alexametrics
25.2 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Tiga Pekan Berlalu, Kasus Sexy Dancer dan Stiker Pungli Masih Belum Jelas

REMBANG Sejumlah kasus di Rembang masih belum ada kejelasan. Yakni terkait aduan dugaan pencemaran nama baik yang mencatut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan ketua paguyuban kades. Kemudian juga pemeriksaan lanjutan tentang video sexy dancer yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Hingga Rabu (19/1) Satreskrim Polres Rembang mengaku masih mendalami pemeriksaan. Pertama, terkait dengan video sexy dancer. Sekitar tiga pekan lalu, beredar video perayaan pesta ulang tahun dengan mengundang sexy dancer di salah satu hotel.

Atas beredarnya rekaman tersebut, polisi dan Satpol PP Rembang mengambil tindakan. Hotel tempat berlangsungnya kegiatan disegel sementara. Dan, saat ini sudah dibuka. Sementara, polisi juga ikut memeriksa perkara ini.


Sebelumnya pada akhir Desember lalu (31/12), Satreskrim Polres Rembang menyampaikan, saat itu sudah ada sembilan orang yang dimintai keterangan. Tahapan selanjutnya akan dikaji untuk membangun mengkontruksi hukum.

Dikonfirmasi terkait perkembangan kasus ini, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan alat bukti. ”Masih mengumpulkan alat bukti,” jelasnya.

Selain kasus itu, di Rembang beberapa waktu lalu juga ada perkara dugaan pencemaran nama baik. Yang menyangkut nama Ketua DPC PPP Rembang Zaimul Umam. Saat itu beredar stiker yang menuding Gus Umam -sapaan akrab- Zaimul Umam telah melakukan pungli terhadap kepala desa dengan nominal Rp 1 Juta. Selebaran tersebut juga sudah beredar di media sosial.

Baca Juga :  Bakul Es Degan Dapat Grand Prize Mobil Raize dari Alfamart

Atas kejadian tersebut, selanjutnya memantik reaksi berbagai pihak yang melaporkan ke polisi. Dan, tak berselang lama satu orang tersangka pun telah ditetapkan. Seorang berinisial HS itu dijerat pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik. Ia diminta wajib lapor pada Senin dan Kamis.

Polisi juga akan mendalami terkait kemungkinan adanya penambahan tersangka. Mengenai perkembangan kasus ini, Hery menjelaskan saat ini juga masih dilakukan penyelidikan. Dan belum mengarah kepada adanya penambahan tersangka. ”Belum masih satu,” katanya.

Diketahui, tersangka tersebut merupakan orang yang menemukan stiker di jalan. Polisi menyita sekitar 30 lembar untuk barang bukti. Berdasarkan pengakuan tersangka beberapa waktu lalu, ia baru menempelkan satu stiker di satu rumah.

Disinggung terkait keterangan terbaru tentang siapa pihak yang memproduksi stiker tersebut, AKP Hery mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji. ”Masih dikaji untuk keterangannya,” imbuhnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG Sejumlah kasus di Rembang masih belum ada kejelasan. Yakni terkait aduan dugaan pencemaran nama baik yang mencatut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan ketua paguyuban kades. Kemudian juga pemeriksaan lanjutan tentang video sexy dancer yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Hingga Rabu (19/1) Satreskrim Polres Rembang mengaku masih mendalami pemeriksaan. Pertama, terkait dengan video sexy dancer. Sekitar tiga pekan lalu, beredar video perayaan pesta ulang tahun dengan mengundang sexy dancer di salah satu hotel.

Atas beredarnya rekaman tersebut, polisi dan Satpol PP Rembang mengambil tindakan. Hotel tempat berlangsungnya kegiatan disegel sementara. Dan, saat ini sudah dibuka. Sementara, polisi juga ikut memeriksa perkara ini.

Sebelumnya pada akhir Desember lalu (31/12), Satreskrim Polres Rembang menyampaikan, saat itu sudah ada sembilan orang yang dimintai keterangan. Tahapan selanjutnya akan dikaji untuk membangun mengkontruksi hukum.

Dikonfirmasi terkait perkembangan kasus ini, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan alat bukti. ”Masih mengumpulkan alat bukti,” jelasnya.

Selain kasus itu, di Rembang beberapa waktu lalu juga ada perkara dugaan pencemaran nama baik. Yang menyangkut nama Ketua DPC PPP Rembang Zaimul Umam. Saat itu beredar stiker yang menuding Gus Umam -sapaan akrab- Zaimul Umam telah melakukan pungli terhadap kepala desa dengan nominal Rp 1 Juta. Selebaran tersebut juga sudah beredar di media sosial.

Baca Juga :  Polres Rembang Kembalikan Kendaraan Hasil Curian kepada Pemiliknya

Atas kejadian tersebut, selanjutnya memantik reaksi berbagai pihak yang melaporkan ke polisi. Dan, tak berselang lama satu orang tersangka pun telah ditetapkan. Seorang berinisial HS itu dijerat pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik. Ia diminta wajib lapor pada Senin dan Kamis.

Polisi juga akan mendalami terkait kemungkinan adanya penambahan tersangka. Mengenai perkembangan kasus ini, Hery menjelaskan saat ini juga masih dilakukan penyelidikan. Dan belum mengarah kepada adanya penambahan tersangka. ”Belum masih satu,” katanya.

Diketahui, tersangka tersebut merupakan orang yang menemukan stiker di jalan. Polisi menyita sekitar 30 lembar untuk barang bukti. Berdasarkan pengakuan tersangka beberapa waktu lalu, ia baru menempelkan satu stiker di satu rumah.

Disinggung terkait keterangan terbaru tentang siapa pihak yang memproduksi stiker tersebut, AKP Hery mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji. ”Masih dikaji untuk keterangannya,” imbuhnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/