alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Wabup Rembang: Dinbudpar Kurang Greget dan Kurang Inovasi

REMBANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), Kabupaten Rembang dianggap kurang greget dan terlalu lambat dalam berinovasi. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’ saat apel pagi, Kamis (20/1).

“Potensi pariwisata daerah banyak. Sayangnya masih biasa-biasa saja. Lalu masih kesulitan mencari objek-objek, semacam ini perlu diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya Kabupaten Rembang memiliki garis pantai yang panjang. Perbukitan yang indah, peninggalan megalitikum, majapahit, jejak para wali, ragam seni dan budaya. Serta ada museum RA Kartini, serta tokoh-tokoh strategis.


”Pelan-pelan, kita bisa menangkap potensi-potensi itu, dan mengubahnya menjadi objek, destinasi, dan daya dukung pariwisata. Industri kreatif pun bergeliat,” ungkapnya.

Menurutnya menyadari Dinbudpar berjalan terlalu pelan. Pengembangan yang dilakukan, masih biasa. Kurang lompatan. Banyak hal yang didorong. Termasuk keberadaan museum RA Kartini Kabupaten Rembang.

”Saya ingin museum lebih ramai, seiring melandainya pandemi. Harus ada nuansa dan spirit pengelolaan baru. Menu baru dan hal-hal baru,” suntikan semangatnya.

Wabup berharap pengembangan pantai harus makin menarik dikunjungi. Sudah ada Wates, Nyamplung, Karangjahe, Caruban, Bonang-Binangun, Jatisari, Dan Balongmulyo.

”Saya ingin, ada pengembangan lainnya. Bukti bahwa kita terus bekerja,” pintanya.

Selain pantai, juga di perbukitan. Sudah mulai dikembangkan dengan pembangunan pariwisata berbasis kawasan. ”Tugas njenengan semua, menguatkan, memantapkan, dan menginspirasikannya ke kawasan lain. Jalin kemitraan dengan dinas lain dan komponen lain,” harapanya.

Baca Juga :  Tiga Sekolah di Rembang Jadi Percontohan Penerapan Kurikulum Prototipe

Tidak ketinggalan cagar-cagar budaya, peninggalan-peninggalan penting, terus lindungi. Fasilitasi kekayaan intelektual dan lindungi kreatifitas di dalamnya. Jika perlu, berikan insentif bagi pelestariannya.

”Intensifkan promosi pariwisata. Galang semua platform media. Endorse ke lebih banyak kalangan dan tokoh. Canangkan. Rembang layak dikunjungi. Njenengan pantes-pantese pariwisata Rembang. Njenengan umbulke kebudayaan Rembang. Semua kerja di dinas ini adalah kerja penguatan pariwisata,” imbuhnya.

Kepala Dinbudpar Rembang Muttaqin menyampaikan langkah awal OPD yang dipimpinya mengoptimalkan fungsi Tourism Information Center (TIC). Diakuinya selama ini keberadaanya belum strategis.

”Pemanfaatannya belum optimal. Maka untuk di tahun 2022 Dinbudpar harus ada lompatan-lompatan khususnya di pemanfatan TIC,” ujarnya.

Salah satu caranya akan menempatkan atau memindahkan ruang TIC pada tempat strategis. Ketika masuk di kawasan Dinbudpar langsung bisa melihat. Selama ini masuk di kantor Dinas akan tanya siapa dan sebagainya.

“Maka rencana ruang yang paling depan Kartini mengajar kalau bisa menata. Dengan tidak merubah komposisi nanti akan memanfaatkan semaksimal mungkin. Dengan memanfaatkan IMMR berperan serta di dalam fungsi TIC,” katanya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), Kabupaten Rembang dianggap kurang greget dan terlalu lambat dalam berinovasi. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’ saat apel pagi, Kamis (20/1).

“Potensi pariwisata daerah banyak. Sayangnya masih biasa-biasa saja. Lalu masih kesulitan mencari objek-objek, semacam ini perlu diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya Kabupaten Rembang memiliki garis pantai yang panjang. Perbukitan yang indah, peninggalan megalitikum, majapahit, jejak para wali, ragam seni dan budaya. Serta ada museum RA Kartini, serta tokoh-tokoh strategis.

”Pelan-pelan, kita bisa menangkap potensi-potensi itu, dan mengubahnya menjadi objek, destinasi, dan daya dukung pariwisata. Industri kreatif pun bergeliat,” ungkapnya.

Menurutnya menyadari Dinbudpar berjalan terlalu pelan. Pengembangan yang dilakukan, masih biasa. Kurang lompatan. Banyak hal yang didorong. Termasuk keberadaan museum RA Kartini Kabupaten Rembang.

”Saya ingin museum lebih ramai, seiring melandainya pandemi. Harus ada nuansa dan spirit pengelolaan baru. Menu baru dan hal-hal baru,” suntikan semangatnya.

Wabup berharap pengembangan pantai harus makin menarik dikunjungi. Sudah ada Wates, Nyamplung, Karangjahe, Caruban, Bonang-Binangun, Jatisari, Dan Balongmulyo.

”Saya ingin, ada pengembangan lainnya. Bukti bahwa kita terus bekerja,” pintanya.

Selain pantai, juga di perbukitan. Sudah mulai dikembangkan dengan pembangunan pariwisata berbasis kawasan. ”Tugas njenengan semua, menguatkan, memantapkan, dan menginspirasikannya ke kawasan lain. Jalin kemitraan dengan dinas lain dan komponen lain,” harapanya.

Baca Juga :  Merasa Jadi ”Anak Tiri” Vaksinasi, Bupati Rembang Protes PPKM Level 3

Tidak ketinggalan cagar-cagar budaya, peninggalan-peninggalan penting, terus lindungi. Fasilitasi kekayaan intelektual dan lindungi kreatifitas di dalamnya. Jika perlu, berikan insentif bagi pelestariannya.

”Intensifkan promosi pariwisata. Galang semua platform media. Endorse ke lebih banyak kalangan dan tokoh. Canangkan. Rembang layak dikunjungi. Njenengan pantes-pantese pariwisata Rembang. Njenengan umbulke kebudayaan Rembang. Semua kerja di dinas ini adalah kerja penguatan pariwisata,” imbuhnya.

Kepala Dinbudpar Rembang Muttaqin menyampaikan langkah awal OPD yang dipimpinya mengoptimalkan fungsi Tourism Information Center (TIC). Diakuinya selama ini keberadaanya belum strategis.

”Pemanfaatannya belum optimal. Maka untuk di tahun 2022 Dinbudpar harus ada lompatan-lompatan khususnya di pemanfatan TIC,” ujarnya.

Salah satu caranya akan menempatkan atau memindahkan ruang TIC pada tempat strategis. Ketika masuk di kawasan Dinbudpar langsung bisa melihat. Selama ini masuk di kantor Dinas akan tanya siapa dan sebagainya.

“Maka rencana ruang yang paling depan Kartini mengajar kalau bisa menata. Dengan tidak merubah komposisi nanti akan memanfaatkan semaksimal mungkin. Dengan memanfaatkan IMMR berperan serta di dalam fungsi TIC,” katanya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/