alexametrics
32 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Kabupaten Rembang Miliki 12 Desa Wisata Baru, Ini Daftarnya

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memiliki belasan wisata baru. 12 Desa sudah ditetapkan sebagai desa wisata (Dewi). Desa-desa wisata baru itu memiliki destinasi beragam. Mulai kuliner dan wisata alam.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang telah mengukuhkan 12 Desa wisata tersebut. Saat pengukuhan kemarin (16/6) telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Diantara dari 12 berita tersebut adalah  Desa Candimulyo, Dadapan , Ngulahan Kecamatan Sedan, Desa Sudho dan Karangsari Kecamatan Kulang, hingga Desa Terjan Kecamatan Kragan (selengkapnya lihat grafis).

Pemkan juga telah mengukuhkan forum komunikasi Desa Wisata. Kepala Dinbudpar Rembang Mutaqin menyampaikan , dengan pengukuhan kemarin, artinya Desa Wisata di Kota Santri saat ini berjumlah 28 Desa.


Sebelumnya, kata dia, sudah ada 16 Desa Wisata di Rembang. Seperti Desa Tasikharjo dan Banggi Kecamatan Kaliori, Desa Tasikagung, Punjulharjo, Pasarbanggi,Tritunggal Kecamatan Rembang, dan Desa Bulu Kecamatan Bulu.

“Penetapan desa wisata baru ini ada sebanyak 12 desa wisata. Sebelumnya Rembang sudah memiliki 16 desa wisata”, katanya.

Baca Juga :  Tok! Bupati Rembang Larang Takbir Keliling, Begini Alasannya

Dengan penetapan status Desa Wisata, diharapkan  mampu meningkatkan daya tarik wisatawan. Selain itu, pembentukan forum komunikasi desa wisata juga diharapkan mampu memberikan bimbingan kepada pelaku desa wisata di Kota Garam agar lebih maju.

Bupati Rembang Abdul Hafidz berpesan dengan jumlah 28 Desa Wisata di Rembang,  antar destinasi tidak boleh saling mematikan. Pengelola Desa Wisata diminta berkolaborasi agar semakin menambah daya tawar bagi wisatawan. Melalui inovasi dalam membuat daya tarik yang berbeda.

“Inovasi pengelola yang harus terus dilakukan. Sehingga wisatawan akan memiliki rasa ingin kembali lagi,” ujarnya.

Untuk warga sekitar destinasi wisata, lanjut Hafid, bisa memanfaatkan momen kunjungan wisatawan. Seperti keberadaan seni budaya, kearifan lokal dan jpembuatan kerajinan. Semuanya bisa dikemas menjadi sebuah paket wisata. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memiliki belasan wisata baru. 12 Desa sudah ditetapkan sebagai desa wisata (Dewi). Desa-desa wisata baru itu memiliki destinasi beragam. Mulai kuliner dan wisata alam.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang telah mengukuhkan 12 Desa wisata tersebut. Saat pengukuhan kemarin (16/6) telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Diantara dari 12 berita tersebut adalah  Desa Candimulyo, Dadapan , Ngulahan Kecamatan Sedan, Desa Sudho dan Karangsari Kecamatan Kulang, hingga Desa Terjan Kecamatan Kragan (selengkapnya lihat grafis).

Pemkan juga telah mengukuhkan forum komunikasi Desa Wisata. Kepala Dinbudpar Rembang Mutaqin menyampaikan , dengan pengukuhan kemarin, artinya Desa Wisata di Kota Santri saat ini berjumlah 28 Desa.

Sebelumnya, kata dia, sudah ada 16 Desa Wisata di Rembang. Seperti Desa Tasikharjo dan Banggi Kecamatan Kaliori, Desa Tasikagung, Punjulharjo, Pasarbanggi,Tritunggal Kecamatan Rembang, dan Desa Bulu Kecamatan Bulu.

“Penetapan desa wisata baru ini ada sebanyak 12 desa wisata. Sebelumnya Rembang sudah memiliki 16 desa wisata”, katanya.

Baca Juga :  Sekolah Unik di Rembang, Satu “Gorong-Gorong” Ditiduri Lima Santri

Dengan penetapan status Desa Wisata, diharapkan  mampu meningkatkan daya tarik wisatawan. Selain itu, pembentukan forum komunikasi desa wisata juga diharapkan mampu memberikan bimbingan kepada pelaku desa wisata di Kota Garam agar lebih maju.

Bupati Rembang Abdul Hafidz berpesan dengan jumlah 28 Desa Wisata di Rembang,  antar destinasi tidak boleh saling mematikan. Pengelola Desa Wisata diminta berkolaborasi agar semakin menambah daya tawar bagi wisatawan. Melalui inovasi dalam membuat daya tarik yang berbeda.

“Inovasi pengelola yang harus terus dilakukan. Sehingga wisatawan akan memiliki rasa ingin kembali lagi,” ujarnya.

Untuk warga sekitar destinasi wisata, lanjut Hafid, bisa memanfaatkan momen kunjungan wisatawan. Seperti keberadaan seni budaya, kearifan lokal dan jpembuatan kerajinan. Semuanya bisa dikemas menjadi sebuah paket wisata. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/