alexametrics
31.4 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Penggalian Benda Purbakala di Lasem Diduga untuk Cari Harta Karun

REMBANG – Penggalian benda purbakala di areal kebun tebu di Desa Jolotundo, Lasem, dipastikan bukan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Praktik ilegal itu diduga kuat komplotan pencarian harta karun.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Dwi Purwanto melalui Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Retna Dyah mengaku setelah menerima laporan warga ia langsung ke lokasi bersama BPCB yang kebetulan juga mendapat laporan warga.

Dari lapangan diketahui ekskavasi itu mengatasnamakan BPCB. Mereka melakukan penggalian tanggal 14 Desember 2021. Sementara di lokasi sudah tidak ada aktivitas. Tetapi ada bekas lubang galian yang ditutup.  Ukuran  lubang sumur. Diameter 40 cm.


“Mereka juga mengaku mencari jejak sejarah. Dan mengaku sudah minta izin kepada kepala desa kalau utusan BPCB. Kemarin oknum yang bersangkutan dicari tidak ada. Tidak ditemukan di sana,” jelasnya.

Soal barang-barang yang ditemukan dari hasil penggalian juga sudah tidak ada lokasi. Katanya sempat disimpan balai desa. Cuma diambil lagi si penggali. “Beberapa benda yang ditemukan ada yang share di media sosial. Ketika ditelusuri orangnya alasan tidak ada di tempat,” ungkapnya.

Baca Juga :  320 Perusahaan di Rembang "Ogah" Daftar BPJS, Ini Kata Dinas

Pihaknya juga mengecek sampai Babinsa, Babinkamtibmas serta aparat desa. Namun kebetulan saat tim ke lapangan baru keluar kota. “Jadi tidak bertemu kepala desa maupun aparat. Hanya ketemu karang taruna di Jalatundo. Ketuanya juga tidak tahu,” bebernya.

Untuk mencegah praktik tersebut terulang. Pihaknya dan tim BPCB langsung memberi edukasi pada warga. “Cagar budaya dilindungi UU. Jika ada kegiatan dengan sengaja mencari cagar budaya tidak dibenarkan. Namun jika tidak sengaja menemukan diduga cagar budaya itupun harus segera melaporkan,” jelasnya.

Ia pung mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak desa. Sementara oknum yang telah melakukan penggalian di beberapa titik di desa tersebut juga telah teridentifikasi oleh BPCB. “Orangnya sudah dikantongi BPCB. Karena orang tersebut pernah melakukan melaporkan temuan di Tulis, Lasem,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Penggalian benda purbakala di areal kebun tebu di Desa Jolotundo, Lasem, dipastikan bukan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Praktik ilegal itu diduga kuat komplotan pencarian harta karun.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Dwi Purwanto melalui Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Retna Dyah mengaku setelah menerima laporan warga ia langsung ke lokasi bersama BPCB yang kebetulan juga mendapat laporan warga.

Dari lapangan diketahui ekskavasi itu mengatasnamakan BPCB. Mereka melakukan penggalian tanggal 14 Desember 2021. Sementara di lokasi sudah tidak ada aktivitas. Tetapi ada bekas lubang galian yang ditutup.  Ukuran  lubang sumur. Diameter 40 cm.

“Mereka juga mengaku mencari jejak sejarah. Dan mengaku sudah minta izin kepada kepala desa kalau utusan BPCB. Kemarin oknum yang bersangkutan dicari tidak ada. Tidak ditemukan di sana,” jelasnya.

Soal barang-barang yang ditemukan dari hasil penggalian juga sudah tidak ada lokasi. Katanya sempat disimpan balai desa. Cuma diambil lagi si penggali. “Beberapa benda yang ditemukan ada yang share di media sosial. Ketika ditelusuri orangnya alasan tidak ada di tempat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kabupaten Rembang Rintis Budidaya Kerang Hijau

Pihaknya juga mengecek sampai Babinsa, Babinkamtibmas serta aparat desa. Namun kebetulan saat tim ke lapangan baru keluar kota. “Jadi tidak bertemu kepala desa maupun aparat. Hanya ketemu karang taruna di Jalatundo. Ketuanya juga tidak tahu,” bebernya.

Untuk mencegah praktik tersebut terulang. Pihaknya dan tim BPCB langsung memberi edukasi pada warga. “Cagar budaya dilindungi UU. Jika ada kegiatan dengan sengaja mencari cagar budaya tidak dibenarkan. Namun jika tidak sengaja menemukan diduga cagar budaya itupun harus segera melaporkan,” jelasnya.

Ia pung mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak desa. Sementara oknum yang telah melakukan penggalian di beberapa titik di desa tersebut juga telah teridentifikasi oleh BPCB. “Orangnya sudah dikantongi BPCB. Karena orang tersebut pernah melakukan melaporkan temuan di Tulis, Lasem,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/