alexametrics
24.4 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Bupati Rembang Tegur Dishub Soal Isu Kir Bayar Rp 100 Ribu

REMBANG — Bupati Rembang Abdul Hafidz menindaklanjuti aduan warga berkaitan dengan rekomendasi mengurus Kir pada Kamis (20/1). Khususnya pada kendaraan bus mini. Informasinya pemohon harus dapat rekomendasi PT atau koperasi dengan membayar Rp 100 ribu.

Terkait aduan warga ini disampaikan Bupati Rembang. Tepatnya dalam pengarahan di kantor Perhubungan baru batu ini. Agar tak menjadi isu liar. Terkait benar atau tidaknya bupati meminta menelusuri. “Karena itu benar sangat memberatkan,” ujarnya

Sebelumnya awal Januari lalu Dinas Perhubungan memang menjadi perhatian bupati. Sebab memiliki potensi kerawanan. Karena pungutan-pungutan banyak. Parkir, Kir. Bahkan ada yang mengadu Bupati, Kir harus dapat rekomendasi dari PT, koperasi. Harus bayar Rp 100 ribu. Itu juga memberatkan.


”Saya minta itu ditelusuri. Apakah benar laporan itu. Terutama kendaraan bus mini, mau Kir harus dapat rekomendasi dari koperasi atau PT. Kalau tidak bayar Rp 100 ribu, maka tidak direkomendasi. Itu memberatkan sekali. Kemarin mengadu saya. Tolong Dinas Perhubungan bisa telusuri. Apakah benar atau tidak diserahkan,” tegasnya.

Menurutnya kalau memang benar, aturannya tidak ada tidak usah! Jangan main-main pungutan yang tidak ada dasarnya. Karena ini akan mencoreng pemerintahan, dinas dan nama pribadi. Itu yang akan terjadi.

Baca Juga :  Jalan Antar Desa di Rembang Terkendala SK

Bupati Rembang, Abdul Hafidz pekan lalu juga soroti kantor Perhubungan. Menyadari kantor sarana dan prasarananya jelek sekali. Tahun ini akan memulai rehab agar ke depan lebih representative. Tujuannya pegawai Dishub bisa bekerja dengan nyaman.

”Fasilitas-fasilitas yang ada harus terus terus berbenah. Tidak boleh stagnan,” harapnnya.

Maka perencana-perencanaan ke depan, sesuai visi dan misi yang sudah disampaikan masyarakat Rembang. Harus ditangkap sebagai upaya perbaikan-perbaikan.

Ia berharap ditangan kepemimpinan kepala dinas baru, Arif Romadlon punya gebrakan.

“Jangan seperti kemarin-kemarin bagaimana manajemen dan mengatur tugas tugas bawahannya. Kepala baru mampu memanage potensi yang ada. Baik tentang SDM dan sarana dan prasarana,” bebernya.

Terpisah Kepala Perhubungan Rembang, Arif Romadlon berkomitmen akan melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas mulai gedung dan beberapa penunjang lainnya diperbaiki.” Untuk landasan Kir sudah diperbaiki. Masuknya tipe B. Kita terus tingkatkan pelayanan prima. Ke depan pembayaran telah digagas non tunai,” tadasnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG — Bupati Rembang Abdul Hafidz menindaklanjuti aduan warga berkaitan dengan rekomendasi mengurus Kir pada Kamis (20/1). Khususnya pada kendaraan bus mini. Informasinya pemohon harus dapat rekomendasi PT atau koperasi dengan membayar Rp 100 ribu.

Terkait aduan warga ini disampaikan Bupati Rembang. Tepatnya dalam pengarahan di kantor Perhubungan baru batu ini. Agar tak menjadi isu liar. Terkait benar atau tidaknya bupati meminta menelusuri. “Karena itu benar sangat memberatkan,” ujarnya

Sebelumnya awal Januari lalu Dinas Perhubungan memang menjadi perhatian bupati. Sebab memiliki potensi kerawanan. Karena pungutan-pungutan banyak. Parkir, Kir. Bahkan ada yang mengadu Bupati, Kir harus dapat rekomendasi dari PT, koperasi. Harus bayar Rp 100 ribu. Itu juga memberatkan.

”Saya minta itu ditelusuri. Apakah benar laporan itu. Terutama kendaraan bus mini, mau Kir harus dapat rekomendasi dari koperasi atau PT. Kalau tidak bayar Rp 100 ribu, maka tidak direkomendasi. Itu memberatkan sekali. Kemarin mengadu saya. Tolong Dinas Perhubungan bisa telusuri. Apakah benar atau tidak diserahkan,” tegasnya.

Menurutnya kalau memang benar, aturannya tidak ada tidak usah! Jangan main-main pungutan yang tidak ada dasarnya. Karena ini akan mencoreng pemerintahan, dinas dan nama pribadi. Itu yang akan terjadi.

Baca Juga :  Pembangunan Dilanjut, Jembatan Temperak Rembang Digelontor Rp 8 M

Bupati Rembang, Abdul Hafidz pekan lalu juga soroti kantor Perhubungan. Menyadari kantor sarana dan prasarananya jelek sekali. Tahun ini akan memulai rehab agar ke depan lebih representative. Tujuannya pegawai Dishub bisa bekerja dengan nyaman.

”Fasilitas-fasilitas yang ada harus terus terus berbenah. Tidak boleh stagnan,” harapnnya.

Maka perencana-perencanaan ke depan, sesuai visi dan misi yang sudah disampaikan masyarakat Rembang. Harus ditangkap sebagai upaya perbaikan-perbaikan.

Ia berharap ditangan kepemimpinan kepala dinas baru, Arif Romadlon punya gebrakan.

“Jangan seperti kemarin-kemarin bagaimana manajemen dan mengatur tugas tugas bawahannya. Kepala baru mampu memanage potensi yang ada. Baik tentang SDM dan sarana dan prasarana,” bebernya.

Terpisah Kepala Perhubungan Rembang, Arif Romadlon berkomitmen akan melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas mulai gedung dan beberapa penunjang lainnya diperbaiki.” Untuk landasan Kir sudah diperbaiki. Masuknya tipe B. Kita terus tingkatkan pelayanan prima. Ke depan pembayaran telah digagas non tunai,” tadasnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/