alexametrics
26.8 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Lakukan Sidak, Satpol PP Rembang Temukan Belasan ‘Minuman Setan’ di Warkop

REMBANG – Peredaran miras dengan kadar alkohol di atas lima persen di Kabupaten Rembang masih saja ditemukan. Jumlahnya belasan, ‘minuman setan’ itu, lagi-lagi ditemukan di warkop berfasilitas karaoke.

Temuan itu merupakan hasil dari sidak yang dilakukan Sabtu malam (19/2). Termasuk ada temuan pekerja tanpa identitas yang berasal dari Jogjakarta. Status pemandu lagu itu, di salah satu kafe di wilayah Kecamatan Pancur.

Kepala Satpol PP, Kabupaten Rembang, Dwi Sulistiyono melalui Karnen Kasi Penindakan/PPNS saat dikonfirmasi tidak menampik temuan miras dijual di warkop. Selain ada salah satu warkop yang mempekerjakan orang tanpa identitas.


”Kita lakukan kegiatan penegakan Perda No 2 Tahun 2019. Hari Sabtu (19/2). Kita mulai bergerak pukul 20.00 sampai 23.30 WIB,” keteranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Karnen menyampaikan warkop yang disasar ada tindak lanjut. Dari sasaran Satpol PP. Kemudian, juga aduan dari masyarakat. Fokus di wilayah Rembang Kota dan Pancur. Yang dituju warkop Wito, Sukoharjo ditemukan miras 4 botol.

Lalu di kompleks stasiun lama Warkop Riyan ditemukan miras 4 botol, warkop Surendah ditemukan miras 3 botol, warkop Novia ditemukan miras 7 botol. Salah satunya merupakan hasil deteksi dini dari anggota.

Selain itu, ditemukan juga di warkop Jeruk Pancur milik Hartini mempekerjakan orang tanpa identitas.

Baca Juga :  Maulid Nabi, Umat Muslim Diminta Dengarkan dan Amalkan Nasehat Ulama

”Tindakan yang dilakukan petugas menyita miras. Meminta kepada para pelanggar untuk hadir di Satpol PP untuk pembinaan,” jelasnya.

Memang sesuai perda yang berlaku no 2 tahun 2019, tentang ketertiban umum pada pasal 21 larangan menjual miras di atas 5 persen. Di Lapangan ditemukan anggur merah sekitar 15 persen. Ada killin dan kolesom.

Pemilik warkop mengaku menjual kepada siapa saja yang membutuhkan. Saat masuk di warkop, tidak ada perlakuan khusus untuk pelanggan. Dan itu terbukti saat petugas melakukan sidak. Ada yang baru minum dan mabuk.

”Ada yang posisi tidak ada penyajian miras. Tetapi di belakang menyimpan,” imbuhnya.

Karnen menambahkan setelah kasus temuan itu, kemudian dilakukan interview secara langsung kepada pemilik usaha. Ditanya mengenal dari mana? Diperoleh keterangan perkenalan dengan penyaji dari sebuah medsos yaitu Facebook.

Kemudian, petugas menanyakan identitas, dan dijawab berasal dari Jogjakarta. Saat ditanya lebih jauh mengenai kartu identitas, dia mengaku ketinggalan di rumah. Petugas lalu menyarankan untuk diambil atau dipaketkan. Dengan jaminan dibawa pemilik usahanya. Dan nantinya bisa hadir di kantor Satpol PP dengan menunjukan KTP.

”Secara fisik sudah 17 tahun. Pengakuannya juga tidak di bawah umur.” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Peredaran miras dengan kadar alkohol di atas lima persen di Kabupaten Rembang masih saja ditemukan. Jumlahnya belasan, ‘minuman setan’ itu, lagi-lagi ditemukan di warkop berfasilitas karaoke.

Temuan itu merupakan hasil dari sidak yang dilakukan Sabtu malam (19/2). Termasuk ada temuan pekerja tanpa identitas yang berasal dari Jogjakarta. Status pemandu lagu itu, di salah satu kafe di wilayah Kecamatan Pancur.

Kepala Satpol PP, Kabupaten Rembang, Dwi Sulistiyono melalui Karnen Kasi Penindakan/PPNS saat dikonfirmasi tidak menampik temuan miras dijual di warkop. Selain ada salah satu warkop yang mempekerjakan orang tanpa identitas.

”Kita lakukan kegiatan penegakan Perda No 2 Tahun 2019. Hari Sabtu (19/2). Kita mulai bergerak pukul 20.00 sampai 23.30 WIB,” keteranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Karnen menyampaikan warkop yang disasar ada tindak lanjut. Dari sasaran Satpol PP. Kemudian, juga aduan dari masyarakat. Fokus di wilayah Rembang Kota dan Pancur. Yang dituju warkop Wito, Sukoharjo ditemukan miras 4 botol.

Lalu di kompleks stasiun lama Warkop Riyan ditemukan miras 4 botol, warkop Surendah ditemukan miras 3 botol, warkop Novia ditemukan miras 7 botol. Salah satunya merupakan hasil deteksi dini dari anggota.

Selain itu, ditemukan juga di warkop Jeruk Pancur milik Hartini mempekerjakan orang tanpa identitas.

Baca Juga :  Hari Juang Diperingati dengan Tabur Bunga ke TMP Giri Bhakti Rembang

”Tindakan yang dilakukan petugas menyita miras. Meminta kepada para pelanggar untuk hadir di Satpol PP untuk pembinaan,” jelasnya.

Memang sesuai perda yang berlaku no 2 tahun 2019, tentang ketertiban umum pada pasal 21 larangan menjual miras di atas 5 persen. Di Lapangan ditemukan anggur merah sekitar 15 persen. Ada killin dan kolesom.

Pemilik warkop mengaku menjual kepada siapa saja yang membutuhkan. Saat masuk di warkop, tidak ada perlakuan khusus untuk pelanggan. Dan itu terbukti saat petugas melakukan sidak. Ada yang baru minum dan mabuk.

”Ada yang posisi tidak ada penyajian miras. Tetapi di belakang menyimpan,” imbuhnya.

Karnen menambahkan setelah kasus temuan itu, kemudian dilakukan interview secara langsung kepada pemilik usaha. Ditanya mengenal dari mana? Diperoleh keterangan perkenalan dengan penyaji dari sebuah medsos yaitu Facebook.

Kemudian, petugas menanyakan identitas, dan dijawab berasal dari Jogjakarta. Saat ditanya lebih jauh mengenai kartu identitas, dia mengaku ketinggalan di rumah. Petugas lalu menyarankan untuk diambil atau dipaketkan. Dengan jaminan dibawa pemilik usahanya. Dan nantinya bisa hadir di kantor Satpol PP dengan menunjukan KTP.

”Secara fisik sudah 17 tahun. Pengakuannya juga tidak di bawah umur.” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/