alexametrics
24.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Tilang Kota Garam Sumbang Kas Negara Rp 1 miliar

REMBANG –  Kejaksaan Negeri Rembang berhasil menyumbang kas negara dari pembayaran denda tilang hampir Rp 1 miliar. Angka Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) itu dihimpun selama 11 bulan dari  total hampir 8.000-an perkara yang ditangani.

Di era digital sekarang ini mengurus tilang tidak perlu berdesak-desakan di kantor Kejaksaan Negeri. Sebab saat ini sudah ada pihak ketiga yang bekerja sama dengan kejaksaan. Yakni di bank yang ditunjuk dan di Kantor Pos.

Pembayaran tersebut cukup efektif mengurangi kerumunan masa. Terlebih saat ini masih masa pandemi Covid-19. Prosesnya cepat. Di samping itu lewat sistem ini juga meminalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang Syahrul Juaksha Subuki melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Dimaz Atmadi memaparkan kurun waktu Januari hingga November 2021, Kejaksaan Negeri Rembang menangani 7.734 perkara dengan menghimpun denda dan biaya perkara 838.865.000.”Yang telah disetor ke kas negara 6.756 berkas.  Dengan nominal Rp 693.718.000,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudu.

Mantan Kasi Intel Kejari Gresik tersebut melaporkan sisa tahun 2021 yakni 978 berkas dengan nominal Rp 144.169.000. Kekurangan penerimaan, karena pelanggar belum mengambil atau membayar denda.

Baca Juga :  Pendapatan Tilang di Rembang Berkurang Rp 2 Miliar, Kok Bisa?

Terkait kebijakan yang ada pembayaran melalui mitra. Seperti Perbankan atau lewat PT Pos. Kejaksaan Negeri Rembang hanya menerima tanda bukti pembayaran. Setelah itu akan diserahkan barang bukti tilang.

”Sudah masuk era digital. Otomatis menekan hal-hal yang tidak diinginkan. Karena tidak menerima uang tunai,” katanya.(noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG –  Kejaksaan Negeri Rembang berhasil menyumbang kas negara dari pembayaran denda tilang hampir Rp 1 miliar. Angka Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) itu dihimpun selama 11 bulan dari  total hampir 8.000-an perkara yang ditangani.

Di era digital sekarang ini mengurus tilang tidak perlu berdesak-desakan di kantor Kejaksaan Negeri. Sebab saat ini sudah ada pihak ketiga yang bekerja sama dengan kejaksaan. Yakni di bank yang ditunjuk dan di Kantor Pos.

Pembayaran tersebut cukup efektif mengurangi kerumunan masa. Terlebih saat ini masih masa pandemi Covid-19. Prosesnya cepat. Di samping itu lewat sistem ini juga meminalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang Syahrul Juaksha Subuki melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Dimaz Atmadi memaparkan kurun waktu Januari hingga November 2021, Kejaksaan Negeri Rembang menangani 7.734 perkara dengan menghimpun denda dan biaya perkara 838.865.000.”Yang telah disetor ke kas negara 6.756 berkas.  Dengan nominal Rp 693.718.000,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudu.

Mantan Kasi Intel Kejari Gresik tersebut melaporkan sisa tahun 2021 yakni 978 berkas dengan nominal Rp 144.169.000. Kekurangan penerimaan, karena pelanggar belum mengambil atau membayar denda.

Baca Juga :  Tahapan Pemilu Resmi Di-Launching, KPU: Rembang Butuh Rp 65 Miliar

Terkait kebijakan yang ada pembayaran melalui mitra. Seperti Perbankan atau lewat PT Pos. Kejaksaan Negeri Rembang hanya menerima tanda bukti pembayaran. Setelah itu akan diserahkan barang bukti tilang.

”Sudah masuk era digital. Otomatis menekan hal-hal yang tidak diinginkan. Karena tidak menerima uang tunai,” katanya.(noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/