alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Progres Capai 86 Persen, 308 Tiang Hias Terpasang di Kota Pusaka Lasem

REMBANG – Penataan Lasem Kota Pusaka sudah menunjukkan progress. Unsur etestika proyek sudah nampak dengan pemasangan sekitar 300-an tiang lampu hias di titik-titik pengerjaan.

Start penataan Kota Pusaka, jika dari arah barat dimulai dari area jembatan bagan. Saat ini pembangunan trotoar sudah tampak. Hanya saja, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin masih terdapat kendaraan-kendaraan yang parkir di trotoar.

Fasilitas pejalan kaki itu ditata di dua sisi jalan pantura sepanjang sekitar 300 meter sampai dengan perempatan Masjid Jami Lasem. Di sini bisa terlihat progress pembangunan Kawasan pertokoan dan penataan Alun-alun Lasem.


Sekarang penampilannya sudah jauh berbeda jika dibandingkan sebelum penataan. Alun-alun dihiasi dengan tiang-tiang lampu hias. Warnanya hitam. Hitungan wartawan koran ini, ada sekitar 36 tiang yang mengelilingi fasilitas publik ini. Selain itu, juga diberikan 19 tempat duduk di beberapa titik.

Lanjut, trotoar sampai depan masjid tadi terus berlanjut ke selatan, menyusuri jalan Lasem-Jatirogo sekitar 200 meter. Sampai dengan perempatan rumah merah. Di sepanjang jalan itu dipasang sekitar 20 tiang lampu hias dan tersebar sekitar 14 bangku taman. Panjangnya sekitar dua meter. Berwarna coklat.

Pembangunan tak hanya sampai situ. Tetapi juga menyentuh seluk beluk Desa Karang Turi. Dari perempatan rumah merah, berjalan ke barat juga dilakukan penataan.

Jalan desa itu sekarang sudah di-paving. Saat melintasi kemarin terdapat pengerjaan saluran gorong-gorong. Di area ini juga dipasang tiang lampu hias di kedua sisi jalan.Total ada sekitar 76. Selaim itu juga juga ada 11 bangku taman.

Baca Juga :  Sinta Ditangani Dokter Spesialis dari Lima Rumah Sakit

Setelah menyusuri jalan sekitar 300 meter itu, akan bertemu dengan pertigaan. Di sini nuansa klasik terasa. JIka berjalan ke utara, akan menyusuri jalan sekitar 400 meter dengan pemandangan dinding-dinding tua, dipadu sekitar 105 tiang lampu hias dan 28 bangku taman hingga poskampling klenteng di area Pondok pesantren Kauman. Jalur ini langsung tembus ke jalan pintura.

Sementara, dari perempatan pos kampling klenteng ke timur juga ada penataan. Area jalan ini dipaving. Melewati kompleks Ponpes Kauman, menyusuri lorong permukiman warga, sekitar 200 meter kemudian bisa tembus ke Museum Islam Nusantara, kompleks Masjid Jami Lasem. Sepanjang jalan itu juga diberi lampu hias sekitar 58 buah. Di sekitar pondok, terdapat Sembilan bangku hias.

Sebelum, sampai ke museum, terdapat pertigaan kecil, jika belok ke timur akan sampai ke Jalan Lasem-Jatirogo. Di lorong sekitar 100 meter itu terdapat 13 tiang lampu hias.

Dari hitungan Jawa Pos Radar Kudus, ada sekitar 308 tiang lampu hias yang coraknya mirip, tingginya sekitar lima meter, berwarna hitam di Kawasan penataan Kota Pusaka.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Rembang Mahfudz menyampaikan, saat ini progres pembangunan sudah sekitar 86 persen. Ia menghimbau kepada pelaku usaha yang berada di sekitar trotoar bisa memarkir kendaraan dengan tertib.”Pemilik usaha bisa menempatkan parkir karyawannya di dalam,” katanya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Penataan Lasem Kota Pusaka sudah menunjukkan progress. Unsur etestika proyek sudah nampak dengan pemasangan sekitar 300-an tiang lampu hias di titik-titik pengerjaan.

Start penataan Kota Pusaka, jika dari arah barat dimulai dari area jembatan bagan. Saat ini pembangunan trotoar sudah tampak. Hanya saja, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin masih terdapat kendaraan-kendaraan yang parkir di trotoar.

Fasilitas pejalan kaki itu ditata di dua sisi jalan pantura sepanjang sekitar 300 meter sampai dengan perempatan Masjid Jami Lasem. Di sini bisa terlihat progress pembangunan Kawasan pertokoan dan penataan Alun-alun Lasem.

Sekarang penampilannya sudah jauh berbeda jika dibandingkan sebelum penataan. Alun-alun dihiasi dengan tiang-tiang lampu hias. Warnanya hitam. Hitungan wartawan koran ini, ada sekitar 36 tiang yang mengelilingi fasilitas publik ini. Selain itu, juga diberikan 19 tempat duduk di beberapa titik.

Lanjut, trotoar sampai depan masjid tadi terus berlanjut ke selatan, menyusuri jalan Lasem-Jatirogo sekitar 200 meter. Sampai dengan perempatan rumah merah. Di sepanjang jalan itu dipasang sekitar 20 tiang lampu hias dan tersebar sekitar 14 bangku taman. Panjangnya sekitar dua meter. Berwarna coklat.

Pembangunan tak hanya sampai situ. Tetapi juga menyentuh seluk beluk Desa Karang Turi. Dari perempatan rumah merah, berjalan ke barat juga dilakukan penataan.

Jalan desa itu sekarang sudah di-paving. Saat melintasi kemarin terdapat pengerjaan saluran gorong-gorong. Di area ini juga dipasang tiang lampu hias di kedua sisi jalan.Total ada sekitar 76. Selaim itu juga juga ada 11 bangku taman.

Baca Juga :  Pertama Kali di Rembang, Pasar Kota Pusaka Lasem Dilengkapi Lift dan Eskalator

Setelah menyusuri jalan sekitar 300 meter itu, akan bertemu dengan pertigaan. Di sini nuansa klasik terasa. JIka berjalan ke utara, akan menyusuri jalan sekitar 400 meter dengan pemandangan dinding-dinding tua, dipadu sekitar 105 tiang lampu hias dan 28 bangku taman hingga poskampling klenteng di area Pondok pesantren Kauman. Jalur ini langsung tembus ke jalan pintura.

Sementara, dari perempatan pos kampling klenteng ke timur juga ada penataan. Area jalan ini dipaving. Melewati kompleks Ponpes Kauman, menyusuri lorong permukiman warga, sekitar 200 meter kemudian bisa tembus ke Museum Islam Nusantara, kompleks Masjid Jami Lasem. Sepanjang jalan itu juga diberi lampu hias sekitar 58 buah. Di sekitar pondok, terdapat Sembilan bangku hias.

Sebelum, sampai ke museum, terdapat pertigaan kecil, jika belok ke timur akan sampai ke Jalan Lasem-Jatirogo. Di lorong sekitar 100 meter itu terdapat 13 tiang lampu hias.

Dari hitungan Jawa Pos Radar Kudus, ada sekitar 308 tiang lampu hias yang coraknya mirip, tingginya sekitar lima meter, berwarna hitam di Kawasan penataan Kota Pusaka.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Rembang Mahfudz menyampaikan, saat ini progres pembangunan sudah sekitar 86 persen. Ia menghimbau kepada pelaku usaha yang berada di sekitar trotoar bisa memarkir kendaraan dengan tertib.”Pemilik usaha bisa menempatkan parkir karyawannya di dalam,” katanya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/