dengan sportif dan menampilkan permainan terbaiknya. Dengan begitu peluang untuk maju ke tingkat nasional akan terbuka lebar.

“Kita boleh bertanding di lapangan tetapi jangan pernah berkelahi diluar bahkan di lapangan. Kita junjung sportifitas, semoga pelaksanaan ini dapat berjalan aman dan lancar,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Piala Kasad Liga Santri PSSI tahun 2022 di Kabupaten Rembang mulai bergulir di Stadion Krida Rembang, Senin (20/6). Liga yang dibuka dengan pertunjukan marching band Al-Anwar itu diikuti 4 tim dari 4 pondok pesantren di Rembang.

Pada pertandingan pembuka tersaji pertandingan kesebelasan Al Barkah melawan Roudlotut Tolibin yang berakhir dengan skor imbang 0-0. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan Al-Anwar FC melawan Alhamdulillah FC.

Pada pertandingan sesi kedua, Alhamdulillah FC pesta gol di gawang Al-Anwar FC dengan skor 5-1. Selanjutnya ke empat tim asal Rembang akan berhadapan dengan tim santri dari Kabupaten Blora dan Pati untuk bersaing menunjukkan siapa tim terbaik yang berhak lolos ke tahap selanjutnya.

Kabupaten Rembang ditunjuk menjadi tuan rumah pada pertandingan selanjutnya yang rencananya diikuti oleh 11 tim dari 3 Kabupaten. Dengan rincian Kabupaten Blora mengeluarkan 3 tim, Kabupaten Pati 4 tim dan Rembang 4 tim.

Sehingga hasil pertandingan kali ini tidak berpengaruh untuk pertandingan selanjutnya. Karena 4 tim Rembang merupakan tim terbaik yang lolos dari hasil seleksi 4 wilayah Rembang yang digelar beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Belum Jelas, Hasil Survei Jalan Tol di Rembang Masih Abu-Abu

Dandim 0720 Rembang, Letkol Kav Donan Wahyu Sejati saat pembukaan liga tersebut menyampaikan, tujuan utama diselenggarakannya liga santri adalah untuk mencari bibit unggul pemain sepak bola asli Rembang yang nantinya bisa membawa nama baik daerah di kanca sepak bola nasional.

“Tujuan utama adalah bagaimana kita mencari bibit-bibit unggul yang nantinya bisa membawa harum nama Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bahkan sampai ke tingkat Indonesia, itu harapannya,” kata Letkol Kav Donan.

Untuk itu dirinya berpesan kepada seluruh pemain yang latar belakangnya adalah santri agar dapat bermain dengan sportif dan menampilkan permainan terbaiknya. Dengan begitu peluang untuk maju ke tingkat nasional akan terbuka lebar.

“Kita boleh bertanding di lapangan tetapi jangan pernah berkelahi diluar bahkan di lapangan. Kita junjung sportifitas, semoga pelaksanaan ini dapat berjalan aman dan lancar,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/