alexametrics
30 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Sidak Dindukcapil, Wabup Rembang: Pengeras Suara dan Toilet Jadi Catatan

REMBANG – Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ memberikan banyak catatan saat berkunjung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang. Utamanya di ruang pelayanan kependudukan. Ditemukan alat pengeras suara rusak, toilet, tidak ada ruang menyusui. Parahnya lagi di tingkat kecamatan, alat perekam hanya 5 berfungsi baik, sisanya 9 tidak bisa maksimal.

”Harus gesit, optimal. Masih banyak sekali permasalahan di Dindukcapil. Terutama soal sarpras. Beberapa alat tidak bisa berfungsi dengan baik. Juga mesti di-up grade,” ujarnya kemarin.

Selain itu pelayanan di kecamatan. Dari 14 kecamatan terlaporkan hanya ada lima berfungsi dengan baik. Artinya ada sembilan tidak berfungsi baik. Ia memaklumi ketersediaan anggaran memang masih menjadi kendala. Ia berharap soal catatan sarana dan prasarana segera diusulkan.


”Soal sarpras diusahakan tahun ini. Insha’Allah diperubahan. Bahkan yang paling mendasar alat panggil pemohon sudah tidak berfungsi. Toilet juga kurang. Hanya ada satu. Itupun tidak ada WC.  Secara umum jelasnya mempengaruhi pelayanan. Menjadi perhatian Pemkab. Akan diselesaikan bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT ke-4, Jawa Pos Radar Kudus Biro Rembang Tumpengan Bareng Loper

Kepala Dindukcapil Rembang Suparmin mengakui soal banyaknya fasilitas sarpras yang perlu dibenahi. Termasuk kamar mandi pemohon. Selain microphone tidak berfungsi.”Pemohon ruang menyusui belum ada. Sangat vital. Termasuk kamar mandi, WC. Lalu jaringan, akan menambah. Kalau pakai genset dan pengadaan pemeliharaan terlalu mahal,” katanya.

Termasuk alat perekam tinggal 5 kecamatan yang berfungsi. Itu mempengaruhi teman-teman pelayanan di kecamatan. Baik KK dan KTP. Akhirnya datang langsung ke Dindukcapil.

“Artinya tidak semakin mendekatkan, sebaliknya jauh. Karena harus terkonsentrasi di Dinducapil. Dampaknya seperti itu. Alat perekam pengadaan dan tahun 2012. Saat ini belum ada maintenance. Jika rusak memungkinkan diperbaiki, jika tidak ditarik di Capil. Inventaris tahun 2021 sudah rusak semua,” imbuhnya.

Soal jamin akan eksekusi anggaran di perubahan. Menurutnya juga masih belum bisa berbuat banyak. “Kita harus bagaimana. Kondisi sarpras sangat memprihatinkan. Mohon maaf pelayanan tahun ini  tidak bisa maksimal, sarpras kurang memungkinkan. Kalau masalah SDM masih bisa kita upayakan semaksimal mungkin,” tandasnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ memberikan banyak catatan saat berkunjung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang. Utamanya di ruang pelayanan kependudukan. Ditemukan alat pengeras suara rusak, toilet, tidak ada ruang menyusui. Parahnya lagi di tingkat kecamatan, alat perekam hanya 5 berfungsi baik, sisanya 9 tidak bisa maksimal.

”Harus gesit, optimal. Masih banyak sekali permasalahan di Dindukcapil. Terutama soal sarpras. Beberapa alat tidak bisa berfungsi dengan baik. Juga mesti di-up grade,” ujarnya kemarin.

Selain itu pelayanan di kecamatan. Dari 14 kecamatan terlaporkan hanya ada lima berfungsi dengan baik. Artinya ada sembilan tidak berfungsi baik. Ia memaklumi ketersediaan anggaran memang masih menjadi kendala. Ia berharap soal catatan sarana dan prasarana segera diusulkan.

”Soal sarpras diusahakan tahun ini. Insha’Allah diperubahan. Bahkan yang paling mendasar alat panggil pemohon sudah tidak berfungsi. Toilet juga kurang. Hanya ada satu. Itupun tidak ada WC.  Secara umum jelasnya mempengaruhi pelayanan. Menjadi perhatian Pemkab. Akan diselesaikan bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidak Kantor Setda, Samsat Rembang Dapati 15 Kendaraan ASN Tunggak Pajak

Kepala Dindukcapil Rembang Suparmin mengakui soal banyaknya fasilitas sarpras yang perlu dibenahi. Termasuk kamar mandi pemohon. Selain microphone tidak berfungsi.”Pemohon ruang menyusui belum ada. Sangat vital. Termasuk kamar mandi, WC. Lalu jaringan, akan menambah. Kalau pakai genset dan pengadaan pemeliharaan terlalu mahal,” katanya.

Termasuk alat perekam tinggal 5 kecamatan yang berfungsi. Itu mempengaruhi teman-teman pelayanan di kecamatan. Baik KK dan KTP. Akhirnya datang langsung ke Dindukcapil.

“Artinya tidak semakin mendekatkan, sebaliknya jauh. Karena harus terkonsentrasi di Dinducapil. Dampaknya seperti itu. Alat perekam pengadaan dan tahun 2012. Saat ini belum ada maintenance. Jika rusak memungkinkan diperbaiki, jika tidak ditarik di Capil. Inventaris tahun 2021 sudah rusak semua,” imbuhnya.

Soal jamin akan eksekusi anggaran di perubahan. Menurutnya juga masih belum bisa berbuat banyak. “Kita harus bagaimana. Kondisi sarpras sangat memprihatinkan. Mohon maaf pelayanan tahun ini  tidak bisa maksimal, sarpras kurang memungkinkan. Kalau masalah SDM masih bisa kita upayakan semaksimal mungkin,” tandasnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/