alexametrics
23.5 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Protes Seleksi Perangkat di Rembang Diselesaikan Tingkat Kecamatan

REMBANG – Sejumlah peserta seleksi perangkat desa di Lasem merasa keberatan terkait hasil seleksi. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rembang menjelaskan keluhan tersebut bisa disampaikan kepada panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk diproses lebih lanjut.

Para peserta mengeluhkan tentang hasil tes yang diselenggarakan di Ungaran itu. Diantara poin yang dikeluhkan yakni selisih nilai yang jauh antara peserta yang lolos dan yang tak lolos dianggap tidak wajar.

Para peserta tersebut meminta agar kejanggalan ini bisa diusut. Apabila ditemukan masalah, mereka meminta agar menunda pelantikan perangkat desa sementara. Dan memproses yang bersangkutan apabila terbukti melakukan kesalahan.


Menanggapi hal ini Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinpermades Rembang Sulistyono menyampaikan, sesuai dengan regulasi, apabila ada aduan dapat disampaikan kepada panwascam. Selain itu yang bersangkutan juga perlu menunjukkan bukti-bukti yang jelas.

“Sesuai aturan di perbup (Peraturan Bupqti) kalau ada permasalahan atau aduan dapat disampaikan atau dilaporkan ke panwascam dengan waktu yang sudah ditentukan dengan bukti yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Buka Pelayanan di MPP, Polres Rembang Berharap Dapat WBK

Dari laporan tersebut, selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh panwascam. Pihaknya menegaskan, bahwa laporan tersebut seharusnya tak hanya sebatas dugaan.

“Pelapor yang jelas nanti akan ditindaklanjuti oleh panwascam, laporan tidak hanya sebatas dugaa2 namun ada bukti. Nanti akan ditindaklanjuti oleh panwascam,” katanya.

Sementara itu, para peserta seleksi yang terdiri dari berbagai desa di Lasem itu sedang mengajukan permohonan audiensi kepada DPRD Rembang.

Diberitakan sebelumnya, terkait seleksi perangkat desa juga sempat diwarnai dinamika. Seperti Warga Desa Timbrangan, Gunem meminta perubahan sistem seleksi perangkat. Beberapa waktu lalu meraka beraudiensi bersama DPRD. Para warga menuntut pemilihan langsung dalam pelaksanaan selekso perangkat desa. Namun, permintaan itu tak dituruti karena terganjal regulasi. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Sejumlah peserta seleksi perangkat desa di Lasem merasa keberatan terkait hasil seleksi. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rembang menjelaskan keluhan tersebut bisa disampaikan kepada panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk diproses lebih lanjut.

Para peserta mengeluhkan tentang hasil tes yang diselenggarakan di Ungaran itu. Diantara poin yang dikeluhkan yakni selisih nilai yang jauh antara peserta yang lolos dan yang tak lolos dianggap tidak wajar.

Para peserta tersebut meminta agar kejanggalan ini bisa diusut. Apabila ditemukan masalah, mereka meminta agar menunda pelantikan perangkat desa sementara. Dan memproses yang bersangkutan apabila terbukti melakukan kesalahan.

Menanggapi hal ini Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinpermades Rembang Sulistyono menyampaikan, sesuai dengan regulasi, apabila ada aduan dapat disampaikan kepada panwascam. Selain itu yang bersangkutan juga perlu menunjukkan bukti-bukti yang jelas.

“Sesuai aturan di perbup (Peraturan Bupqti) kalau ada permasalahan atau aduan dapat disampaikan atau dilaporkan ke panwascam dengan waktu yang sudah ditentukan dengan bukti yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Nasdem Rembang Sukses Bangun Herd Immunity Seribu Warga

Dari laporan tersebut, selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh panwascam. Pihaknya menegaskan, bahwa laporan tersebut seharusnya tak hanya sebatas dugaan.

“Pelapor yang jelas nanti akan ditindaklanjuti oleh panwascam, laporan tidak hanya sebatas dugaa2 namun ada bukti. Nanti akan ditindaklanjuti oleh panwascam,” katanya.

Sementara itu, para peserta seleksi yang terdiri dari berbagai desa di Lasem itu sedang mengajukan permohonan audiensi kepada DPRD Rembang.

Diberitakan sebelumnya, terkait seleksi perangkat desa juga sempat diwarnai dinamika. Seperti Warga Desa Timbrangan, Gunem meminta perubahan sistem seleksi perangkat. Beberapa waktu lalu meraka beraudiensi bersama DPRD. Para warga menuntut pemilihan langsung dalam pelaksanaan selekso perangkat desa. Namun, permintaan itu tak dituruti karena terganjal regulasi. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/