alexametrics
32.1 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Ini Sosok Dony Warga Lasem, Pembunuh Ibu-Anak yang Dibuang di Tol Semarang

REMBANG – Penetapan Dony Christiawan Eko Wahyudi sebagai tersangka pembunuhan membuat heboh para tetangganya. Saat ini, ia harus berurusan dengan hukum karena tega membunuh ibu dan anak. Tetangga pun tak percaya ia melakukan hal keji tersebut. Mengingat ia dikenal sebagai sosok yang baik. Bahkan sebelumnya, anak dari korban sempat di bawa ke Desa Sumbergirang Lasem, Rembang. Dikenalkan ke tetangganya sebagai anak pasien.

Diberitakan, Dony tega membunuh bocah lima tahun berinisial MFA pada Minggu (20/2). Jasadnya dibuang di bawah jalan Tol Semarang-Solo Km 426. Motifnya karena jengkel. Kemudian dikunci di kamar dan tidak diberi makan.

Baca Juga : Terungkap! Pembunuh Ibu-Anak di Tol Semarang Ternyata Warga Lasem Rembang


Korban kedua, adalah Sweetha Catra Kusuma Subardiya. Perempuan 32 tahun itu merupakan ibu dari MFA. Dia dibunuh dengan dicekik menggunakan kerudung. Jasadnya lalu dibuang satu area dengan korban anak. Berjarak sekitar 500 meter sampai satu kilometer.

Sebelumnya, Dony dan Sweetha berpacaran sejak Oktober 2021 lalu.

Motif pembunuhan korban kedua ini diduga karena cemburu. Pelaku panik, ketika ditanya keberadaan MFA. Padahal, MFA sempat dititipkan kepada pelaku sekitar Februari. Warga sekitar, di Desa Sumbergirang Lasem, Rembang, juga mengetahui, bahwa Dony sempat membawa anak laki-laki.

Baca Juga :  Sandar Kapal Terganggu, Warga Rembang Was-Was Banjir

Riris Andwianto, ketua RW sekaligus tetangganya itu mengenal sosok Dony sebagai orang yang baik dan sering menyapa tetangga. Pria yang baru saja ditetapkan tersangka itu merupakan pendatang di Desa Sumbergirang. Ia mengontrak rumah. Tak jauh dari rumah Riris. Sekitar 25 meter.

Jarak antar rumah warga juga berdekatan. Terhubung dengan jalan setapak. Yang lebarnya hanya cukup dilalui satu mobil. Dony dan keluarganya tinggal di kompleks ini sekitar setahun lebih dua bulan.

”Dia (Dony, Red) itu kalau sama tetangga menyapa, ia baik. Saya cukup kaget jika ia melakukan pembunuhan tersebut” katanya.

Saat Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi rumah kontrakan Dony dalam kondisi tertutup. Informasi dari warga, Dony tinggal di situ bersama istri dan satu anaknya. Yang usianya sekitar lima tahun.

”Kurang lebih satu tahun dua bulan. Karena baru saja diperpanjang kontrakannya. Mas Dony asli Sluke, kalau istrinya Pemalang. Untuk KK, KK Leteh, Rembang,” jelasnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Penetapan Dony Christiawan Eko Wahyudi sebagai tersangka pembunuhan membuat heboh para tetangganya. Saat ini, ia harus berurusan dengan hukum karena tega membunuh ibu dan anak. Tetangga pun tak percaya ia melakukan hal keji tersebut. Mengingat ia dikenal sebagai sosok yang baik. Bahkan sebelumnya, anak dari korban sempat di bawa ke Desa Sumbergirang Lasem, Rembang. Dikenalkan ke tetangganya sebagai anak pasien.

Diberitakan, Dony tega membunuh bocah lima tahun berinisial MFA pada Minggu (20/2). Jasadnya dibuang di bawah jalan Tol Semarang-Solo Km 426. Motifnya karena jengkel. Kemudian dikunci di kamar dan tidak diberi makan.

Baca Juga : Terungkap! Pembunuh Ibu-Anak di Tol Semarang Ternyata Warga Lasem Rembang

Korban kedua, adalah Sweetha Catra Kusuma Subardiya. Perempuan 32 tahun itu merupakan ibu dari MFA. Dia dibunuh dengan dicekik menggunakan kerudung. Jasadnya lalu dibuang satu area dengan korban anak. Berjarak sekitar 500 meter sampai satu kilometer.

Sebelumnya, Dony dan Sweetha berpacaran sejak Oktober 2021 lalu.

Motif pembunuhan korban kedua ini diduga karena cemburu. Pelaku panik, ketika ditanya keberadaan MFA. Padahal, MFA sempat dititipkan kepada pelaku sekitar Februari. Warga sekitar, di Desa Sumbergirang Lasem, Rembang, juga mengetahui, bahwa Dony sempat membawa anak laki-laki.

Baca Juga :  Pengawal Kades Tahunan Rembang Punya Senjata Api Ilegal

Riris Andwianto, ketua RW sekaligus tetangganya itu mengenal sosok Dony sebagai orang yang baik dan sering menyapa tetangga. Pria yang baru saja ditetapkan tersangka itu merupakan pendatang di Desa Sumbergirang. Ia mengontrak rumah. Tak jauh dari rumah Riris. Sekitar 25 meter.

Jarak antar rumah warga juga berdekatan. Terhubung dengan jalan setapak. Yang lebarnya hanya cukup dilalui satu mobil. Dony dan keluarganya tinggal di kompleks ini sekitar setahun lebih dua bulan.

”Dia (Dony, Red) itu kalau sama tetangga menyapa, ia baik. Saya cukup kaget jika ia melakukan pembunuhan tersebut” katanya.

Saat Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi rumah kontrakan Dony dalam kondisi tertutup. Informasi dari warga, Dony tinggal di situ bersama istri dan satu anaknya. Yang usianya sekitar lima tahun.

”Kurang lebih satu tahun dua bulan. Karena baru saja diperpanjang kontrakannya. Mas Dony asli Sluke, kalau istrinya Pemalang. Untuk KK, KK Leteh, Rembang,” jelasnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/